Friday, 14 December 2012

Fiqhi Sosial - Syarat Taqwa


 
133.  Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

134.  (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Khatib di Mesjid Babul Jannah Manuruki Makassar mengangkat tema khutbah adalah “orang-orang yang bertaqwa”, ayat di atas yang dijadikan rujukan/syarat seseorang yang memiliki ketaqwaan: pointnya antara lain:
Ayat di atas dalam tinjauan kontemporer disebut sebagai fiqhi sosial, yaitu fokus agama pada permasalahan-permasalahan sosial. Agama menurut pandangan awam memang hanya mengurus persoalan ritual atau ibadah khusus kepada Allah. Fokus agama dalam pandangan awam tentang ritual Islam adalah hablum minAllah sedang hablum manannas dianggap syarat kedua sebagai pelengkap ibadah.
Ayat di atas justru menempatkan hablum minnas sangat penting dan utama dalam mengukur tingkat ketaqwaan seseorang. Pada ayat 133 yang terjemahnya adalah “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”[1]. Kemudian pada ayat 134 dijelaskan syarat-syarat orang yang bertaqwa antara lain :
1.   Orang yang menafkahkan hartanya diwaktu lapang maupun diwaktu sempit
2.  Orang menahan amarahnya
3.  Orang yang memaafkan kesahalah orang
4.  Orang yang berbuat kebajikan
5.  Berdzikir mengingat Allah dan memohon pengampunan
Sangat jelas bahwa syarat di atas merupakan bentuk ibadah Hablum minannas. Infaq merupakan urusan sosial sebagaimana tujuan sedekah untuk kepentingan sosial.[2] Lalu point kedua sampai point keempat merupakan perbaikan hubungan sosial. Syarat yang kelima baru menyentuh point hablum manAllah.
Kesimpulannya, orang yang bertaqwa adalah orang yang baik hubungan sosialnya berdasarkan tuntunan al-Qur’an (Fiqhi Sosial) dan selalu mengingat Allah serta memohon pengampunan dari-Nya.



[1] Ayat dan terjemah ayat bersumber dari al-Qur’an in Affice. Hal ini memungkinkan ada ketidak-samaan dalam terjemahan.
[2] Lihat Q.S. Al-Mujaadilah (58 : 13 ) atau tujuan Zakat pada Q.S. At-Taubah (9 : 60)

No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم