Tuesday, 22 September 2015

Maafkan - Saya Diluar Kendali

Hari itu saya tidak menyangka akan melakukan sesuatu yang sangat hina dan memalukan karena memperlihatkan sikap dan sifat yang penuh dengan amarah. Saat saya diminta melakukan sesuatu, justru direspon dengan balasan yang kasar dan sampai saat ini masih menjadi beban dijiwaku. Kenapa hal itu harus terjadi?.
Maafkan saya kawan, memang saya tau ada waktu dimana saya harus memanfaatkan marah sebagai senjata untuk menyelesaiakan persoalan. Ternyata amarah telah menyelimuti diri saya dan itu berarti harus ada refleksi kegiatan spiritual untuk merefresh jiwa ini biar kembali seimbang dan tenang. Mungkin ini adalah tanda betapa saat ini keimanan saya lagi kering dan tandus sehingga banyak melakukan kesahalan dan tidak mempedulikan betapa pentingnya membangun hubungan yang harmonis kepada siapa saja, termasuk hubungan kepada tuhan, hubungan kepada sesama manusia dan hubungan terhadap alam raya. Saat menyadari itu, betapa malunya saya yang terkesan Pa’bambangang. Itu tidak harus terjadi dan tidak boleh terulang kecuali dibutuhkan dan dilakukan dengan pertimbangan dan hikmah.
Saya merasa lebih buruk lagi ketika sikapku ini disaksikan oleh beberapa orang diantara kami dan saya berharap semoga semuanya positif menanggapi hal ini. Bahkan ketika salah seorang diantara kami menanggapi sikap itu, saya hanya menjawab “itu sekedar soft therapy” dan yang lain berusaha menenangkan diwaktu yang berbeda. Saya hina karena terkesan tidak tenang serta dikuasai gejolak jiwa yang penuh amarah.

Yaa tuhan kami, kembalikanlah kami menuju jiwa yang tenang dan damai sehingga kami bisa bersama dengan hambah-hambahmu yang masuk dalam golongan nafs al-muthmainnah. Sucikanlah perkataan, perbuatan, sikap dan sifat kami sehingga kami tidak termasuk dalam pengaruh syaitan disisi manusia.

No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم