Skip to main content

Pesta Panen dan Touring



Bersama teman saat mengunjungi acara syukuran panen di Desa Towata Kecamatan Polong Bangeng Utara Kabupaten Takalar. Team yang tergabung dalam rombongan ini adalah Rusdi (Tuan Rumah), Suardi (Komandan Team), Mursal, Ilham dan Abdul Haris Mubarak.

Pesta syukuran intinya menurut kami adalah “makan hasil panen yang enak banget” tapi setelah sampai di sana, bukan hanya makan enak tapi kami juga disuguhi pemandangan yang enak antara lain balapan motor cros, perlombaan tradisional dan sebagainya. Pokoknya lebih seru dari bayangan kami.
Meski demikian, sangat sedikit foto dokumentasi lapangan yang sempat kami abadikan. Kami baru ingat kamera saat berada di dekat bendungan bissua. Sebuah bendungan di sungai Jeneberang.
Sebagian kecil dokumentasi acara tersebut adalah adalah sebagai berikut. (Foto ini diambil di bendungan bissua sesaat setelah acara syukuran panen telah selesai).

Comments

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم

Popular posts from this blog

Kedudukan Ar-ra'yu sebagai Landasan Hukum Islam

Referensi Pada dasarnya umat Islam yang beriman Kepada Allah swt. Meyakini bahwa Sumber utama Ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis sudah sempurna. Firman Allah dalam Alquran sudah sempurna membahas aturan-aturan, hukum, ilmu pengetahuan (filsafat), kisah, ushul fiqh dan lain-lain. Begitu juga Hadis Rasulullah yang salah satu sifatnya menjadi penjelasan ayat-ayat dalam Alquran. Posisi Hadis adalah penjelas dan sumber kedua setelah Alquran.

Saya Memilih Domisili di Kab. Gowa

Setelah memilih salah satu dari kandidat calon pemimpin baru Sulawesi Selatan pada selasa kemarin. Kali ini saya dihadapkan pada pilihan menetap di Bulukumba atau Kabupaten Gowa. Pilihan ini sebetulnya agak ribet bagi saya. Jika saya memilih tinggal di Bulukumba, berarti saya harus menyiapkan waktu dan tenaga ke Makassar setiap hari jum’at untuk kuliah dan balik lagi kekampung pada hari minggu untuk rutinitas pertanian.

Belajar dari Kekecewaan

Sambil ngopi dan ngobrol di kamar kost seorang diri (maksudnya mikirin nasib dimasa mendatang) tiba-tiba perhatian saya tertuju pada sebuah status yang ditulis oleh Ustadz Sukardi yang popuer disapa ustads muda di kampung kami.