Monday, 28 August 2017

Advokasi untuk Kesejahteraan Sosial

Menjadi Pekerja Sosial mengharuskan adanya profesionalisme yaitu selain jiwa sosial juga dibutuhkan pemahaman tentang kondisi sosial, Baik pemahaman dari jenjang pendidikan maupun pemahaman yang diperoleh dari pelatihan. Bagi penulis, bekerja untuk masyarakat adalah suatu tantangan yang berat karena teori-teori yang selama ini dipelajari dari bangku kuliah merupakan konsep yang siap di aplikasikan di lapangan, begitu pula pemahaman-pemahaman dan pengalaman-pengalaman yang didapatkan melalui pelatihan ternyata tidak semudah mempelajari konsep. Kita akan menemui banyak perbedaan antara konsep dan kondisi lapangan.

Jika ternyata teori dan aplikasi atau praktek tidak sejalan maka ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan antara lain menciptakan teori baru dan yang kedua mencoba pendekatan kinerja yang baru.
Sebagai pekerja sosial, ada beberapa tugas yang sejatinya dilakukan antara lain: memberikan pemahaman tentang upaya pengentasan masalah kesejahteraan sosial. Ketika PMKS sudah mengerti masalahnya, selanjutnya mereka dibantu untuk keluar dari masalahnya masing-masing. Sebagai contoh, hal yang pertama kali dilakukan untuk keluarga prasejahtera adalah membahasakan pentingnya kesejahteraan yang meliputi kelayakan pendidikan, kesehatan dan pemenuhan kebutuhan pokok. Selanjutnya mereka diberi bantuan untuk mengubah kondisi dari status prasejahtera menjadi lebih layak.

Tentu saja hal tersebut harus dilakukan dalam bentuk advokasi yang berkesinambungan agar masalah yang ditemukan bisa diretas secara perlahan-lahan hingga tuntas. Gambaran untuk advokasi yang pribadi lakukan seperti gambar berikut ini.







No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم