Monday, 14 September 2015

Ragam Indonesia - To Kaili


Indonesia sangat kaya dengan ragam budaya, suku, bahasa, adat istiadat dan warna kehidupan. Meski demikian, Kekayaan ragam tersebut tidak lantas memecah belah bangsa ini. Indonesia juga dibangun dari gugusan pulau-pulau yang menyatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Negara yang dibangun dari banyak etnis dan kekayaan alam yang berbeda-beda ini disatukan dengan satu konsep terbaik yaitu Pancasila.

Pada postingan kali ini, penulis akan bercerita tentang salah satu suku yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, tepatnya di Parigi Moutong. Suku ini adalah salah satu bagian yang memiliki bahasa, budaya, adat, norma tersendiri yang berlaku di daerah ini. Secara umum dikenal dengan suku Kaili secara khusus disebut Kaili Tara.

Sambil berkegiatan pada rangkaian acara Sail Tomini dan Kemah Pesisir Pemuda Bahari oleh Forum Pemuda Bahari Indonesia penulis mengumpulkan beberapa data terkait Suku Kaili Tara. Informasi dikumpulkan dari ngobrol lepas (wawancara bebas) serta pengamatan langsung dengan mencatat beberapa point yang dianggap penting. Informasi lebih banyak didapatkan melalui sahabat kami yang berdomisili di Parigi Moutong. Dia adalah Aisya Ummul Mukminin yang banyak bercerita tentang Parigi Moutong, mulai dari wisata alamnya, kuliner/makanan khas, budaya setempat, suku dan sebagainya.

Suku Kaili berada pada wilayah Sulawesi Tengah, khususnya wilayah Donggala, Sigi, Palu, Gunung Gawalise, Gunung Nokilalaki, Kulawi, dan Raranggonau. Mereka juga menghuni wilayah pantai timur Sulawesi Tengah, meliputi Parigi Moutong, Tojo Una-una dan Poso. Masyarakat suku Kaili mendiami kampung/desa di Teluk Tomini yaitu Tinombo,Moutong,Parigi, Sausu, Ampana, Tojo dan Una Una, sedang di Kabupaten Poso mereka mendiami daerah Mapane, Uekuli dan pesisir Pantai Poso. Untuk menyatakan "orang Kaili" disebut dalam bahasa Kaili dengan menggunakan prefix "To" yaitu To Kaili.

Menurut cerita (tutura), dahulu kala, di tepi pantai dekat Kampung Bangga tumbuh sebatang pohon kaili yang tumbuh menjulang tinggi. Pohon ini menjadi arah atau panduan bagi pelaut atau nelayan yang memasuki Teluk Palu untuk menuju pelabuhan pada saat itu.

Suku Kalili atau etnik Kaili, merupakan salah satu etnik dengan yang memiliki rumpun etnik sendiri. untuk penyebutannya, suku Kaili disebut etnik kaili, sementara rumpun suku kaili lebih dari 30 rumpun suku, seperti, rumpun kaili rai, rumpun kaili ledo, rumpun kaili ija, rumpun kaili moma, rumpun kaili da'a, rumpun kaili unde, rumpun kaili inde, rumpun kaili tara, rumpun kaili bare'e, rumpun kaili doi, rumpun kaili torai dan lain-lain.

---

Tulisan ini dipublikasikan dari berbagai sumber antara lain:

1.      Wawancara lepas dan dialog

2.      Pengamatan Langsung

3.      Referensi Pendukung dari Wikipedia.org

No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم