Saturday, 1 September 2012

Catatan Kecil Petani (Berkebun Merica)




 Sebagai keluarga petani, tentunya ada pengalaman unik yang bisa diwariskan melalui aktivitas bertani tersebut. Secara, hampir seluruh bahan makanan telah melewati kerja petani meski seringkali tidak disadari bahwa hal tersebut merupakan jasa petani.
Biarlah demikian adanya, yang terpenting adalah setiap individu berjalan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
Sekedar berbagi cerita dari pengalaman menggarap kebun merica (juga dikenal dengan istilah lada hitam) di pinggiran hutan pada sebuah desa kecil di Bulukumba Sulawesi Selatan. Memiliki kebun berarti ada harapan untuk berjuang hidup. Meskipun hanya sedikit (kisaran 400 pohon) dengan luas lebih dari 1 hektar untuk kebun merica, tapi ini sudah menjanjikan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga dengan total berkisar 100 kg. tentunya dengan dukungan perkebunan cengkeh, sawah dan hasil lainnya.
Beberapa saat yang lalu, saya sempat mengabadikan beberapa gambar saat berada di kebun merica milik keluarga. Sesungguhnya ingin rasanya kuceritakan semua hal terkait dengan merica, mulai dari menanam, merawat, panen hingga menjual – bahkan jika bisa berbagi cerita tentang khasiat atau manfaat dari merica tapi biarlah itu menjadi cerita yang tidak tertulis. Cukup gambar yang ini menjadi saksi dan catatan kecil seorang keluarga petani.
Alhamdulillah, suatu kesyukuruan karena dikampung kami diberi anugrah berupa tanah yang subur sehingga banyak parietas yang bisa tumbuh, termasuk tumbuh-tumbuhan untuk sayur, bahan baku obat, makanan dan untuk kepentingan lainnya yang kelolah oleh perusahaan. Kesuburan tanah salah satunya dipengaruhi oleh perbandingan musim kemarau dan musim hujan yang lumayan stabil lahan perkebunan yaitu 3 bulan kemarau dan 9 bulan hujan. Selain itu juga dipengaruhi oleh tanah yang sedikit berbukit dan kesadaran warga untuk melestarikan hutan mendukung keberlangsungan pertanian di desa ini.
Lahan pertanian milik warga lebih gemar ditanami Cengkeh, berikut merica, cokelat (kakao), kopi dll. Untuk tumbuhan lain berupa kemiri tidak mesti dipelihara karena itu adalah tumbuhan hutan. Tumbuhan lain berupa jagung kurang menarik perhatian bagi warga untuk dibudidayakan karena hitungan ekonomisnya lebih rendah dan pemeliharaannya terbilang tinggi, termasuk tumbuhan lain seperti puluhan jenis kacang-kacangan, jenis kunyit, timun dan lain-lain kurang menarik minat petani untuk membudidayakannya padahal semuanya akan tumbuh subur. Untuk buah seperti rambutan, lansat, durian, nenas, pisang, dll. Akan tumbuh meskipun tanpa perawatan yang serius.


14 comments:

  1. selamat berkebun dan tetap semangat

    ReplyDelete
  2. jika saja mrica dan cengkih itu masih ada di kampungku. tentu aku tidak akan melalnglang buana ke kota. Sungguh kawan, aku mencari tempat-tempat indah seperti yang kau abadikan. hijau, damai, dan bersahaja. Apakah ke depan kebun itu masih bertahan kawan? Semoga waktu sudi memberiku kesempatan ke sana...Salam:)

    ReplyDelete
  3. Insya Allah, beberapa puluh tahun kedepan masih ada. namun untuk generasi selanjutnya tidak bisa dipastikan. saya sangat bangga jika Abang bisa berkunjung kedaerah kami, Bulukumba Sulawesi Selatan, meski kami akui bahwa di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara lebih unggul cengkehnya dari kampung kami di Sulses.

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah kang iia karena kampungnya diberi anugrah berupa tanah yang subur sehingga banyak yang bisa tumbuh beraneka ragam :) keren!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bung pribadi sangat bersyukur. tapi sayangnya hanya sebagian orang kecil penduduk dikampung yang mensyukuri semua ini. mereka kebanyakan lebih suka merusak dan bekerja ala kapitalis kolonialis

      Delete
  5. Alhamdulillah. sesuatu yang harus disyukuri

    ReplyDelete
  6. karena alasan ini lah dulu bangsa eropa ingin menjajah indonesia...

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti kita harus mempertahankan kekayaan alam, mungkin salah satunya dgn pelestariannya

      Delete
  7. Di. Kec. Towuti kab Luwu timur, merica sdh populer dan sangat berpengaruh dalam peningkatan ekonomi masyarakat sejak 4 tahun trakhir ini.

    ReplyDelete
  8. Di. Kec. Towuti kab Luwu timur, merica sdh populer dan sangat berpengaruh dalam peningkatan ekonomi masyarakat sejak 4 tahun trakhir ini.

    ReplyDelete
  9. semoga petani kita lebih sejahtera lagi dan bisa mensejahterakan masyarakat lainnya yang bukan petani. merica memang merupakan komoditas yang menjanjikan

    ReplyDelete
  10. :) berkebun itu seru banget. q kadang jenuh ketika kerja dikota yang serba sesak :( tapi dengan bertani, perasaan lebih nyaman n kita lebih bisa bersyukur:)

    ReplyDelete

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم