Monday, 24 December 2012

Gampang Mengundang tapi Sulit Mengejar Cinta


Pesan bunda untuk Agung agar pergi meninggalkan kampung halaman menuju kota metropolitan menuntut ilmu dan menemukan jati diri di sana. Tersimpan rapi pada memori Agung kata mutiara oleh ibunya yang berpesan “tinggalkan kampung ini untuk menemukan jati dirimu di Kota Daeng. Tuntutlah ilmu di sana dan ukirlah prestasimu. Harumkan nama baik daerahmu dan Jangan pernah kembali ke kampung halaman jika kamu belum mendapatkan apa yang kamu cari. Ibu akan mendo’akan kamu agar sukses di sana lantaran aku rela melepasmu jauh dari keluarga. Ibu pun berharap kamu melupakan Ibu dan daerahmu yang selama ini telah memanjakan kamu”.

Pesan itu di pegang teguh oleh Agung sehingga ia teguh berjuang dan bertahan seberat apapun masalah yang sedang ia hadapi. Ia benar-benar berprestasi di Kota berkat pesan Ibu yang dipengang teguh olehnya.
Tantangan yang dihadapi Agung adalah kerinduan akan suasana damai di kampung halaman. Ia selalu rindu suasana alam yang asri serta belaian keluarga yang harmonis dan penuh perhatian.
Masalah lain yang dialami Agung adalah sulit menyesuaikan diri dengan pola pergaulan di kota metropolitan. Ia lebih memilih berdiam diri daripada teribat dengan keegoisan orang-orang yang dikenalnya. Sangat sulit baginya untuk menemukan sahabat sejati yang memegang teguh prinsip saling pengertian. Tidak jarang ia harus mengerjakan sendiri pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh banyak orang.
Tantangan terberat yang dihadapi oleh Agung adalah melawan hasrat untuk tidak tergoda pada pesona wanita-wanita cantik yang ada di sekelilingnya. Beberapa wanita menyukai Agung yang sederhana, cerdas, pekerja dan tampangnya yang polos. Bagi Agung, sangat sulit untuk melawan hasrat itu, terlebih ia selalu teringat pesan bundanya untuk meraih kesuksesan, sementara ia berkeyakinan bahwa wanita akan menghambat ia menggapai cita-citanya.
Suatu ketika, ia didapati oleh tetangga kostnya merenung kosong. Rahmat tetangganya itu adalah orang yang biasa dilihatnya namun ia hanya sekedar kenalan biasa karena Agung tidak pernah menganggap spesial terhadap orang lain kecuali mereka berprestasi. Rahmat sebagai seorang tetangga yang berpenampilan gaul mencoba menyapa Agung yang merenung kosong.
“Apa yang sedang engkau pikirkan kawan?”
“Tidak ada, aku tidak tau apa yang aku rasakan!”
“Sepertinya ada yang mengalihkan perhatianmu di luar sana?”
“Aku juga tidak tau pasti kawan!”
“Dari tatapan matamu yang menggambarkan semua itu”
Agung merasa malu untuk mengatakan apa yang sebenarnya dirasakan. Meski ia sosok pemuda yang polos, namun ia juga merupakan sosok yang pemalu. Ia sangat sulit mengemukakan sesuatu yang bersifat pribadi termasuk soal cintanya pada wanita.
Rahmat yang melihat ada masalah serius yang dihadapi Agung merasa penting untuk membatu menyelesaikan masalah Agung. Rahmat tetap penasaran dengan gaya Agung yang terlihat aneh. Kondisi tersebut membuat Rahmat penasaran dan harus cari tau masalah yang dihadapi oleh Agung. Ia kembali mengurai bebarapa hal tentang si Agung.
“Kamu tidak seperti biasanya, sepertinya kamu punya masalah tapi tidak masalah kalau kamu tidak bisa mengungkapnya”
“Ia, aku memang punya masalah tapi aku sendiri tidak tau apa itu!”
“Kamu pasti merasakan sesuatu yang sangat aneh dalam dirimu tapi itu wajar”
“Betul! Perhatianku selalu terarah pada seorang gadis tetangga kita”
“Lalu kenapa kamu tidak mengunkapkan perasaanmu?”
“Untuk apa? Aku juga belum siap menjalani hubungan khusus!”
“berkenalan kawan! Kamu harus mencoba berkenalan dan belajar mencocokkan karakter dengannya. Kamu akan menjadi pacarnya dia jika dia menyetujui kamu jadi pacarnya”
“Aku tidak yakin bisa melakukan itu!”
Agung merasa berat untuk menerima saran Rahmat untuk mencoba menyatakan cinta dan menjadikan Indah sebagai pacarnya. Ia sangat berhati-hati dengan pesan sang bunda untuk mengukir prestasi di Kota Metropolitan. Ia sungguh memahami pesan sang bunda tersebut sebagai sesuatu yang sangat sakral dan padat makna, ia bahkan memaknai bahwa wanita merupakan salah satu penyebab yang akan menjadi penghalang kesuksesan jika berjalan di luar jalur, salah satunya adalah berpacaran. Kekhawatiran ini disampaikan pada Rahmat.
“Perasan itu justru membelenggu batinku, aku ingin selalu melihatnya dan ada disisinya”
“Aku mengerti kawan! Pertimbanganmu tidak salah, Ibundamu pun tidak salah. Hanya saja yang penting untuk kamu perbaiki adalah meluruskan niat dan tujuanmu!”
“Lalu apa yang harus aku lakukan?”
“Rayulah Indah untuk menjadi Pacarmu sebelum orang lain mencuri hatinya!”
“Aku masih belum yakin dengan ini!”
“Ingat! Tujuan pacaran itu adalah belajar membina rumah tangga yang kecil, menjadi pemimpin dan menjalin hubungan yang harmonis. Pacaran berarti belajar dan niat tulus untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Orang biasa menyebut pacaran sebagai pencocokan karakter, jika merasa nyaman maka semestinya diterukan pada jenjang nikah, manun jika terdapat ketidak-cocokan, maka hubungan itu sebaiknya sudah segera harus diakhiri”.
Pesan Rahmat dinilai masuk akal Oleh Agung sehingga ia ingin segera menemui Indah untuk menyatakan cintanya. Tapi Agung sungguh tidak pengalaman melakukan ini, iapun ingin belajar pada Rahmat yang sudah terbiasa berpacaran dan menggoda wanita.
“Aku tidak biasa dan malu melakukan ini”
“Sudahlah! Buang saja rasa grogimu itu kawan! Kamu hanya butuh cari tau apa yang Indah suka dan kamu penuhi itu, setelah itu cobalah bersilat lidah”
“Akan aku coba, tapi untuk dia, kata-kata apa yang paling tepat?”
“Gombal saja! Kebanyakan Wanita suka di gombal!”
“Terima kasih kawan!”
Persiapan untuk menundukkan hati Indah dilakukan dengan matang oleh Agung. Ia benar-benar cermat dan melakukan trik-trik penakluk hati wanita yang telah diajarkan oleh Rahmat. Hingga waktunya tiba ketika merasa persiapan sudah matang, maka didekatilah Indah dengan pujian dan ungkapan romantis.
Indah terbawa hanyut oleh Agung dan menerimanya sebaga pacarnya. Mereka hidup romantis dan saling menyayangi. Dalam keseharian selalu ada kesempatan untuk bertemu, berbagi dan romantisan. Mereka benar-benar hanyut dalam romantisme hingga lekas melupakan pesan-pesan sang bunda.
Dalam keadaan terhimpit masalah keuangan, Agung bersurat ke kampung halaman meminta uang kepada orang tua tercinta. Uang yang dimintanya adalah untuk biaya kuliah sebagaimana biasanya. Surat tersebut direspon oleh Ibunda Agung lalu membalas surat tersebut dengan menanyakan keadaan kuliah Agung serta catatan prestasinya disertai kiriman uang lebih banyak dari yang diminta Agung sambil tertulis do’a dalam surat oleh sang bunda yang berharap Agung segera meraih sukses dan membawa kabar gembira di kampung.
Agung merasa sangat terpukul membaca surat bunda yang menanyakan prestasinya. Ia tidak habis pikir prestasinya yang semakin menurun ketika mengenal Indah. Ia sungguh berubah, meraih cita-cita menjadi lulusan terbaik dan mendapat Reward langsung kerja pada perusahaan pemerintah di kota kabupaten domisili Agung sudah semakin suram. Perhatiannya pada kuliah kini beralih pada paras cantik Indah. Ia sungguh menyesal harus mengalami ini.
Masih ada kesempatan bagi Agung untuk menjadi lulusan terbaik di kampusnya. Tapi butuh keseriusan tinggi dan harus melupakan Indah. Ia harus fokus pada cita-citanya.
Pada suatu kesempatan! Agung bertemu dengan orang tua yang sedang mengunjungi anaknya di kota metropolitan. Kebetulan orang tua itu adalah ayah dari tetangga kost Agung. Orang tua itu sedang mengunjungi anaknya. Sosoknya sangat perhatian dan mengundang simpat bagi Agung.
 Pertemuan itu dijadikan kesempatan bagi Agung untuk mengurai masalah yang sedang dihadapinya. Ia yakin bahwa orang tua yang penuh perhatian tersebut punya pengalaman dan mampu membimbingnya menuju sukses meraih impian.
“Salam Pak!”
“Iya, Salam Nak”
“Baru tiba yah pak?”
“Semalam kami tiba”
“Suasana kota bising yah pak, juga banyak tantangan”
“Begitulah hidup, tapi semakin besar kita mampu menghadapi tangangan maka semakin besar pula kita berpeluang meraih sukses”
“Betul pak”
“Tapi kenapa kamu menganggap tangtangan itu sebagai penghalang?. Nada bahasamu mengungkapkan semua itu!”
“sebenarnya aku tidak punya tantangan, hanya saja cinta telah membelengguku hingga kesulitan untuk meraih sukses”
“kalau itu tantangan, kenapa kamu tidak meninggalkannya saja?”
“Aku taku kehilangan dia”
“Sekarang lupakan dia dan mintalah ia menemui kamu setelah kamu sukses nanti, terserah dia mau menerima itu atau meninggalkan kamu!”
“Aku sangat sulit melupakannya!”
“Sesulit apapun! Lupakanlah!”
“Kenapa harus begitu?”
“Kesuksesanmu akan mengundang banyak perhatian wanita, jika kamu sukses. Kamu bahkan berkesempatan memilih diantara sekian banyak wanita cantik. Yakinlah!”
“Terima kasih pak!”
Agung merasa pesan yang disampaikan oleh ayah tetangga kamar kostnya sangat tepat. Meski sangat berat jika harus berpisah untuk sementara dengan Indah namun terpaksa ini harus ia lakukan. Ia harus berhasil dan sukses sebagai syarat kembali kekampung halaman.
Perasaan yang amat berat Agung pikul lalu pergi menemui Indah menyampaikan maksudnya. Segala hal tentang cita-citanya dan pesan keluarga disampaikan pada kekasinya Indah. Pembicaraan mereka berdua berjalan mulus hingga Agung menyampaikan tekadnya menjaga jarak dengan Indah.
“Aku hanya ingin lebih fokus kuliah dan meraih sukses lalu melamar kamu”
“Lalu kenapa harus jauh dariku?”
“Pesonamu mengalihkan perhatianku, bahkan aku telah memilih kamu dari kuliahku sendiri. Saat ini aku mau kuliah tetap jalan dan menjadi yang terbaik”
“Aku sendiri bagaimana?”
“Tunggu aku sukses dan segera melamarmu!”
“Tidak! Aku sudah terlanjut cinta padamu dan aku tidak mampu sehari saja tanpamu”
“aku terpaksa harus melakukan ini!”
“seberat itukah masalah kuliahmu sampai harus jauh dariku?”
“Bahkan aku tidak akan pernah kembali kekampung halaman sebelum cita-citaku tercapai”
“kalau begitu lupakan saja aku, kupikir itu pilihanmu dan pilihanku juga, aku tak ingin menjadi beban bagi kamu. Akupun ingin ada yang memberi perhatian padaku”
Keputusan yang dipilih Agung membuatnya merintih harus berpisah dari sosok gadis yang paling dicintainya. Dalam benaknya ia berjanji akan menemukan kembali cinta Indah setelah berhasil meraih cita-cita yang telah dibangunnya sejak sekian lama. Namun Agung harus kecewa karena Indah telah menikah lebih dalu dengan sang pacar setelah hubungannya dengan Agung berakhir.
Agung yang pada akhirnya meraih sukses merasa bangga karena banyak wanita yang dekat dengannya. Ia lebih bebas memilih dan berkesempatan meraih banyak hal yang diinginkan, termasuk wanita. Hanya satu hal yang sulit bagi Agung yaitu mengulang kisah romantis bersama Indah yang tidak pernah ia lupakan, meskipun banyak wanita yang ada di sampingnya, ia masih terbayang oleh Sosok Indah.
 ______
baca juga cerpen lainnya di sini


2 comments:

  1. Satu hal yang sangat menarik adalah kalimat,
    Pesona Mu mengalihkan perhatian- ku...

    bahkan aku memilih kamu ketimbang kuliah_ku sendiri...

    Sebuah pilihan yg sangat sulit...

    si Diya dan Kuliah...

    Soal perasaan dan masa depan...???
    karena jika memilih kuliah, kesuksesan memang di depan mata, namun masih adakah gadis atau pujaan hati yg sama dengan pujaan hati kita...

    jika memilih pujaan hati, masa depan masih bisa dibangun bersama diya, Kuliah masih bisa dilanjutkan dan keduanya bisa jalan...

    itu pilihan saya...

    ReplyDelete
  2. ini imajinasi belaka!

    untuk Pak Jamal, banyak orang yang sukses karena seorang wanita yang selalu ada disisinya - lihatlah SBY dll. juga betapa banyak pria yang harus tunduk, takluk dan lemah tak berdaya oleh wanita. lihatlah ketika Nabi Adam harus diusir dari surga karena ulah Hawa.

    sesungguhnya jika hubungan itu baik, maka kesuksan pun akan kita raih. yakinlah.

    tulisan ini hanya sekedar imajinasi belaka, hanya ingin mengajak sekalian umat manusia untuk menjadikan pacar sebagai suatu penyemangat jika terpaksa ia harus dijalin, selebihnya boleh dijadikan pencocokan karakter namun ikatan yang lebih pribadi nilai makruh atau sebaiknya ditinggalkan. (boleh tapi tidak sebebas suami istri)

    saya minta maaf kalau berimajinasi aneh!!
    trimakasih komentarnya, terutama sarannya untuk penulis

    ReplyDelete

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم