Wednesday, 24 May 2017

Spirit dan Dampak Sosial Berpuasa

Marhaban yaa Ramadhan
Bismillahirrahmanirrahim, selamat datang bulan suci ramadhan, bulan yang Mubarak dan bulan yang special bagi umat Islam karena didalamnya kita akan mendapatkan rahmah (kasih sayang), magfirah (pengampunan) dan Ifkun minan nar (dibebaskan dari api neraka). Keuntungan menjalankan syari’at Islam yaitu berpuasa penuh pada bulan ramadhan ini sangat banyak. Selain kuntungan ukhrawi, juga ada keuntungan dunia. Begitu juga keuntungan fisik dan batin sebagaimana sabda Rasulullah saw. “berpuasalah agar kamu sehat” yang berarti sehat lahir dan batin.
Tulisan ini mencoba mengemukakan sisi yang tidak umum dari perintah berpuasa yaitu berdasarkan kacamata sosial dan spiritualnya.
Pertama, Puasa melatih seseorang untuk jujur terhadap diri sendiri sekaligus malu untuk melanggar dimasyarakat. Orang tidak akan tau kalau kita minum atau makan di tempat tertutup tapi meskipun demikian kita mengetahui bahwa itu adalah suatu pelanggaran yang sangat memalukan jika diketahui oleh orang lain. Lebih baik terang-terangan mengakui kesalahan dari pada berada dalam kepura-puraan karena resikonya lebih buruk jika ketahuan berbohong (bisa dianggap munafik). Secara hakikat itu berarti membohongi diri, orang lain dan Allah yang maha mengetahui.
Kedua, Puasa adalah menahan diri dari segala bentuk godaan maksiat, termasuk menahan untuk tidak makan dan tidak minum pada waktu yang telah ditetapkan. Sebagian orang menganggap bahwa puasa hanya sekedar menahan untuk tidak makan dan tidak minum pada waktu yang telah ditetapkan padahal versi spiritualnya puasa berarti menahan diri dari segala prasangka buruk, pikiran buruk, ucapan buruk, tindakan tercela, niat buruk, mendo’akan yang buruk pada orang lain secara lahir maupun batin. Secara lahiriah berarti menahan panca indra untuk melakukan hal yang buruk mulai dari mata, telinga, hidung, mulut, dan kulit untuk melakukan pelanggaran. Secara lahiriah panca indra harus ditingkatkan fungsinya menjadi lebih baik. begitu juga dimensi batin manusia mulai dari pikiran, perasaan, prasangka, dugaan, niat dan segala hal yang diluar lahiriahnya juga harus diperbaiki melalui amalaih ramadhan.
Sebagai catatan penutup, puasa yang benar dapat meningkatkan kualitas dan fungsi sosial seseorang. Untuk itu mari kita mengamalkan puasa tidak hanya sekeder menahan haus dan lapat tetapi juga menahan amarah, keserakahan dan sifat-sifat tercela lainnya. (AHM)


No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم