Skip to main content

Verifikasi Faskes Fasdik Program Keluarga Harapan



Verifikasi Faskes
Verifikasi Fasilitas Pendidikan (fadsik) dan Fasilitas Kesehatan (faskes) merupakan salah satu tugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Verifikasi di lakukan setiap 3 bulan sekali oleh pendamping. Hari ini tanggal 25 September 2017, saya sebagai pendamping melakukan verifikasi  fasdik di kecamatan Rilau Ale, khusus di wilayah dampingan. 

Evaluasi Kegiatan Verifikasi


Verifikasi ini merupakan salah satu uji indikator komitmen peserta Prog
ram Keluarga Harapan (PKH) yang lebih dikenal sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jika peserta komitmen berarti kehadiran anggota keluarga di Fasilitas Kesehatan dan Fasilitas Pendidikan (SD, SMP, dan SMU Sederajat) juga maksimal.

Verifikasi Pendidikan
Saat melakukan Verifikasi, pendamping menemui langsung Siswa di sekolah dengan mengamati berbagai hal termasuk pakaian seragam dan kelengkapan buku-buku. Pendamping juga memeriksa langsung absensi dan diskusi tentang komitmen atau semangat siswa bersekolah. (ahm)

Verifikasi Absen/Kehadiran Siswa

Comments

Popular posts from this blog

Belajar dari Kekecewaan

Sambil ngopi dan ngobrol di kamar kost seorang diri (maksudnya mikirin nasib dimasa mendatang) tiba-tiba perhatian saya tertuju pada sebuah status yang ditulis oleh Ustadz Sukardi yang popuer disapa ustads muda di kampung kami.

Saya Memilih Domisili di Kab. Gowa

Setelah memilih salah satu dari kandidat calon pemimpin baru Sulawesi Selatan pada selasa kemarin. Kali ini saya dihadapkan pada pilihan menetap di Bulukumba atau Kabupaten Gowa. Pilihan ini sebetulnya agak ribet bagi saya. Jika saya memilih tinggal di Bulukumba, berarti saya harus menyiapkan waktu dan tenaga ke Makassar setiap hari jum’at untuk kuliah dan balik lagi kekampung pada hari minggu untuk rutinitas pertanian.

Do'a Untukmu dan sahabat-sahabat yang lagi Butuh perawatan di RS Bhayangkara

Kemarin saya mendapat informasi tentang kabar kamu yang lagi terbaring dan butuh perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Saat itu saya belum bisa menjengukmu karena masih menunggu seseorang untuk menepati janjiku. Janji untuk menemui sang ketua gerakan kolektif, wadah tempatku berkecimpung.