Monday, 7 January 2013

Pesan Siaga


Pesan kawanku yang di tulis melalui status jejaring sosial Facebook “siaga 1 hujan pada mlm hari, bencana kapanpun bisa terjadi! – semangat pagi ...........:!” oleh Sos Pol merupakan peringatan untuk kita semua agar selalu berjaga-jaga, siaga bahkan waspada.

Bencana bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, tidak mengenal waktu dan tidak pula mengenal tempat. Juga tidak mengenal siapa penghuni tempat tersebut. Olehnya itu sangat tepat bila teman-teman kita dari relawan dan pemerhati bencana alam, bencana sosial maupun bencana lainnya bila mereka berpesan agar “kita semua tetap berhati-hati menghadapi seluruh kemungkinan bencana yang bisa terjadi pada diri dan keluarga kita.
Sebagai dampak dari bencana alam, beberapa wilayah di Sulawesi Selatan menjadi korban keganasan alam. Dalam sebuah blog, disebutkan bahwa tercatat mulai tanggal 1 – 6 Januari, akibat cuaca tikak bersahabat telah memakan korban 9 orang meninggal dunia. Penyebabnya adalah, terseret arus banjir bandang, air sungai yang pasang dan arus yang meningkat, puting beliung, tanah longsor serta luapan air yang menggenangi (sebagian) rumah penduduk.
Potensi bencana alam yang terjadi tanpa mengenal waktu dan tempat memang harus disikapi dengan kehati-hatian. Penting bagi kita untuk saling mengingatkan akan dampaknya.
Marilah kita berdo’a agar wilayah kita, keluarga kita tercinta dan pribadi kita masing-masing terhindar dari bencana alam dan marabahaya lainnya!
Semoga bencana alam tidak menimpa kita dan wilayah tercinta tempat kita bermukim, semoga Allah swt. memberikan kita semua keselamatan, rahmat, perindungan serta rezeki yang mapan. Amin yaa rabbal ‘alamin.


8 comments:

  1. Mari Siaga, dan tetap tawakkal kepada Sang Pencipta...
    dan semoga dari Do'a kita, tidak lagi terjadi bencana....

    Amin...

    ReplyDelete
  2. saya teringat lagunya Ebit G. Ade

    sepertinya bencana yang terjadi adalah ulah manusia sendiri.
    kita harus kembali pada hukum yang telah ditetapkan oeh sang pencipta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini sebuah kemapangan hidup,
      ketika ada bencana Melanda Manusia,
      kita mampu intropeksi diri...

      bukan sebaliknya menganggap semuanya ketidak adilan Tuhan...

      Delete
  3. Sebetulnya yang ingin kukatakan adalah
    "apa saya secara kolektif masih memiliki nurani untuk menolong para korban?" saya ini orang yang teramat bodoh sehingga kalah dalam gerak kolektif.

    yang pasti secara personal, jiwa saya memang disana. suka menolong.

    ReplyDelete
  4. semoga dijauhi dari bencana alam ya Haris..
    banyak kan doa moga terhindar..amin!

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin..
      saya aminkan untuk kita semua,'
      semoga keselamatan atas kita semua selaku makhluk Allah untuk dunia dan akhirat kita..

      beserta (al-Latihah)

      Delete
  5. Taruna Siaga Bencana - harus selalu siaga

    ReplyDelete

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم