Skip to main content

Sampai Kapanpun Jilbab tetap Wajib


Sebagai Mukjizat terbesar yang pernah diturunkan oleh Allah kepada Nabinya merupakan sumber kekuatan untuk manusia. Perintah atau larangan yang dikandungnya benar-benar sesuatu yang bermanfaat untuk manusia jika perintah atau larangan itu tidak dilanggar.
Setiap ayat tidak lepas dari Hikmah dan jawaban terhadap persoalan sosial yang ada.
Salah satu perintah yang bersumber dari Al-Qur’an yang diperuntukkan kepada Wanita Muslim dewasa adalah penggunaan JILBAB. Perintah ini sekaligus mempertegas bunyi ayat bahwa jilbab itu wajib digunakan, dasarnya dapat dilihat pada Q.S Al-Ahzab ayat 59 dengan ketentuan di Q.S An-Nur ayat 30-31.
MENGENAI perintah dalam kandungan ayat tersebut, ada yang mengklaim bahwa telah terjadi pergeseran nilai pada penggunaan jilbab tersebut. Pandangan ini mengatakan bahwa jilbab itu tidak mesti digunakan lagi karena alasan untuk menghindari syahwat atau kelihatan lebih beriwibah dengan menggunakan jilbab. Alasannya karena meskipun orang menggunakan jilbab itu tidak lagi akan membangkitkan reaksi dari kaum adam, dari sisi kekuatan aurah juga akan sama saja tapi sikaplah yang memperkuat aurah seorang wanita.
Pribadi menilai anggapan tersebut kurang tepat, dengan mengambil dasar yang sama yaitu tentang hikmah menggunakan Jilbab. Kalau pandangan di atas menguraikan bahwa sebetulnya jilbab tidak lagi sama esensinya dengan masa lampau yang benar-benar memiliki nilai (fungsi) yang sejati untuk kehormatan kaum wanita yang menggunakannya. namun pribadi melihat anggapan tersebut sebagai sesuatu yang keliru. Alasannya adalah karena pendapat tersebut telah mendapatkan pengaruh yang luar biasa dari aliran positivisme bahwa esensi menggunakan jilbab didasarkan pada kekinian di Indonesia.
Jilbab hingga sekarang tetap berfungsi sebagai symbol kekuatan wanita Islam. Fungsinya selain sebagai symbol juga menjaga kewibawaan seorang wanita, bahkan menghindari Fitnah. Jilbab tetap menjaga wanita wanita dari bahaya pelecehan seksual atau menjaga wanita dari lirikan yang aduhai dari kaum lelaki. Jilbab bahkan berarti kekuatan umat islam secara symbol, dengan demikian, jika symbol Islam itu tidak lagi digunakan maka itu berarti bahwa Islam juga memiliki power yang bergeser.
Perintah Al-Qur’an sama sekali tidak mengurangi esensi tentang jilbab tersebut. perintah ini sifatnya wajib dan hanya aliran orientalis barat yang terus mengkampanyekan kesamaan, HAM, kesetaraan Gender dan Issue-issue sejenis lainnya untuk mengubah power Islam. Jilbab hukumnya wajib karena ayat ini turun untuk mengangkat derajat wanita, hal ini bisa dilacak dari sejarah turunnya al-Qur’an Surat al-Ahzab ayat 59 (Asbabun Nuzul). Prinsip pribadi adalah perintah tetap perintah dan larangan wajib hukumnya untuk dihindari.

Abdul Haris Mubarak
Lihat Makalah tentang Jilbab di sini

Comments

Popular posts from this blog

Kedudukan Ar-ra'yu sebagai Landasan Hukum Islam

Referensi Pada dasarnya umat Islam yang beriman Kepada Allah swt. Meyakini bahwa Sumber utama Ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis sudah sempurna. Firman Allah dalam Alquran sudah sempurna membahas aturan-aturan, hukum, ilmu pengetahuan (filsafat), kisah, ushul fiqh dan lain-lain. Begitu juga Hadis Rasulullah yang salah satu sifatnya menjadi penjelasan ayat-ayat dalam Alquran. Posisi Hadis adalah penjelas dan sumber kedua setelah Alquran.

Sejam Ngobrol Tauhid dengan Kecerdasan Buatan. Pengalaman yang luar biasa

  temani saya ngobrol ya. Saya meminta Robot AI berdialog. Robot Cerdas Buatan:: Tentu! Mau ngobrolin apa nih? Lagi ada yang dipikirin atau pengen santai aja? Abdul Haris Mubarak:: tentang tauhid. apakah anda sanggup? Robot Cerdas Buatan:: Tentu, saya siap! Tauhid adalah inti keimanan dalam Islam — keyakinan bahwa hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah, yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dalam konsep ini, tauhid terbagi jadi tiga bagian utama: Tauhid Rububiyah — meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta, Pemelihara, dan Pengatur seluruh alam semesta. Tauhid Uluhiyah — hanya Allah yang berhak diibadahi, semua bentuk ibadah seperti doa, shalat, dan tawakal hanya ditujukan kepada-Nya. Tauhid Asma' wa Sifat — meyakini dan mengimani nama-nama Allah (Asmaul Husna) serta sifat-sifat-Nya yang sempurna, sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits tanpa menyerupai makhluk. Menurutmu, bagian mana dari ...

Verifikasi Faskes Fasdik Program Keluarga Harapan

Verifikasi Faskes Verifikasi Fasilitas Pendidikan (fadsik) dan Fasilitas Kesehatan (faskes) merupakan salah satu tugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).   Verifikasi di lakukan setiap 3 bulan sekali oleh pendamping.   Hari ini  tanggal 25 September 2017, saya sebagai pendamping melakukan verifikasi    fasdik di  kecamatan Rilau Ale, khusus di wilayah dampingan.   Evaluasi Kegiatan Verifikasi Verifikasi ini merupakan salah satu uji indikator komitmen peserta Prog