Saturday, 30 September 2017

Inspirasi Pendidikan dari Muhammad Ilyas


Muhammad Ilyas, S.Pd., M.Pd (Kepala SMPN 41 Bulukumba)
Muhammad Ilyas, S.Pd., M.Pd. Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 41 Bulukumba di Desa Karama Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba hari ini (Sabtu, 30 September 2017) ketika ditemui di ruang kerja belia untuk kepentingan Verifikasi Fasilitas Pendidikan Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial Republik Indonesia disamping melayani kami sebagai tim verifikasi juga sempat mendiskusikan arah kebijakan Program Keluarga Harapan.


Menurut Muhammad Ilyas, M.Pd. “harus ada hubungan romantis dan harmonis antara orang tua dengan anak”. Jika dikaitkan dalam dunia pendidikan maka untuk memajukan pendidikan, perlu ada perhatian orangtua terhadap anaknya. Sebagai contoh, pernakah menyapa anak sebagai bentuk perhatiannya di rumah?. Berapa kali orangtua menanyakan kemajuan dan masalah pendidikan anaknya di Sekolah? dan komunikasi intrapersonal lainnya. Ketika ada Hubungan harmonis antara orangtua dan anak maka hal tersebut akan menjadi spirit bagi anak untuk lebih baik dalam dunia pendidikan.
 Tentang PKH, pendidikan anak adalah salah satu komitmen yang harus dipenuhi oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Orangtua yang menerima manfaat program harus berkomitmen dalam mewujudkan pendidikan anak menjadi lebih baik. Komitmen tersebut antara lain, memberi semangat dan motivasi bagi anak-anaknya untuk terus bersekolah, menyediakan fasilitas yang layak untuk anaknya seperti buku-buku penunjang pembelajaran, pakaian seragam serta keperluan siswa lainnya. Begitu juga pendamping harus terus memantau kehadiran anak di Sekolah sebagai bentuk evaluasi komitmen KPM dari Program Kementerian Sosial RI ini.

Komitmen Keluarga Penerima Manfaat PKH di SMPN 41 Bulukumba
Tentang efektivitas program, Menurut Muhammad Ilyas, S.Pd., M.Pd lebih lanjut mengatakan bahwa bukan soal tinggi atau besarnya fasilitas yang diberikan oleh pemerintah yang menjadi faktor utama memajukan pendidikan melainkan bagaimana suasana harmonis dan romantis terjalin antara orangtua dan peserta didik (dirumah), begitu juga hubungan guru dengan siswa di sekolah. Semuanya harus terjalin dengan baik. Inspirasinya adalah, Pendidikan bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan Formal melainkan juga menjadi tanggung jawab masyarakat, khsusnya keluarga. 

No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم