Skip to main content

Jelajah - Benteng Somba Opu



Bagi anda yang hobby menjelajah ada baiknya jika menyempatkan diri berkunjung ke Benteng Somba Opu yang terletak di Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa. Benteng Somba Opu sebagai salah satu situs sejarah Indonesia masih menyimpan banyak benda-benda sejarah baik berupa bangunan maupun benda yang telah dimusiumkan. Selain itu di tempat ini juga menjadi miniature Sulawesi selatan dan barat (melalui rumah adatnya) dimana didalamnya terdapat rumah adat setiap kabupaten/kota yang ada di provinsi Sulawesi selatan dan barat. Rumah adat lain seperti rumah adat kajang, rumah adat bugis, rumah dinas untuk provinsi juga ada di benteng ini. Benteng somba opu ini tidak hanya memiliki potensi sejarah dan budaya sulsel tapi juga terdapat permandian waterboom dan pemandangan alam di hilir sungai jeneberang. Tentu saja semua potensi yang dimiliki benteng ini memiliki daya tarik untuk memikat hati anda.

Benteng somba opu merupakan warisan kerajaan gowa yang didirikan pada abad ke-15 tepatnya tahun 1525[1]. Territorial benteng yang pernah menjadi pusat perdangan internasional pada kawasan timur nusantara ini teletak di Desa Somba Opu Kecamatan Barombong Kabutapen Gowa.
Hal-hal yang penting didokumentasikan atau minimal dikunjungi ketika anda ke Benteng somba opu antara lain siarah/mengunjungi makam, melihat secara langsung rumah adat yang ada di sulsel, mengunjungi museum, refreshing di waterboom dan lain-lain. Penulis sendiri yang sudah sangat sering ke Desa Benteng Somba Opu ini belum mengenal secara keseluruhan peninggalan sejarah yang ada disana dan hal tersebut membuat penulis selalu penasaran untuk kembali kesana.
Jika ingin mengenal lebih jauh budaya dan karya masyarakat dimasa lalu, khususnya peninggalan kerajaan gowa maka sempatkanlah waktu anda kesana.



[1] http://melayuonline.com/ind/history/dig/411/benteng-somba-opu

Comments

  1. blm pernah jalan2 ke tempat legendaris ini nih daku...

    ReplyDelete

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم

Popular posts from this blog

Kedudukan Ar-ra'yu sebagai Landasan Hukum Islam

Referensi Pada dasarnya umat Islam yang beriman Kepada Allah swt. Meyakini bahwa Sumber utama Ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis sudah sempurna. Firman Allah dalam Alquran sudah sempurna membahas aturan-aturan, hukum, ilmu pengetahuan (filsafat), kisah, ushul fiqh dan lain-lain. Begitu juga Hadis Rasulullah yang salah satu sifatnya menjadi penjelasan ayat-ayat dalam Alquran. Posisi Hadis adalah penjelas dan sumber kedua setelah Alquran.

Sejam Ngobrol Tauhid dengan Kecerdasan Buatan. Pengalaman yang luar biasa

  temani saya ngobrol ya. Saya meminta Robot AI berdialog. Robot Cerdas Buatan:: Tentu! Mau ngobrolin apa nih? Lagi ada yang dipikirin atau pengen santai aja? Abdul Haris Mubarak:: tentang tauhid. apakah anda sanggup? Robot Cerdas Buatan:: Tentu, saya siap! Tauhid adalah inti keimanan dalam Islam — keyakinan bahwa hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah, yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dalam konsep ini, tauhid terbagi jadi tiga bagian utama: Tauhid Rububiyah — meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta, Pemelihara, dan Pengatur seluruh alam semesta. Tauhid Uluhiyah — hanya Allah yang berhak diibadahi, semua bentuk ibadah seperti doa, shalat, dan tawakal hanya ditujukan kepada-Nya. Tauhid Asma' wa Sifat — meyakini dan mengimani nama-nama Allah (Asmaul Husna) serta sifat-sifat-Nya yang sempurna, sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits tanpa menyerupai makhluk. Menurutmu, bagian mana dari ...

MASYARAKAT MADANI DALAM ALQURAN

(Kajian Tafsir Tematik dengan Multi Teknik Interpretasi) I.   PENDAHULUAN A. Latar Belakang Term Civil Society atau “Masyarakat Madani”, merupakan wacana dan fokus utama bagi masyarakat dunia sampai saat ini. Apalagi di abad ke-21 ini, kebutuhan dan tuntutan atas kehadiran bangunan masyarakat madani, bersamaan dengan maraknya issu demokratisasi dan HAM. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, sejauh manakah Islam merespon masyarakat tersebut. Jawabannya adalah bahwa Islam yang ajaran dasarnya Alquran, adalah shālih li kulli zamān wa makān (ajaran Islam senantiasa relevan dengan situasi dan kondisi). Karena demikian halnya, maka jelas bahwa Alquran memiliki konsep tersendiri tentang masyarakat madani. Pluralisme masyarakat menurut perspektif Alquran, harus didasarkan pada prinsip keutamaan dan kekhasan, serta harus dibina dengan sikap toleran ( tasamuh ). [1] Berkenaan ini, sekurang-kurangnya ada dua ilustrasi yang patut dikemukakan terkait dengan masyarakat madani. Pert...