Skip to main content

Ujian Hasil

Senin 14 April 2014 (angka yang banyak 4nya) saya mengikuti ujian hasil pada program pascasarjana Universitas Muslim Indonesia Makassar. Pada hari itu, peserta ujian sangat banyak karena itulah hari terakhir ujian hasil bagi yang ingin mengikuti wisudah pada program pascasarjana, sarjana dan diploma di UMI Makassar. Giliran saya di uji pada pukul 17.00 s.d. 18.00 dan hari itu ujian sampai jam 22.00 dari berbagai jurusan yang pada program pascasarjana UMI Makassar.

Saat ujian berlangsung, saya dipersilahkan membacarakan hasil penelitian secara ringkas. Moderator memberi waktu 10 menit dan selanjutnya dikomentari oleh penguji atau penilai. Kesannya sangat deg degan karena karya tulis yang akan menjadi tesis tersebut harus dipertanggungjawabkan di hadapan para penilai.
Setiap penguji memberikan pertanyaan dan masukan yang sangat padat. Meskipun undangan ujian baru saja diberikan 1 hari sebelum ujian berlangsung, namun saya merasakan bahwa semua penguji menguasai seluruh isi penelitian yang saya buat.
Alhamdulillah semua pertanyaan dijawab, meski ada beberapa pertanyaan yang membuat penilai tidak puas. Hehehe, mungkin karena jawabanku tidak memuaskan atau saya bukan alat pemuas.
Kesannya : “hari ini saya telah menyelesaikan 1 tahap dan akan menghadapi 1 tahap lagi untuk menyelesaikan proses panjang perjuangan menuju suatu titik”.
Alhamdulillahirabbil 'alamin


Comments

Popular posts from this blog

Kedudukan Ar-ra'yu sebagai Landasan Hukum Islam

Referensi Pada dasarnya umat Islam yang beriman Kepada Allah swt. Meyakini bahwa Sumber utama Ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis sudah sempurna. Firman Allah dalam Alquran sudah sempurna membahas aturan-aturan, hukum, ilmu pengetahuan (filsafat), kisah, ushul fiqh dan lain-lain. Begitu juga Hadis Rasulullah yang salah satu sifatnya menjadi penjelasan ayat-ayat dalam Alquran. Posisi Hadis adalah penjelas dan sumber kedua setelah Alquran.

Belajar dari Kekecewaan

Sambil ngopi dan ngobrol di kamar kost seorang diri (maksudnya mikirin nasib dimasa mendatang) tiba-tiba perhatian saya tertuju pada sebuah status yang ditulis oleh Ustadz Sukardi yang popuer disapa ustads muda di kampung kami.

Saya Memilih Domisili di Kab. Gowa

Setelah memilih salah satu dari kandidat calon pemimpin baru Sulawesi Selatan pada selasa kemarin. Kali ini saya dihadapkan pada pilihan menetap di Bulukumba atau Kabupaten Gowa. Pilihan ini sebetulnya agak ribet bagi saya. Jika saya memilih tinggal di Bulukumba, berarti saya harus menyiapkan waktu dan tenaga ke Makassar setiap hari jum’at untuk kuliah dan balik lagi kekampung pada hari minggu untuk rutinitas pertanian.