Saturday, 8 December 2012

Terbang Ke Alam Bebas


Setiap orang kemungkinan pernah mengalami masalah-masalah dalam hidup yang sulit untuk segera diselesaikan. Ketika itu terjadi, sepertinya tak ada daya untuk berbuat. Saat itu sebatang rokok tidak mampu memunculkan kekuatan imajinasi, secangkir kopi tidak mampu membangkitkan ekspresi, tokoh-tokoh ternama dunia sulit untuk dijadikan sumber inspirasi, saat itu wanita cantik tidak menarik perhatian, lukisan indah tidak membuat kita kagum. Sementara dalam keseharian, (bagi sebagian orang) rokoklah yang paling potensial untuk mengelolah daya imajinasi kita, secangkir kopi adalah pembakar semangat kita, sember inspirasi kita adalah tokoh-tokoh dunia yang sukses mengukir prestasi begitupun wanita cantik yang menjadi penyemangat dalam kerja dan keindahan alam adalah penyeimbang lahir dan batin kita.

Hal di atas pernah kita rasakan? Diagnosanya adalah kita mengalami tekanan batin. Ketika itu kita alami maka berusahalah untuk keluar dari masalah atau ketidak seimbangan hidup tersebut. Bisa jadi saat masalah tersebut kita alami, uangpun tidak memiliki arti sehingga hidup terasa benar-benar hampa.
Kata orang bijak, tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Ralf J. Bunch mengatakan “tak ada masalah dikalangan manusia yang tidak dapat dipecahkan”.[1]
Pengalaman sebagian besar orang ketika memiliki masalah maka mereka segera mencari jalan keluarnya. Masalah itu diretas dengan cara berdzikir kepada Sang Pencipta, ada juga yang mencari obat penenang ragam bentuk dan jenisnya, berteriak keras[2], ada juga yang berdiam diri lalu merenung, dengan cara itu masalah perlahan hilang.[3] Kalau konsentrasi kita terpecah karena problematika hidup, sejatinya ada daya yang mampu menekan permasalahan tersebut dengan power yang lebih tinggi.
Tidak berarti bahwa masalah tersebut dibiarkan begitu saja, namun sebagai catatan kecil “Tidak usah khawatir lebih jauh terhadap masalah yang kita rasakan”. Mungkin melalui masalah tersebut, setidaknya kita mengetahui bahwa kita telah melakukan kesalahan terbesar dalam hidup sehingga kita harus menjadi lebih baik nantinya. Biarlah masalah itu menjadi pelajaran dan pengalaman berharga untuk kita. Herbert N. Casson mengatakan bahwa sebuah masalah adalah penting, kalau akibatnya penting pula.[4] Artinya setelah seseorang mengalami permasalahan, maka kedepannya orang tersebut sejatinya harus lebih baik lagi dan yang terpenting adalah tidak terjatuh pada persoalan yang sama.


[1] Kamaruddin Baso, Renungan Pribadi dalam rangkuman 5000 Mutiara Hikmah, Gajah Mada University Press; Yogyakarta 1989. h. 200
[2] Berteriak keras lumayan baik untuk menekan permasalahan, hanya saja tidak sembarang tempat untuk melakukan ini karena jika dilakukan ditempat umum bisa jadi dianggap gila, jadi baiknya adalah ke hutan selama tidak mengganggu penghuni hutan itu. Yang terbaik adalah pada permandian air terjun yang suaranya bising untuk berteriang mengeluarkan kegundahan hati.
[3] Masalah yang dimaksud adalah problematika hidup individu terkait dengan gangguan batin – menggoncang jiwa.
[4] Kamaruddin Baso, Op Cit

2 comments:

  1. sepertinya ada kesalahan redaksi judulnya dinda

    ReplyDelete
  2. iye, sebagian besar tidak disengaja - sebagian kecil hanya menarik perhatian

    ReplyDelete

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم