Skip to main content

Personaliti Plus


Alangkah indahnya jika dengan amalan kita, urusan orang lain menjadi mudah. Lewat kita, Allah member kemudahan pada Hambahnya sehingga kitapun mendapatkan ganjaran berupa pahalah yang berlipat. Nilai plusnya adalah karena memberikan bantuan terhadap orang lain meskipun itu bukan tugas kita.

Kalau kita pernah merasa dipersulit, maka janganlah melakukan hal yang sama karena itu jelas sangat pahit. Sebaliknya, menolong orang lain itu sesuatu yang akan mempermudah segala urusan kita.
Jangan pernah berniat mempersulit orang terlebih praktek yang buruk terhadap orang lain. Semoga apa yang kita lakukan tidak pernah mempersulit orang lain, tetapi justru memberikan kemudahan. Insya Allah. Amin yaa Allah.
Berikut ini Sedikit TIPS yang didapatkan dari bangku kuliah saat menghadapi masalah :
1.        Pahami dan rasakan perasaan diri sendiri. (mengendalikan emosi)
2.       Selalu mendidik diri agar dapat bertahan dalam situas sulit.
3.       Bersaha untuk memecahkan masalah sendiri


Comments

Popular posts from this blog

Belajar dari Kekecewaan

Sambil ngopi dan ngobrol di kamar kost seorang diri (maksudnya mikirin nasib dimasa mendatang) tiba-tiba perhatian saya tertuju pada sebuah status yang ditulis oleh Ustadz Sukardi yang popuer disapa ustads muda di kampung kami.

Kedudukan Ar-ra'yu sebagai Landasan Hukum Islam

Referensi Pada dasarnya umat Islam yang beriman Kepada Allah swt. Meyakini bahwa Sumber utama Ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis sudah sempurna. Firman Allah dalam Alquran sudah sempurna membahas aturan-aturan, hukum, ilmu pengetahuan (filsafat), kisah, ushul fiqh dan lain-lain. Begitu juga Hadis Rasulullah yang salah satu sifatnya menjadi penjelasan ayat-ayat dalam Alquran. Posisi Hadis adalah penjelas dan sumber kedua setelah Alquran.

Saya Memilih Domisili di Kab. Gowa

Setelah memilih salah satu dari kandidat calon pemimpin baru Sulawesi Selatan pada selasa kemarin. Kali ini saya dihadapkan pada pilihan menetap di Bulukumba atau Kabupaten Gowa. Pilihan ini sebetulnya agak ribet bagi saya. Jika saya memilih tinggal di Bulukumba, berarti saya harus menyiapkan waktu dan tenaga ke Makassar setiap hari jum’at untuk kuliah dan balik lagi kekampung pada hari minggu untuk rutinitas pertanian.