Skip to main content

Hari Capek Pribadi


Saya sungguh meresa letih hari ini karena seharian memiliki banyak urusan. Kesibukanku antara lain, pagi-pagi kekebun memetik rambutan untuk ponakanku yang amat doyan makan rambutan di kota Kabupaten Bulukumba. Kesibukan lain adalah mengurus akta notaris Lembaga Swadaya Masyarakat yang baru dibentuk tanggal 12 Desember 2012 lalu, mengurus Kartu Selluler AS – Telkomsel yang tercecer hari rabu lalu hingga antrian menunggu giliran service di Di Dealer Resmi Yamaha – Jaya Abadi Bulukumba.

Bukan super sibuk tapi super capek, punya banyak kegiatan bagi pribadi biasa-biasa saja. Mulai dari berkebun, mengurus organisasi, keperluan kantor dan sebagainya adalah soal biasa. Hanya saja akibat terlalu banyak makan buah sehingga membuat tubuhku drop. Terlebih karena tuntutan organisasi sehingga saya lupa sarapan. Yaa, mungkin karena lupa sarapan sehingga saya merasa kecapean ketika harus menunggu proses service motorku yang memakan waktu hingga 3 jam lebih (terhitung antrian).
Oya, saat penantian service motorku selesai, saya berkenalan dengan mahasiswi PPL, Namanya Jumriani Asri.
Semoga kondisi aktivitas yang saya lakuka hari ini bermanfaat dan tidak menambah parah kondisi kesehatanku.

Comments

Popular posts from this blog

Belajar dari Kekecewaan

Sambil ngopi dan ngobrol di kamar kost seorang diri (maksudnya mikirin nasib dimasa mendatang) tiba-tiba perhatian saya tertuju pada sebuah status yang ditulis oleh Ustadz Sukardi yang popuer disapa ustads muda di kampung kami.

Kedudukan Ar-ra'yu sebagai Landasan Hukum Islam

Referensi Pada dasarnya umat Islam yang beriman Kepada Allah swt. Meyakini bahwa Sumber utama Ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis sudah sempurna. Firman Allah dalam Alquran sudah sempurna membahas aturan-aturan, hukum, ilmu pengetahuan (filsafat), kisah, ushul fiqh dan lain-lain. Begitu juga Hadis Rasulullah yang salah satu sifatnya menjadi penjelasan ayat-ayat dalam Alquran. Posisi Hadis adalah penjelas dan sumber kedua setelah Alquran.

Saya Memilih Domisili di Kab. Gowa

Setelah memilih salah satu dari kandidat calon pemimpin baru Sulawesi Selatan pada selasa kemarin. Kali ini saya dihadapkan pada pilihan menetap di Bulukumba atau Kabupaten Gowa. Pilihan ini sebetulnya agak ribet bagi saya. Jika saya memilih tinggal di Bulukumba, berarti saya harus menyiapkan waktu dan tenaga ke Makassar setiap hari jum’at untuk kuliah dan balik lagi kekampung pada hari minggu untuk rutinitas pertanian.