Skip to main content

Menuntut Cerai

Seorang Istri menuntut cerai kepada suaminya karena membawa perempuan lain kerumah.
“Abang sudah berani selingkuh yah?” kata sang istri terhadap suaminya dengan wajah yang sangat marah.
Sang suami terdiam sejenak lalu menganggapi dingin sikap istrinya, “dengarkan dulu penjelasan saya, kalau sudah dengar terserah kamu mau cerai atau tidak!?”. Kata sang suami dengan nada pelan.

Sang istri mengangguk tanda setuju. Karenanya sang suami mulai berbicara dengan penjelasan yang serius tapi santai, “saya kasih-an pada perempuan ini melihat kondisi pakaiannya yang tidak layak[1], karenanya kubawa ia kerumah lalu kuberikan beberapa lembar pakaianmu yang sudah tidak kau pakai”.
“Kenapa ia harus ada di rumah ini bersamamu?” kata sang Istri.
“Aku memberinya beberapa pakaian kamu yang sudah tidak kau pakai untuk menutupi tubuhnya” kata sang suami.
“Tapi harusnya kan dia sudah pergi bang!” tegas sang Istri
“Perempuan ini masih meminta pakaian (barang kepunyaan istri) yang jarang dipakai”, jawab sang suami.
“Kenapa tidak dikasi saja Sayang?, kalau sudah dikasi kan, abang bisa antar pulang”. Kata Istri menurut.
“Pakaianmu sudah kuserahkan semuanya, tapi ia masih minta lagi (masih adakah pakaian istrimu yang jarang dipakai?) lalu saya tunjukkan barangmu yang letaknya dibawah pusatku. Karena dia minta dan kebetulan kamu juga sudah jarang pakai, maka aku memberinya”. Kata suami.
“kalau begitu maafkan saya bang”, kalo begitu suruh saja dia pergi karena sekarang aku mau pakai barang itu.

[1] Terlihat seksi dan menggoda

Comments

Popular posts from this blog

Belajar dari Kekecewaan

Sambil ngopi dan ngobrol di kamar kost seorang diri (maksudnya mikirin nasib dimasa mendatang) tiba-tiba perhatian saya tertuju pada sebuah status yang ditulis oleh Ustadz Sukardi yang popuer disapa ustads muda di kampung kami.

Saya Memilih Domisili di Kab. Gowa

Setelah memilih salah satu dari kandidat calon pemimpin baru Sulawesi Selatan pada selasa kemarin. Kali ini saya dihadapkan pada pilihan menetap di Bulukumba atau Kabupaten Gowa. Pilihan ini sebetulnya agak ribet bagi saya. Jika saya memilih tinggal di Bulukumba, berarti saya harus menyiapkan waktu dan tenaga ke Makassar setiap hari jum’at untuk kuliah dan balik lagi kekampung pada hari minggu untuk rutinitas pertanian.

Do'a Untukmu dan sahabat-sahabat yang lagi Butuh perawatan di RS Bhayangkara

Kemarin saya mendapat informasi tentang kabar kamu yang lagi terbaring dan butuh perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Saat itu saya belum bisa menjengukmu karena masih menunggu seseorang untuk menepati janjiku. Janji untuk menemui sang ketua gerakan kolektif, wadah tempatku berkecimpung.