Dokumentasi Foto Nikahan

0 comments
Kepada Sahabat(i) yang telah melangsungkan pernikahan. AHM mengucapkan selamat berbahagia dan selamat menempuh hidup baru. Semoga bahagia dunia akhirat dan menjadi Keluarga yang Sakinah Mawaddah wa Rahmah. Terkhusus untuk Asrul Sani, Jusniati Alimuddin, Wahyudi Muchtar, Nur Irmasari dan Bahtiar HJ, berikut AHM munculkan di Galeri sebagai kenangan pernikahan kalian.

 Asrul Sani, Selamat untuk hari bahagia anda

 Menjemput mempelai Pria di Rumah Jusniati Alimuddin Lehong

 Bersama Rombongan Keluarga Besar Ponpes An-Nahdlah Makassar

 Ustas Musyawir, Pendamping PKH Makassar yang ikut di rombongan mempelai Pria

Bersama Ustas Buhari Muslim, Sebentar lagi menjadi Doktor Tafsir Hadis UIN Alauddin Makassar di Pesta Jusni

Teman-teman yang gokil

Bersama ibu-ibu rempong

Menanti Kedatangan Pengantin Pria

Diajak selfi oleh pengantin baru.

Segera menyusul

Makan Pisang sambil mendengarkan wejangan tentang pisang panjang

Sahabat-sahabat teraneh. 

Calon IRT penasaran dengan pisangnya

Rekan Kerja di Pesta Wahyudi Muchtar dan Nur Irmasari

Bersama kawan-kawan akademisi

Mendampingi Mahabrata

Segera Menyusul Jejak Bapak Bahtiar HJ

Bergantian Menggunakan Mahkota raja sehari

mencoba selfie



Read More »

Petani Mendidik

0 comments

Bertani merupakan suatu pekerjaan mulia karena mengajarkan manusia untuk lebih pandai Bersyukur. Bertani juga Mengajarkan kita bahwa untuk meraih sesuatu (sukses) harus dengan perjuangan keras dan melalui proses yang tidak gampang. Setiap orang yang memilih kerja sebagai petani harus memiliki kemampuan fisik dan wawasan tetang ilmu alam dan pertanian. Ilmu itu adalah untuk memahami dan mempelajari hukum alam, membaca tanda-tanda alam, memilih perlakuan terhadap pekerjaan dan memilih waktu yang tepat untuk bercocok tanam

Sebelum munculnya paham ekonomi merkantalis, kapitalis, sosialis dan saat kebutuhan pokok manusia masih sebatas untuk sekedar makan dan tempat berteduh, penghasilan petani sudah cukup meskipun hanya bekerja sebagai sebagai petani sawah. Perkembangan teknologi dan pengaruh globalisasi memaksa manusia berkerja lebih keras dan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak lagi terbatas pada makanan dan tempat tinggal tetapi sudah merambah pada kebutuhan akses dan gaya.

Petani tidak ketinggalan merasakan efek Globalisasi. Saat ini petani membutuhkan produk dengan sentuhan teknologi tinggi mulai dari tahap persiapan awal, pembenihan, pemeliharaan/perawatan, panen, hingga produksi hasil pertanian. Tentu saja pengelolaan sektor pertanian juga membutuhkan biaya yang tinggi, belum lagi kebuhan pribadi dan keluarga terhadap akses, gaya hidup dan eksistensi diri yang makin menjadi-jadi.

Andi Radiah adalah seorang petani sederhana yang mencoba bertahan secara tradisional dan melawan beratnya gilasan arus globalisasi. Ia memahami bahwa pengaruh globalisasi dan doktrin ekonomi menjadikan yang tidak penting menjadi penting dan ada juga yang penting menjadi tidak penting. Contohnya adalah penggunaan HP sebagai alat komunikasi, meskipun secara fungsional sudah cukup dengan telp/sms/intertet namun seseorang tidak akan merasa puas jika hanya terdapat 3 fungsi dalam 1 genggaman tersebut. Ada pula yang dulunya penting pada akhirnya menjadi kurang penting seperti silaturrahim karena munculnya media komunikasi yang menghubungkan informasi (kabar/berita/perintah) tanpa harus ketemu.

Nama           : Andi Radiah
Gender         : Perempuan
Pekerjaan      : Tani/Kepala Keluarga
Pendidikan    : Tidak taman SLTP
Jumlah anak  : 6


Andi Radiah mendidik anak-anaknya dengan baik. Meskipun dia seorang petani, tapi ia memahami arti pendidikan bahwa anak yang terdidik adalah mereka yang mampu berbuat yang terbaik untuk diri, keluarga, keyakinan dan bangsanya. Ia mendidik anaknya melalui pendidikan keluarga berbasis agama dan pesan-pesan kearifan lokal. Untuk pendidikan formalnya diserahkan pada Madrasah terbaik.

Kehidupan postmodern yang membuat kebutuhan manusia semakin meningkat tidak mengubah pekerjaannya. Andi Radiah tetap setia bertani dan memasarkan hasil pertaniannya di pasar tradisional hingga pedagang daerah.

Pada umumnya petani menggunakan pupuk kimia untuk peningkatan produksi dan pestisida untuk membasmi rumput dan hama namun bagi Andi Radiah yang pendidkannya tidak tamat SLTP itu tidak sepakat dengan penggunaan pupuk kimia dan pestisida pada lahan pertanian. Baginya ada solusi lain untuk pupuk yang tidak membuat ketergantungan dan itu sangat alami. Untuk rumput tidak perlu dibasmi menggunakan pestisida, tapi cukup mencabut rumput dengan alat sederhana dan tidak perlu terlalu bersih. Ketika ditanya kenapa begitu, ia menjawab didalam tanah terdapat ekosistem dan rumput adalah salah satu dari ekosistem tersebut yang kehadirannya dibutuhkan oleh bagian dari ekosistem lain.


Read More »

Cerita Pulau Badi dari FPBI

0 comments
Tulisan ini merupakan kenangan saat berada di Pulau Badi Desa Mattiro Deceng Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).  Kegiatannya adalah camp sebagai refleksi dan pembubarn panitia kegiatan Sail Tomini tahun 2015 di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

Read More »

Kelompok Usaha untuk Kesejahteraan Keluarga

0 comments
Hari ini, Selasa 9 Mei 2017 penulis berhasil mengusulkan dua program untuk peningkatan kesejahteraan sosial keluarga. Program tersebut ditujukan pada Kemeterian Sosial Republik Indonesia yang di usulkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba. Manfaat Program ini akan di terima oleh Keluarga Penerima Manfaat Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Anrang sebanyak 1 Kelompok dan Desa Bontoharu sebanyak 1 Kelompok.

Read More »

Rencana Penelitian Sosial - Kelompok Usaha Bersama

0 comments
oleh : Abdul Haris Mubarak
A.    Latar Belakang
Sebagai khalifah dimuka bumi ini, manusia dianjurkan untuk memberikan hak kepada keluarga-keluarga dekat yang salah satu diantara mereka adalah orang-orang yang tergolong miskin. Anjuran tersebut sebagaimana difirmankan Allah dalam Q.S. Al- Israa’/17:26 yang Terjemahnya : “dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.[1]

Read More »

Karena Nuni, Istri dan Anak Tersingkirkan

0 comments
Sesekali Achmal memperlihatkan foto wanita cantik yang dia rayu di medsos. “Bagaimana ini? Cantikkan?” katanya pada salah seorang kawannya sambil merayu wanita cantik itu dimedia sosial.
Rupa yang cantik memang menggoda. Bukan hanya wanita tapi juga benda-benda cantik turut menyilaukan mata setiap orang. Bahkan tuhanpun menyukai hal-hal yang indah nan cantik. Kata “cantik” tidak hanya berlaku untuk kepuasan mata namun ia juga bisa menjadi penyejuk di hati ketika si cantik itu menjadi milik yang pengertian dan baik hati.
“Hai Gadis” Achmal menyapa dengan pilihan bahasa terbaiknya.
“Hai Juga” Respon Nuni sigadis cantik incaran Achmal.
“Nuni orang mana?” Kata Achmal dan setiap pertanyaan itu dijawab dengan baik. Karena terus direspon, Achmal selanjutnya Bertanya pekerjaan, alamat tempat kerja, lama bekerja, hubungan pekerjaan nuni dengan pekerjaan Achmal dan pertanyaan lainnya tentang informasi dasar si Nuni.
Setiap bahasa dalam dialognya selalu dibumbui kemesraan. Basa-basi adalah senjata Achmal untuk menyampaikan maksud hatinya, mirip seperti ular piton kelaparan yang siap menerkam kambing sebagai mangsa di depannya.
Kali ini Achmal mencoba melangkah ke titik aman pertama sebagai sebuah perkenalan. “Boleh ketemuan kan?” pintah Achmal pada Nuni.
“Boleh donk”, Nuni masih merespon baik permintaan Achmal.
Achmal mulai senang dan mencoba mengalihkan pembicaraan ke kawan-kawannya di kantor, sementara itu Nuni mengirim pesan balasan dalam bentuk pertanyaan “Kamu laki-laki atau perempuan?” yang belum sempat dibaca oleh Achmal karena sibuk ngobrol dengan kawan disekitarnya.
Anto dan Rudi adalah teman kerja Achmal, mereka menyaksikan Achmal yang senang karena bisa ketemuan dengan Nuni yang cantik. “Dia siap ditemui” kata Achmal yang terlihat girang.
Rudi yang juga berteman dengan Achmal di media sosial bertanya “Foto Profil yang kamu pasang dimedsos yang bagaimana?, terus nama kamu di medsos apa?”. Tiba-tiba Achmal terdiam dan segera memeriksa smartphonenya. Didapatinya teks pertanyaan dari Nuni “Kamu ini laki-laki atau perempuan?”.
Percakapan terhenti dan sengaja didiamkan oleh Achmal agar hari ini tidak ada lagi percakapan hingga nama dan foto profil milikinya terganti. Mungkin ia berharap esok lusa bisa kembali ngobrol dengan Nuni setelah mengganti foto profil dan namanya di medsos yang menggandeng nama perempuan yang tak lain adalah istrinya.
Sekarang Achmal benar-benar sadar bahwa ia telah salah memasang identitas sebagai seorang ayah yang memiliki istri dan anak kesayangan. Tapi dia belum benar-benar sadar bahwa yang dimilikinya adalah bagian dari dirinya yang tidak ingin dilukai sedikitpun oleh orang lain.
“Saya akan mengganti foto profil dan nama saya di media sosial!” kata Achmal pada rekan kerjanya. Rupanya ada ketidak puasan pada miliknya yang sangat berharga.





Read More »

Sekuat Apapun Kita Mencintai dan Berusaha, pada Akhirnya Kuasa Tuhanlah yang terbaik

0 comments
Hari ini kita bisajadi biasa-biasa saja namun esok atau hari-hari berikutnya menjadi luar biasa baik atau justru sebaliknya menjadi buruk. Tidak ada yang bisa memastikan akan bagaimana kita kedepannya karena itu merupakan misteri ilahi yang terbungkus dalam takdir-Nya.

Read More »