Skip to main content

Plesetan kata "Politik"


Para politisi atau politikus yang sukses meraih jabatan masih punya tantangan berat untuk berbuat sesuai dengan visi dan misinya agar tidak menjadi poli-“TIKUS” (kawanan tikus). Hehehe, ternyata politisi bisa jadi TIKUS yang merusak.
Ketika berjuang, seorang tokoh politik harus berbuat sesuatu untuk menang dalam meraih simpati masyarakat sehingga harapannya bisa tercapai. Karena ketatnya persaingan sehingga ada tokoh po“LITIK” berbuat poLICIK (kelicikan).

Politik itu Pelicin, siapa yang punya Pelicin maka mereka akan mudah meraih tujuannya
Politik yang umum dipahami oleh masyarakat adalah suatu tender yang mempertarungkan strategi penyelesaian masalah oleh beberapa kelompok masyarakat sehingga diperoleh suatu kepemimpinan didalamnya. Siapa yang kuat dia yang menang, tentunya kekuatan yang dimaksud minimal terdiri dari :
1.      Pinansial atau Ekonomi
2.      Jaringan atau Gerakan Kolektif
3.      Kauru atau Pengetahuan
4.      Kesaktian (Lahir dan Batin)
5.      Dll.
Semoga kita bukan politisi yang sesat.


Comments

Popular posts from this blog

Belajar dari Kekecewaan

Sambil ngopi dan ngobrol di kamar kost seorang diri (maksudnya mikirin nasib dimasa mendatang) tiba-tiba perhatian saya tertuju pada sebuah status yang ditulis oleh Ustadz Sukardi yang popuer disapa ustads muda di kampung kami.

Saya Memilih Domisili di Kab. Gowa

Setelah memilih salah satu dari kandidat calon pemimpin baru Sulawesi Selatan pada selasa kemarin. Kali ini saya dihadapkan pada pilihan menetap di Bulukumba atau Kabupaten Gowa. Pilihan ini sebetulnya agak ribet bagi saya. Jika saya memilih tinggal di Bulukumba, berarti saya harus menyiapkan waktu dan tenaga ke Makassar setiap hari jum’at untuk kuliah dan balik lagi kekampung pada hari minggu untuk rutinitas pertanian.

Do'a Untukmu dan sahabat-sahabat yang lagi Butuh perawatan di RS Bhayangkara

Kemarin saya mendapat informasi tentang kabar kamu yang lagi terbaring dan butuh perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Saat itu saya belum bisa menjengukmu karena masih menunggu seseorang untuk menepati janjiku. Janji untuk menemui sang ketua gerakan kolektif, wadah tempatku berkecimpung.