Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Perjuangan

Bangunan Rumah Nalarku

Kami bermimpi mewujudkan kecerdasan masyarakat di Bulukumba. Olehnya itu melalui suatu gerakan kolektivitas kami merintis taman bacaan masyarakat (TBM) yang namanya lebih dikenal dengan rumah nalar. Rumah Nalar ini berangkat dari program The Phinisi Center, Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat Kabupaten Bulukumba yang prihatin dengan kondisi pendidikan dan sosial sehingga berusaha mengambil peran yang sederhana dan bermanfaat untuk sama-sama mewujudkan kemajuan daerah.

Jelajahku dan Karyamu untuk Kelestarian dan Kemandirian Sosial di Pulau Sembilan

Setelah sekian lama penasaran dengan Pulau Sembilan , akhirnya hari sabtu sampai senin, 22 s/d 24 April 2016 penulis berkunjung ke Desa Pulau Padaelo Kecamatan Pulau 9 Kabupaten Sinjai. Penulis sempat mengunjungi 2 pulau yaitu Kodingare dan Sumpanglampe. Awalnya saya bermaksud camping di pesisir pulau karena ingin menikmati suasana sejuk angin pantai di pesisir salah satu pulau di sana. Meskipun niatnya camping , namun pada akhirnya saya ikut bergabung dengan sahabat-sahabat super sang penggagas program terbaik untuk masyarakat di Pulau.

Pendekatan dalam Mendidik

Saat melakukan verifikasi di pada salah satu fasilitas pendidikan dasar di Kabupaten Bulukumba kemarin (Sabtu, 15 April 2017) salah seorang guru mengatakan bahwa “terdapat siswa yang jika diukur kehadirannya di kelas maka dia termasuk siswa yang rajin. Kenyataannya dia hanya hadir dan mengacau, tidak mengerjakan tugas-tugas dan termasuk anak yang nakal”.

Berproses yang Keras untuk Hasil yang Terbaik

Sahabat penulis pernah berpesan melalui akun Facebooknya bahwa “kebanyakan orang yang sukses hari ini berangkat dari didikan keras pada masa lalunya. Begitu juga keluarga yang dulunya kaya raya dan mempunyai nama yang besar tidak sedikit yang gagal dalam mewariskan ketenaran pada generasinya karena cara mendidik yang keliru”. 

Belajar Dari Manajemen Bahlul Hingga Yang Terbaik

Kalau mau sukses jadilah pengusaha, merupakan pernyataan yang paling sering saya dengar dari sahabat maupun orang yang telah sukses (dengan jumlah penghasilan diatas rata-rata). Memang diakui bahwa rata-rata orang kaya di Indonesia maupun di belahan dunia ini rata-rata berpihak pengusaha.

Produk Instan dan Sistem sebagai tantangan pemuda

Segala puja dan syukur dipanjatkan pada Tuhan Rabbul ‘alamin TANTANGAN PEMUDA DALAM MENYIKAPI PRODUK INSTAN DAN SISTEM  Suatu Refleksi --- Dari ratusan tulisan yang telah saya posting di blog ini , masalah kepemudaan menjadi topik yang cukup sering muncul sebagai sorotan. Berangkat dari refleksi hari sumpah pemuda yang diperingati hari ini (28 Oktober 2016). Sorotan utama penulis adalah sangat banyak diantara pemuda kita yang menyukai produk instan, pendidikan instan, kekayaan dengan cara instan, sistem kehidupan yang isntan dan lain-lain. Sepintas lalu, cara instan bisa dibenarkan karena untuk apa memilih cara-cara lama yang konvesional dengan proses waktu yang cukup lama? Sedangkan banyak yang bisa didapatkan secara gampang dan proses yang lebih singkat.

Harapan Bunda Demi Hidupku

Ibuku, apa yang engkau khawatirkan dan harapkan pada saya belum sepenuhnya saya bisa laksanakan. Seperti yang engkau bahasakan berkali-kali bahwa kerja untuk kesejahteraan anakmu sudah semestinya didapatkan, begitupula agar saya segera beristri untuk generasi penerusmu supaya dipersiapkan segera.

Mereka dibalik Kesuksesan Kemah Bahari oleh FPBI

Di balik kesuksesan suatu usaha atau pekerjaan, selalu ada usaha dan do’a atau harapan untuk sukses secara total. Kesuksesan itu berlaku secara individu maupun kolektif. Dalam mewujudkan cita-cita organisasi atau gerakan kolektif, juga selalu ada orang-orang hebat yang berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita organisasi. Meski demikian, jatuhnya suatu organisasi seringkali ada hal-hal ganjil yang telah dilakukan oleh pemegang kebijakan dan tim yang bekerja untuk organisasi atau mungkin juga disebabkan dari faktor eksternal yang berarti ada gangguan dari luar yang tidak senang melihat kesuksesan suatu gerakan kolektif yang salah satunya disebabkan oleh kecemburuan social.

Berdiri dan Memandang

Saya tidak pernah menduga saya akan menjadi seperti saat ini. Saat dimana aku berdiri dengan keadaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Saya bergaul dengan ribuan orang dari berbagai latar belakang. Berkenalan dengan dunia yang kadang kejam dan sering kali sangat bersahabat. Saya tidak pernah menduga akan mencapai gelar akademik tingkat magister, saya juga tidak pernah menduga akan bekerja sebagai dosen sekaligus sebagai petani (kerjaan saat ini). Juga tidak pernah menduga akan ketemu dengan tokoh spiritual yang sangat bijaksana, termasuk tidak pernah menduga akan jatuh hati pada sesosok gadis cantik yang kemudian membuat saya bimbang karena level saya lebih rendah. Selanjutnya saya tidak menduga akan ketemu rekan yang memiliki berjuta kelebihan, sumber inspirasi dan sebagainya.

Banyak Belajar sebelum Sedikit Mengajar

Teringat jelas dalam ingatan saya pesan salah seorang senior bahwa: “Tidak selamanya kamu menimbah ilmu seperti saat ini, suatu saat nanti kamu akan diminta berbagi ilmu dan yang demikian (berbagi ilmu itu) hanya bisa dilakukan lewat tulisan, penyampaian lisan (ceramah) dan praktek”

Perjuangan dan tantangan hingga menuai hasil (Catatan Kecil Petani Cengkeh)

Ketika kita menuai hasil, maka segala tantagan yang pernah dilalui dan diperjuangkan tidak lagi terasa, bahkan perjalanan dari perjuangan yang melelahkan seringkali berubah menjadi cerita istimewa untuk seorang petani.