Monday, 31 December 2012

Pesan dalam Resahku


Tuisan ini ku peruntukkan pada sesosok wanita yang pernah aku cintai namun akhirnya pudar seiring dengan pergeseran waktu. Ingin kukatakan padanya bahwa “ku cinta kamu karena beralasan dan cintaku pudar juga beralasan pula. Jadilah seperti yang kuinginkan karena akupun rela ditolak jika pada akhirnya bukan aku yang tepat untukmu.”

Tidak sekedar mengharapkan janji-janji manis dari sang pacar tapi juga harus bisa berbuat untuk menciptakan keharmonisan adalah suatu cara bercinta yang lebih baik. Kalau dalam bahasa sehari-hari senada dengan Istilah “keseimbagan hak dan kewajiban”. Itulah yang harus diterapkan pada hubungan asmara, termasuk hubungan keluarga bahkan hubungan masyarakat atau mungkin hubungan apapun itu.
Sekedar mencintai itu wajar tetapi jika mengejar cinta yang tidak mendapat balasan/respon itu bodoh. Dicintai juga merupakan hal yang wajar tapi memaksa orang yang tidak cinta agar membalas cinta kita adalah konyol. Intinya adalah mencari kecocokan yang berarti boleh mencoba banyak wanita untuk dipacari, boleh juga dikoleksi oleh seorang pria, sebaliknya wanita juga boleh menerima banyak pria sebagai pacarnya dan menyeleksi sesuka hatinya, tentunya sifat selektif itu dilakukan berdasarkan ketidak cocokan, Jika merasa cocok pada satu orang saja maka itulah yang terbaik. Ini berlaku untuk dunia pacaran saja, tidak berlaku untuk hubungan suami istri.
Rasa yang memiliki kepekaan harus diimbangi dengan rasio yang serba perhitungan. Keseimbangan rasa dan rasio ini akan menuntun manusia menuju keseimbangan hidup. Jika terjadi ketimpangan atau salah satunya mendominasi suatu hubungan, maka kemungkinan akan mendapatkan ketimpangan pula dalam hubungan tersebut.
Ada tiga hal yang penting dipertimbangkan dalam memilih pasangan hidup. (Ini berlaku bagi pria) antara lain sanggup menyenakan atau menggembirakan hatimu, yang kedua adalah dia sanggup mentaati kamu atau menjadikan kamu sebagai imamnya dan yang ketiga adalah pilihlah gadis yang sanggup memelihara kehormatan diri dan keluarganya.
Biar tidak egois, laki-laki juga harus menjadi yang terbaik dihadapan wanita yang dipilihnya agar tidak ditolak. Ingat! Wanita juga berhak memilih siapa siapa yang terbaik menjadi pemimpinnya.

2 comments:

  1. Mencintai dan di cintai adalah fitrah Ilahiah, perjuangkan dan raihlah, karena beragam keIndahan dalam cinta, Manusia mampu berbuat di luar nalar karena Cinta dan Manusia bisa lebih dekat kepada Ilahi karena Cinta...

    ReplyDelete
  2. betul dan sangat sepakat, semuanya bisa terjadi.

    catatannya ada pada tiga hal penting yang menjadi pertimbangan dlm memilih pasangan. tapi inti dari semuanya adalah "merasa cocok".

    ReplyDelete

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم