Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Strategi

Lebih Fokus dan Terus Berjuang sebagai Resolusi

  Perubahan akan selalu beriringan dengan berjalannya waktu dan pada perbedaan ruang gerak. Ketika seseorang berada pada lingkungan belajar maka perubahannya adalah tau lebih banyak, berbuat lebih baik dan menjadi panutan bagi orang lain. Sebaliknya jika seseorang justru berada pada pergaulan yang buruk maka perubahannya adalah pikirannya picik, gerakannya licik dan mentalnya pasti miris. Awal tahun 2023 adalah sebuah kenyataan (terjadi saat ini) yang merupakan jawaban kausalitas dimana setiap kejadian (akibat) berangkat dari sebab. Saya menyadari bahwa hari ini saya gagal dalam berbagai urusan dan cita-cita. Penyebabnya adalah saya memiki banyak kekurangan, kurang belajar, kurang semangat, kurang fokus, kurang menyadari, kurang pemahaman dan banyak lagi. saya menyadari bahwa orang yang sukses pasti telah melakukan perjuangan yang keras dimana mereka tau apa yang sedang dijalankan dan diperjuangkan, mereka belajar, mereka fokus pada tujuan, pantang menyerah dan memiliki komitmen ...

Rumah Nalar kami jadikan Prioritas TBM

Setiap insan harus punya harapan yang diperjuangkan menjadi kenyataan. Pribadi saya juga punya segudang harapan, mulai harapan jangka pangjang hingga harapan mendesak. Diantaranya ada yang prioritas dan ada yang sekedar berharap saja. Kalau ditanya apa yang priotitas tahun ini maka saya bilang “nikah” karena ini adalah hal yang terpenting bagi saya saat ini, namun ada cita-cita penting untuk urusan sosial dan pengabdian masyarakat. Prioritas penting ditahun 2018 ini adalah mengembangkan Rumah Nalar. Sebagai ketua program Rumah Nalar, pribadi merancang hal ini secara kolektif dan konsep swadaya yang dibangun dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat umum. Rumah Nalar tidak sekedar perpustakaan atau taman bacaan masyarakat saja tapi juga menerapkan konsep sekolah alam dimana masyarakat dari berbagai kalangan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan fasilitas yang ada pada rumah nalar. Masyarakat bisa mendapatkan berbagai hal antara lain; 1) bahan bacaan (referensi) yang be...

Pendekatan dalam Mendidik

Saat melakukan verifikasi di pada salah satu fasilitas pendidikan dasar di Kabupaten Bulukumba kemarin (Sabtu, 15 April 2017) salah seorang guru mengatakan bahwa “terdapat siswa yang jika diukur kehadirannya di kelas maka dia termasuk siswa yang rajin. Kenyataannya dia hanya hadir dan mengacau, tidak mengerjakan tugas-tugas dan termasuk anak yang nakal”.

Berproses yang Keras untuk Hasil yang Terbaik

Sahabat penulis pernah berpesan melalui akun Facebooknya bahwa “kebanyakan orang yang sukses hari ini berangkat dari didikan keras pada masa lalunya. Begitu juga keluarga yang dulunya kaya raya dan mempunyai nama yang besar tidak sedikit yang gagal dalam mewariskan ketenaran pada generasinya karena cara mendidik yang keliru”. 

Strategi Dakwah Umat Kristiani

Perhatianku tertuju pada sebuah tayangan Telivisi pada Rabu malam, pukul 21:30 WITA. Ternyata pesona dakwah itu memiliki daya tarik yang mungkin akan mencuri perhatian anda juga. Itulah trik dakwah umat Kristiani yang tayang di ShineTV beberapa menit yang lalu. Sebuah strategi dakwah yang menggunakan pendekatan kebudayaan dan kearifan lokal yaitu melalui sebuah film tentang perjalanan hidup Yesus bersama kaumnya yang dikemas dalam bahasa Mandar. Sebetulnya, film itu akan biasa-biasa saja jika tidak menyentuh kebudayaan dan menggunakan bahasa Mandar sebagai misi menyebarkan dakwahnya. Tentunya sasaran utama yang disentuh secara khusus adalah masyarakat Mandar dan Masyarakat Indonesia secara Umum.

Mengukur Popularitas Blog

بِسْمِاللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ Hobby Blogging bisa dibilang sudah sangat populer, baik sekedar menuangkan bakat nulis, publikasi berita, berbagi tips, bisnis, tujuan organisasi atau tujuan lainnya. Apapun rubrik dari blog kita, penting untuk diketahui kualitas dan popularitas dari suatu blog. Pada uraian lebih lanjut akan dibahas cara mengukur kualitas blog .

Desember Bulan Evaluasi Diri

Bulan Desember penghujung tahun 2012 sudah bisa dijadikan tolak ukur keberhasilan kinerja oleh masing-masing kita, baik secara individu maupun kolektif. Do’a dan harapan segenap umat manusia untuk menorehkan prestasi pada 31 Desember 2011 hari ini sudah bisa dievaluasi.