Skip to main content

Menikah menambah Daya dan Upaya Sukses


Di dunia ini setiap orang harus berjuang untuk hidup. Setiap orang yang ingin memperoleh kehidupan yang lebih baik harus berjuang lebih keras dan menggunakan seluruh potensi diri untuk memanfaatkan potensi alam.

Sore tadi penulis sempat berdiskusi dengan sahabat tentang perbedaan orang yang sudah menikah dengan orang yang belum menikah dalam memperjuangkan hidup. Kalau kita mengamati bagaimana perjuangan hidup orang yang punya anak, orang yang punya istri/suami tapi belum punya anak dan muda mudi maka yang lebih serius dan gesit berusaha adalah yang memiliki istri dan anak karena mereka memiliki sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya untuk perjuangkan.

Memenuhi kebutuhan hidup memang penting bagi setiap orang. Semua orang akan berusaha mencari karunia tuhan untuk hidup sehat dan bahagia sehingga sebagian dari mereka melakukan pekerjaan yang sangat berat untuk mendapatkan apa yang diingikan.

Anca yand dijadikan contoh bahwa sebelum ia menikah, dia tidak mau menyentuh tanah kecuali ketika ia terjatuh namun setelah menikah ia sudah mau bekerja yang lebih kasar bahkan ketika sudah punya anak, ia rela melakukan apapun untuk menghidupi keluarganya. Melihat contoh ini, kita akan mengerti bahwa daya seseorang akan bertambah ketika ia memikul tanggung jawab yang lebih besar dan telah memiliki tujuan hidup yang lebih jelas dengan kata lain orang yang punya anak sudah menemukan eksistensi dirinya sebagai manusia dan memiliki generasi untuk kelanjutan hidupnya. Daya tersebut antara lain kekuatan fisik, pikiran, kemauan dan energi positif untuk menjadi lebih maju.

Konklusi lain yang bisa diangkat pada diskusi ringan ini adalah “menikahlah segera agar hidupmu lebih terarah”. Hal itu akan menjelaskan bahwa dengan menikah kamu bisa lebih baik dan berusaha, beribadah, mendidik dan membuat perencanaan untuk masa depan yang lebih baik.

Comments

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم

Popular posts from this blog

Saya Memilih Domisili di Kab. Gowa

Setelah memilih salah satu dari kandidat calon pemimpin baru Sulawesi Selatan pada selasa kemarin. Kali ini saya dihadapkan pada pilihan menetap di Bulukumba atau Kabupaten Gowa. Pilihan ini sebetulnya agak ribet bagi saya. Jika saya memilih tinggal di Bulukumba, berarti saya harus menyiapkan waktu dan tenaga ke Makassar setiap hari jum’at untuk kuliah dan balik lagi kekampung pada hari minggu untuk rutinitas pertanian.

Belajar dari Kekecewaan

Sambil ngopi dan ngobrol di kamar kost seorang diri (maksudnya mikirin nasib dimasa mendatang) tiba-tiba perhatian saya tertuju pada sebuah status yang ditulis oleh Ustadz Sukardi yang popuer disapa ustads muda di kampung kami.

Verifikasi Faskes Fasdik Program Keluarga Harapan

Verifikasi Faskes Verifikasi Fasilitas Pendidikan (fadsik) dan Fasilitas Kesehatan (faskes) merupakan salah satu tugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).   Verifikasi di lakukan setiap 3 bulan sekali oleh pendamping.   Hari ini  tanggal 25 September 2017, saya sebagai pendamping melakukan verifikasi    fasdik di  kecamatan Rilau Ale, khusus di wilayah dampingan.   Evaluasi Kegiatan Verifikasi Verifikasi ini merupakan salah satu uji indikator komitmen peserta Prog