Skip to main content

Cerita Pengalaman Cinta


I'll tell you a few points I've ever experienced and this is a great joke for the prestigious private.
Nothing unusual, unique or important, just that it will be an inspiration and my work style. I want to share this point are four:
1.     Anyone who can lie and hide your feelings?
Saying that does not correspond to reality but it is usual practice that will be read by some outward motion. An example is, one might say is not jealous in front of audiences, but jealousy is very visible through the behavior exhibited by a person. To be honest I also feel it, but most of us do not approve of, so I am grateful for this separation.
2.    Who knows?, Although he was tried and deemed suitable, was not yet sure is mate!
This is an experience! Indeed the relationship that was built several years with sincerity and mutual understanding in terms of building a human being does not always match the two met in a fabric that is more serious. The important thing to consider is a matter of destiny. Besides, it is a balance of flavor and a binding ratio of the fabric and the blessing of family and community will be a guarantee for a family bond. But that's not enough. Maybe it's beyond reason!
3.    Assume everything is fine when I saw it in a state of fine and indeed it is a fact though that they suspect are not on the real side. That's because some of them engineered so as not to aggravate the negative effect of the atmosphere.
If you get an embarrassing incident, either because of embarrassment or because of an error so that we become ashamed of it is done is to improve the situation with ethical considerations. If we are confronted in a state of bitterness, of course, some of us do not want others to know that our bitter experience so many things hidden from things that actually happened. To not make things worse and not exaggerated by people, one of which is to assume everything is fine with no problems while improving the situation poorly.


nalombaka mantan pacarku Nikah
hehehe, selamat untuknya dan saya segera akan menyusul

Comments

Popular posts from this blog

Kedudukan Ar-ra'yu sebagai Landasan Hukum Islam

Referensi Pada dasarnya umat Islam yang beriman Kepada Allah swt. Meyakini bahwa Sumber utama Ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis sudah sempurna. Firman Allah dalam Alquran sudah sempurna membahas aturan-aturan, hukum, ilmu pengetahuan (filsafat), kisah, ushul fiqh dan lain-lain. Begitu juga Hadis Rasulullah yang salah satu sifatnya menjadi penjelasan ayat-ayat dalam Alquran. Posisi Hadis adalah penjelas dan sumber kedua setelah Alquran.

Sejam Ngobrol Tauhid dengan Kecerdasan Buatan. Pengalaman yang luar biasa

  temani saya ngobrol ya. Saya meminta Robot AI berdialog. Robot Cerdas Buatan:: Tentu! Mau ngobrolin apa nih? Lagi ada yang dipikirin atau pengen santai aja? Abdul Haris Mubarak:: tentang tauhid. apakah anda sanggup? Robot Cerdas Buatan:: Tentu, saya siap! Tauhid adalah inti keimanan dalam Islam — keyakinan bahwa hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah, yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dalam konsep ini, tauhid terbagi jadi tiga bagian utama: Tauhid Rububiyah — meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta, Pemelihara, dan Pengatur seluruh alam semesta. Tauhid Uluhiyah — hanya Allah yang berhak diibadahi, semua bentuk ibadah seperti doa, shalat, dan tawakal hanya ditujukan kepada-Nya. Tauhid Asma' wa Sifat — meyakini dan mengimani nama-nama Allah (Asmaul Husna) serta sifat-sifat-Nya yang sempurna, sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits tanpa menyerupai makhluk. Menurutmu, bagian mana dari ...

MASYARAKAT MADANI DALAM ALQURAN

(Kajian Tafsir Tematik dengan Multi Teknik Interpretasi) I.   PENDAHULUAN A. Latar Belakang Term Civil Society atau “Masyarakat Madani”, merupakan wacana dan fokus utama bagi masyarakat dunia sampai saat ini. Apalagi di abad ke-21 ini, kebutuhan dan tuntutan atas kehadiran bangunan masyarakat madani, bersamaan dengan maraknya issu demokratisasi dan HAM. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, sejauh manakah Islam merespon masyarakat tersebut. Jawabannya adalah bahwa Islam yang ajaran dasarnya Alquran, adalah shālih li kulli zamān wa makān (ajaran Islam senantiasa relevan dengan situasi dan kondisi). Karena demikian halnya, maka jelas bahwa Alquran memiliki konsep tersendiri tentang masyarakat madani. Pluralisme masyarakat menurut perspektif Alquran, harus didasarkan pada prinsip keutamaan dan kekhasan, serta harus dibina dengan sikap toleran ( tasamuh ). [1] Berkenaan ini, sekurang-kurangnya ada dua ilustrasi yang patut dikemukakan terkait dengan masyarakat madani. Pert...