Sunday, 25 March 2012

Bentrok karena Kurangnya Kesadaran


Sintesa Hasil diskusi
Di Tulis Oleh : Abdul Haris Mubarak
Mata kuliah Ilmu Sosial dan Alamiah Dasar
Tanggal 25 Maret 2012, Pukul 13.00 – 15.00 WiTA di UMI Makassar
Tema : Kesadaran

Saat dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkomentar tentang fenomena sosial yang marak terjadi yaitu demonstrasi atau aksi protes terhadap kebijakan pemerintah yang sering dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
Persoalan yang diangkat oleh Dosen Ilmu Sosial dan Alamiah Dasar tersebut adalah “mengapa marak terjadi protes yang sering berakhir dengan bentrok atau chaos?”
Semua mahasiswa yang hadir memberikan pandangan yang bervariasi namun tanggapan yang berbeda tersebut tidaklah bertentangan. Eksplorasi gagasan oleh teman-teman mahasiswa tersebut memperkaya warna dan ragam dari diskusi. Gagasan yang dilontarkan adalah pelengkap informasi dari sebagian informasi yang lain sehingga terbentuk suatu informasi baru atau dalam bahasa filsafat dikenal sebagai sintesa.
Komentar pertama dari seorang pengamat adalah tidak ada kesadaran dari semua pihak sehingga terjadi protes. Rakyat atau mahasiswa atas nama rakyat memprotes kebijakan pimpinan karena merasa bahwa kebijakan yang dikeluarkan pimpinan adalah suatu kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat sementara pemerintah juga mengatakan bahwa “kebijakan yang dikeluarkan adalah untuk kesejahteraan rakyat”. Komentator pertama dari seorang pengamat ini membahasakan bahwa harus ada nota kesepahaman antara pembuat kebijakan dan rakyat selaku objek dari kebijakan pemerintah. Bentuk kesepahaman itu adalah komunikasi yang baik untuk menghindari terjadinya miss understanding dan pemberian material untuk kesejahteraan rakyat.
Indikator yang sama yaitu tentang kesadaran juga menjadi alasan oleh komentator lainnya. Katanya, untuk melakukan aksi yang mengatasnamakan kepentingan rakyat adalah harus dengan kesadaran agar terhindar dari Chaos atau bentrok. Kesadaran yang dimaksud adalah kesadaran yang motifnya lain yaitu kesadaran intelektual dan kesadaran naïf yang katanya pemerintah harus mengerti betul keadaan rakyat sehingga bisa membuat program yang sejalan dengan rakyat. Sebaliknya rakyat juga mengekplorasikan aspirasinya tanpa harus merusak material fasilitas umum ataupun miliki perseorangan.
Disadari atau tidak, kenyataan telah memberikan gambaran bahwa konsep di atas adalah suatu kesepahaman yang secara teoritis benar adanya akan tetapi untuk aplikasinya dilapangan tidaklah semuda membalik telapak tangan. Semakin banyak komentar, biasanya semakin sulit untuk membuat suatu putusan.
Apa sesunggunya yang melatarbelakangi maraknya aksi protes dan demonstrasi yang berakhir Chaos?  Jawaban singkatnya adalah soal pemenuhan kebutuhan. Ilustrasinya dapat kita lihat pada anak yang minta uang pada orang tuanya. Jika anak ini tidak segera dipenuhi maka anak ini biasanya akan marah atau bahkan mengamuk, namun jika kebutuhannya segera dipenuhi maka orang tuanya akan sejalan dengan anaknya, bahkan orang tua bisa mendapatkan imbalan berupa bantuan dari sang buah hati.
Kebutuhan dasar rakyat adalah sandang, pangan dan papan. Kebutuhan tersebut terkait erat dengan system ekonomi politik yang dikendalikan oleh pemerintah sehingga wajar kalau pemerintah menuai protes dari rakyat jika kebutuhan dasarnya ditangani oleh pemerintah secara berlebiha. Penyelesaiannya adalah kebutuhan pribadi rakyat harus terpenuhi melalui usahanya sendiri dan pemerintah harus mendukung serta membantu rakyat untuk memenuhi kesejahteraan keluarganya.

No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم