Friday, 5 October 2012

Cara Saya Mengenal Anda


Kita saling mengenal bukan karena secara kebetulan tapi berangkat dari beberapa hal penting sehingga dilowongkan waktu yang luang untuk bergaul dengan anda. Untuk itu, jadilah orang yang penting untuk orang lain, yaitu memberikan kesan baik terhadap sesama. Itulah yang memperbaiki hubungan manusia,
dengan demikian anda akan dihargai dan pergaulan yang luar biasa berarti menjadi milik anda.
Bergaul itu manusiawi, karenanya banyak orang yang memilih pergaul dengan banyak versi sementara yang lain memilih tidak bergaul dengan masing-masing alasan. Uniknya, orang hanya mau bergaul karena merasa cocok dengan teman gaul sementara yang dinilainya  tidak cocok justru dibuang jauh-jauh. Namanya manusiawi, hanya memilih sesuatu yang dibutuhkan atau dinilai bermanfaat.
Seperti yang digambarkan di atas, ternyata pergaulan di Kota-kota besar benar-benar berlandaskan pada “kepentingan saja”. Prinsip yang dipakai adalah “apa pentingnya bergaul dengan orang itu” atau “sejauh mana orang itu memberi manfaat terhadap saya”. Jika disaksikan lebih cermat, bisa dibilang bahwa pergaulan dikota telah terjangkit pengaruh materialisme sehingga yang dinilainya baik hanya yang mendatangkan banyak keuntungan materi. Seperti itulah gambaran kehidupan diperkotaan.
Bergaul di kota beberapa dekade terakhir masih terbilang unik ketika tetangga tidak saling mengenal. Berbeda dengan keadaan saat ini, ternyata yang unik adalah kalau masih ada orang yang bergaul akrab dengan tetangga. Faktor tersebut disebabkan karena mayoritas kerukunan hidup bertetangga tidak lagi penting jika tidak dilandasi kepentingan bersama. Telah terjadi pergeseran nilai oleh arus globalisasi yang memaksa orang untuk terus menjadi yang terbaik tanpa memikirkan orang lain yang tertindas karenanya.
Bertolak dari model di atas, ternyata masih ada juga kelompok yang bergaul berasaskan kekeluargaan, entah keluarga karena hubungan biologis, sama keyakinan (satu agama), satu bangsa atau yang lebih luas adalah persaudaraan sesama manusia. Uniknya, pergaulan orang-orang yang ada pada kelompok ini tidak berdasarkan pada materi, tapi karena kerelaan terhadap sesama (inilah yang unik untuk jaman sekarang ini). Dasarnya adalah keikhlasan bererbagi dan memberi tanpa berharap imbalan. Kelompok ini sudah jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, karenanya kelompok ini menjadi unik. Itulah kearifan lokal di Negeri ini yang kian terkikis oleh arus materialisme pengaruh budaya barat.
Ada lagi suatu versi pergaulan yang unik di kota. Yaitu membatasi pergaulan tanpa berbicara soal materialisme atau persaudaraan. Ini sekedar tips bagi sebagian orang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dinilainya bahwa banyak hal yang tidak wajar dalam pergaulan dikota sehingga mesti dibatasi. Pengalaman juga bahwa pergaulan memiliki potensi dosa lebih tinggi dikota, itu dikarenakan batasan pergaulan perempuan dan laki-laki hampir tidak ada lagi, orang tua tidak lagi menjadi panutan karena memang kita bingung siapa yang harus jadi panutan dikota. Etika benar-benar telah bergeser yang entah akan berakhir dimana?.

No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم