BTemplates.com

Indahnya Panorama Alam di Tanjung Bira Bulukumba

Tanjung Bira yang terletak di Wilayah Paling Selatan Pulau Sulawesi Terdapat Destinasi Wisata yang Luar biasa Indah.

Budaya Masyarakat Tator Salah Satu Warisan Budaya Dunia

Toraja sebagai destinasi budaya paling baik di Sulawesi Selatan. Kunjungi dan rasakan bagaimana serunya berpetualang di sana.

Menikmatis Sensasi Rasa Panganan Khas Parigi Moutong

Jangan lewatkan kesempatan menikmati cita rasa khas dan spesial dari Parigi Moutong ketika anda berkunjung kesana.

Kota Sejuk Malino

Kita akan merasakan sensasi wisata dunia di Malino, saat ini Malino menjadi persiapan wisata taman nasional yang sekelas dengan Wisata Puncak Bogor

Bermain Ceria di Bantimurung

Jika suatu saat anda berkunjung ke Makassar, sempatkanlah berkunjung ke Bantimurung untuk keceriaan dan kedamaian.

Sunday, 19 March 2017

Kahaya

Mandi di Bendungan Desa Kahaya, Dusun Tabbuakang

Menikmati Sejuknya Alam

Membawa Cemilan dan Minuman Ringan

Memasak Ala Kadarnya

Sampai di Dusun Kahaya

Donggia, Salah satu Icon Desa Kahaya

Luraya, Danau di Desa Kahaya

Ngobrol santai sambil menikmati minuman dan cemilan

Menikmati air yang jernih
Menikmati Rokok

Mandi bersama teman-teman

Dimensi dan Pengembangan PotensiPotensi Manusia

Manusia adalah mahluk sosial sehingga menurut teori populer bahwa ia tidak bisa hidup sendiri atau harus berinteraksi dengan orang-orang dilingkungannya untuk hidup. Berangkat dari tesa tersebut, Penulis ingin menyinggung sisi lain bahwa manusia berdasarkan hirarkinya boleh melakukan beberapa kegiatan positif sebagai mahluk sosial. Disamping dimensi manusia sebagai mahluk sosial, juga memimiliki dimensi individu maupun dimensi spiritual sehingga keseluruh dimensi tersebut memiliki potensi penting untuk dikembangkan.
Berangkat dari potensi individu sejatinya melatih pengembangan diri pada berbagai jenis kegiatan antara lain pengembangan wawasan/wacana, pengembangan mental/spiritual pengembangan kekuatan fisik serta hal-hal yang penting untuk dikembangkan. Begitu pula dengan potensi sosialnya, harus dibangun dengan kegiatan sosial berupa keterlibatan untuk hal-hal positif di masyarakat.
Berdasarkan uraian teori di atas, sejatinya setiap individu memantapkan fungsi individu, fungsi sosial dan fungsi spriritualnya masing-masing. Karena individu membutuhkan dan sangat tergantung pada Penciptanya sehingga potensi spiritual sangat penting untuk diasah. Baik dengan jalan sholat, sedekah, mendidik, maupun ibadah-ibadah lainnya. Sementara untuk kegiatan sosialnya, agar mendapatkan eksistensi diri pada hirarki teratas maka seseorang harus melakukan yang terbaik pada sesamanya. Perlakuan baik di masyarakat tersebut merupakan suatu stimulus yang suatu saat akan direspon baik oleh orang-orang di masyarakat.
Dalam mengembangkan potensi individu, selain melalui aplikasi kegiatan pengembangan diri juga perlu melakukan berbagai kegiatan pemenuhan kebutuhan diri antara lain pengembangan wawasan melalui membaca (teks, non teks dan tanda-tanda alam), pengembangan aktivitas fisik seperti (puasa, bela diri, latihan lari, memanah atau jenis olahraga lainnya).
Tanpa memperpanjang pembahasan tentang eksistensi manusia ini, penulis ingin memberi bahasa kunci bahwa penuhilah seluruh kebutuhan individu, spiritual maupun sosial anda sehingga eksistensi anda berada pada hirarki paling atas, yaitu fungsi sosial yang dibutuhkan di masyarakat. Untuk itu sejatinya kita bisa membagi waktu untuk kebutuhan spiritual, kebutuhan sosial maupun kebutuhan pengembangan diri masing-masing individu. Meskipun demikian, 3 kebutuhan dasar yang diangkat pada tulisan ini bisa dipadukan menjadi satu yaitu kegiatan yang memiliki nilai sosial, spiritual dan pengembangan diri.
Kegiatan yang inklud adalah jelajah sebagai rutinitas yang pribadi penulis pilih. Karena alam raya ini tidak mampu ditembus sehingga penulis hanya berusaha memahami hal-hal yang tertulis pada alam raya ini. Tentu bukan sekedar jelajah karena bukan sekerdar refreshing.


Saturday, 18 March 2017

Mappettu Adeq

Mappettu Adeq
Hari ini, Sabtu tanggal 18 Maret 2017 dua orang sahabat kami memantapkan hubungannya melalui ritual adat yang dalam daerah kami di sebut Mappettu Adeq. Penulis yang hadir pada acara tersebut seolah menyaksikan lobi-lobi politik untuk menyatukan kekuatan keluarga untuk lebih dekat, lebih baik dan lebih luasnya silaturrahim. Meski demikian masih banyak alasan lain yang lebih penting dari semuanya seperti luasnya arti kata cinta.
Sedikit catatan tentang prosesi adat hari ini bahwa keluarga Pak Muchtar dari Maros diterima oleh Keluarga Pak Abdullah di Kelurahan Palampang Kabupaten Bulukumba untuk menyampaikan niat baiknya. Melalui dialog kekeluargaan itu, terlihat menarik karena esensi budaya leluhur bangsa bugis tidak dilupakan namun disederhanakan dengan cara yang lebih ringan. Budaya boleh mengalami pergeseran selama tidak mengurangi nilai-nilai dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
Pergulatan Agama dan Budaya lokal serta aturan Negara juga menjadi pembahasan pada ritual Mappettu Adeq. Syarat pernikahan berdasarkan agama cukup disebutkan tanpa ada komentar, selanjutnya pembahasan dalam bentuk dialog terkait adat dan aturan Negara juga berjalan lancar. Tidak ada perdebatan kedua pihak keluarga karena menurut hemat penulis bahwa mereka saling cinta sehingga tidak ada alasan untuk mempersulit keadaan.
Penulis tidak perlu membahas bagaimana proses pertemuan lalu berkenalan hingga munculnya perasaan yang kemudia diutarakan menjadi bahasa cinta kedua insan muda (Wahyudi Muchtar dan Nur Irmasari). Hanya ingin menyampaikan sedikit pesan bahwa buktikan cinta anda melalui ikatan cinta, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah. Amin amin yaa rabbal ‘alamin.

Friday, 17 March 2017

Belajar Dari Manajemen Bahlul Hingga Yang Terbaik



Kalau mau sukses jadilah pengusaha, merupakan pernyataan yang paling sering saya dengar dari sahabat maupun orang yang telah sukses (dengan jumlah penghasilan diatas rata-rata). Memang diakui bahwa rata-rata orang kaya di Indonesia maupun di belahan dunia ini rata-rata berpihak pengusaha.