Friday, 7 November 2014

Berdiri dan Memandang


Saya tidak pernah menduga saya akan menjadi seperti saat ini. Saat dimana aku berdiri dengan keadaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Saya bergaul dengan ribuan orang dari berbagai latar belakang. Berkenalan dengan dunia yang kadang kejam dan sering kali sangat bersahabat. Saya tidak pernah menduga akan mencapai gelar akademik tingkat magister, saya juga tidak pernah menduga akan bekerja sebagai dosen sekaligus sebagai petani (kerjaan saat ini). Juga tidak pernah menduga akan ketemu dengan tokoh spiritual yang sangat bijaksana, termasuk tidak pernah menduga akan jatuh hati pada sesosok gadis cantik yang kemudian membuat saya bimbang karena level saya lebih rendah. Selanjutnya saya tidak menduga akan ketemu rekan yang memiliki berjuta kelebihan, sumber inspirasi dan sebagainya.

Dahulu kala, ketika masih berusia belia, saya adalah anak yang tidak memiliki sedikitpun bayangan tentang masa depan melainkan hidup bercocok taman dikampung (sebagaimana dikerjakan oleh keluarga dan penduduk di kampung) lalu tumbuh menjadi dewasa, membina keluarga lalu menanti datangnya ajal dan menerima balasan dari amalan yang telah diperbuat di dunia untuk dipertanggung jawabkan di akhirat. Seperti itulah bayangan saya tentang kehidupan. Tidak ada hal yang luar biasa yang bisa diceritakan melainkan beratnya mandi subuh yang dingin untuk berangkat ke sekolah sejauh 3 km dengan berjalan kaki menyusuri lereng bukit, mendaki, menyebrangi beberapa sungai lalu duduk terdiam di dalam kelas mendengarkan guru yang bahasanya terlalu sulit untuk dimengerti. Itu saja pengalaman hidup saya di SD yang kurang berwarna, tidak ada cinta, hanya sedikit sahabat, kekurangan informasi, pergaulan sangat terbatas dan aktivitas tambahan adalah membantu orang tua berkebun serta bermain. Itu saja keseharian yang saya lakukan dikala itu.
Wawasan saya mulai terbuka ketika pertama kali menginjakkan kaki di Kota Makassar untuk menuntut ilmu pada sekolah lanjutan tingkat pertama. Disana, pergaulan sudah mulai terbuka lebar, informasi bisa didapatkan dengan mudah, pelajaran sudah mulai di senangi, berorganisasi, melakukan perjalanan, mulai mengenal cinta, bersahabat hingga ratusan orang yang memiliki latar belakang suku dan budaya yang berbeda. Warna hidup mulai terasa. Selanjutnya semakin berkembang ketika memasuki sekolah tingkat SMA lalu menlanjutkan ke jenjang S1 hingga selesai tahun 2011. Saya semakin penasaran untuk mencoba perkuliahan lanjutan pada tingkat s2 dan dan s3. Akhirnya semuanya benar-benar bisa saya jalani.
Saat ini, di sini saya berdiri dan berkesimpulan bahwa tidak ada kesimpulan yang selesai sebelum semua masalah telah selesai. Dengan demikian bagaimanapun posisi saya hari ini, itu tidak akan mungkin bertahan seperti saat ini karena dunia akan terus membuka tabir-tabir yang baru tentang kebenaran, kecocokan/jodoh, keseimbangan, rejeki, ajal dan sebagainya. Setiap orang harusnya memepersiapkan diri mengikuti jalur hidup sesuai dengan kadar yang telah ditentukan oleh yang maha pencipta. Setiap orang sejatinya mengikuti ketentuan alam bahwa untuk bertahan hidup mesti dilakukan dengan usaha, namun setiap orang tidak dibenarkan melakukan usaha yang melampaui batas. Pada prinsipnya setiap orang memegang prinsip “to be the best anywhere and anytime”
Karena saat ini, dimana tempat saya berdiri hari ini hanya bisa membayangkan masa depan, maka tidak ada harapan yang lebih tinggi kecuali yang maha kuasa selalu menunjukkan jalan yang terbaik dan mendapat ridho dari-Nya. Juga karena masa depan adalah masih terbatas pada bayangan semu, setiap janji yang terlontar akan diusahakan dipenuhi, namun jika tidak terpenuhi maka hal tersebut dikembalikan pada yang maha kuasa dalam berjanji dan menepati janji.
Karenanya disimpulkan bahwa paradigma atau cara pandang, prinsip, cita-cita serta tempat berdiri bisa berubah.
Tuhan adalah yang maha berkehendak. Semoga tuhan berkenan atas kehendak hambah-Nya, yaitu keinginan yang sedikit namun diberikan hal-hal yang lebih besar dan berarti. Semoga saya termasuk orang-orang yang bersyukur. Wahai tuhanku, berilah saya kekuatan dan ketengangan batin, ketentraman keluarga terjalin, kesejahteraan terpenuhi, mampu berbagi pengetahuan, keilmuan serta pengalaman. Amin yaa rabbal alamin.

No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم