Saturday, 15 December 2012

Lebih baik kita berteman saja


Sesosok gadis cantik mengalihkan perhatian Rudi yang sedang melaksanakan program kampus, yaitu KKN di Desa. Paras rupawan nan jelita gadis itu ternyata memang menarik perhatian banyak pemuda di Desa Tangga Allo Kecamatan Bulaeng Keke. Informasi itu didapat rudi ketika bersosialisasi untuk pelaksanaan program KKN yang telah dirancangnya beberapa hari yang lalu. Keterangan yang didapat oleh Rudi bahwa Andinee telah dilamar oleh seorang pemuda tampan, rupawan dan dari keluarga sejahtera. Tapi entah apa yang ada dibenak gadis itu, kenapa masih harus menunda nikah pada usianya yang telah mencapai 21 tahun.

Rudi penasaran dengan keputusan Andine, bunga desa itu. Dicobalah curhat pada temannya KKNnya Rizal.
“Andine kok menolak pemuda tampan itu?” Rudi Penasaran lalu berkata dalam hati “sebenarnya lelaki sesempurna apa yang dibutuhkan gadis itu?” dalam benaknya ia sungguh penasaran.
“Mungkin pemuda itu tidak sesuai dengan harapan si Andine!” jawab Rizal yang juga tertarik oleh pesona gadis Desa itu. Jawaban Rizal apa adanya karena sebetulnya ia juga ingin mencuri perhatian Andine. Dalam benaknya, Rizal berkata “andaikan kamu tau bahwa bukan hanya kesempurnaan materi yang dibutuhkan seorang gadis maka kamulah yang mampu menaklukkan hati gadis itu. Kesempurnaan pemuda itu hanya pada lahirnya saja, sementara ia tidak mampu menyentuh perasaan Andine”
Rudi mulai bimbang dengan niatnya mendekati Andine, ia kembali bergumam “mungkin kita ini hanya bisa mengaguminya saja, kita tidak mampu mendekati dia”.
Rizal yang mendengar perkataan Rudi merasa bahagia karena niat Rudi mulai kendor. Kepada Rudi ia berkata “Dunia ini penuh dengan hiasan wanita yang sholehah, yaitu gadis cantik yang diimpikan oleh banyak lelaki, itulah anugrah terbesar yang Allah swt. berikan kepada hambanya”. Tutur Rizal yang penuh semangat itu membuat niat Rudi semakin kendor.
Dialog Rizal dan Rudi sempat hening beberapa saat. Putus sudah harapan Rudi mendekati gadis Desa yang menjadi dambaan hatinya itu. Mereka berdua masing-masing termenung lalu Rizal berusaha mengalihkan pembicaraan.
“Bagaimana dengan pacarmu dikampung yang pernah kamu ceritakan dulu padaku?” tanya Rizal.
“Antara aku dan dia tidak ada masalah. Kami pun masih berpacaran”. Jawab Rudi.
“Mengapa kamu berniat mendekati gadis lain kalau kamu sudah punya pacar”? tanya Rudi penasaran.
“Hidup itu punya banyak rasa, karena banyak rasa pilihan pun boleh banyak” jawab Rudi ngambang.
“Maksudnya?” Rizal kembali bertanya.
“Sebenarnya saya juga tidak tega dengan sikapku ini, tapi hukum alam telah menetapkan kaum lelaki untuk memilih pasangan hidup dan wanita ditakdirkan untuk memilah lelaki yang terbaik untuknya”. Jawaban Rudi membuat Rizal mengangguk.
Ikatan cinta muda-mudi dalam bentuk pacaran itu sebenarnya tidak ada. Hanya sekedar nama saja pacaran itu. Kebanyakan orang sepakat bahwa pacaran itu hanya untuk saling mengenal karakter atau mencari kecocokan saja. Persamaan karakter itulah yang menjadi pertimbangan untuk dilanjutkan pada jenjang pernikahan bila ada kecocokan dan mengakhiri hubungan bila sudah tidak ada kecocokan. Tidak ada ikatan lebih. Jika ada ikatan lebih, berarti orang tersebut telah melanggar ketetapan Allah karena penciptaan manusia yang beragam suku, bangsa serta ia laki-laki atau perempuan itu untuk sekedar menyambung tali silaturrahim atau ta’aruf (saling mengenal). Hubungan yang spesial antar dua insan berbeda itu hanya milik orang-orang yang telah menikah.
Wajar jika ada seorang gadis yang banyak ditaksir pemuda. artinya gadis itu punya kelebihan  atau daya tarik. Mungkin karena ia dari keluarga yang kaya raya, bisa jadi juga cerdas atau wajahnya yang cantik rupawan. Tapi jika ada gadis yang tidak mengerti kenapa ia dibenci atau dihindari banyak lelaki, sebaiknya ia sadar diri. Lelaki itu punya pilihan, dan jadilah gadis sejati dambaan kaum adam. Jika itu dimiliki seorang gadis, justru ia bakalan bingung memilah sekian banyak pria yang datang kepadanya menyatakan cinta.
Pria sejati juga banyak yang menjadi dambaan para gadis. Itu karena mereka memiliki daya tarik yang mempesona. Sebaliknya jika lelaki itu egois, wanita biasa pun tidak akan mampu diraihnya.
Rizal yang terbawa pengaruh cerita Rudi lalu menambahkan “berarti tidak ada konsep kesetiaan dalam pacaran” tuturnya pelan.
“Iya, justru yang terbaik itu adalah seorang pria harus mengoleksi sebanyak-banyaknya wanita yang diinginkannya, begitupun seorang wanita harus pandai melihat pria mana yang paling tepat untuknya. Itu karena pria ditakdirkan untuk memilih yang terbaik dan wanita ditakdirkan untuk memilah (menyeleksi) yang terbaik pula untuknya”. Kata Rudi pada Rizal.
“Kenapa bisa begitu?” tanya Rizal penasaran.
“Konsep Setia pada Pacar itu konyol” jawab Rudi.
“Maksudnya?” Rizal kembali bertanya.
“Untuk apa setia pada sesuatu yang tidak pasti, lagian bagaimana cara mengukur kecocokan jika hanya berkenalan pada seorang gadis saja?, coba kamu pikirkan itu!” Rudi menerangkan.
“Apa cara ini bisa diterima?” Tanya Rizal yang mulai paham maksud Rudi.
“Begini! Bahasakan saja ini pada pacarmu dan kamu harus mengizinkan dia untuk menempuh hal yang sama, kamu harus mengizinkan dia untuk berkenalan dengan pria lain. tidak ada masalah jika dia lebih memilih cowok lain selain kamu, kamu harus relakan itu. Beralasan karena perasaan dia lebih cocok pada lelaki lain, tapi jika seandainya kamu benar-benar sayang padanya, tentu kamu mampu menarik pertahiannya agar lebih memilih kamu. toh jodoh juga ada ditangan Allah”. Rudi menjelaskan lalu terdiam. Suasana jadi hening.
Rudi menambahkan “gadis cantik nan ayu itu ditaksir banyak pemuda, sayangnya Cuma 1 orang yang bisa jadi suaminya. Pria sejati pun banyak disenangi wanita tapi sayangnya kesejatian pria hanya jika melabuhkan hatinya pada seorang yang dicintainya saja. Tidak untuk semua wanita”
--0--
Rudi yang sempat jatuh hati pada Andine merasa lebih baik mundur daripada berjuang menggapai cintanya Andine. Ia terpengaruh oleh pesan Rizal yang mengatakan “belum ada yang dirasanya cocok sehingga ia memilih menunda pernikahan”. Pesan itu membuat Rudi jatuh mental karena disangkanya bahwa pemuda rupawan saja tidak mampu mendapatkan Andine, terlebih dirinya yang masih berstatus mahasiswa yang biasa-biasa saja.
Justru kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Rizal. Ia justru lebih yakin untuk segera menaklukkan hati si Andine yang cantik itu. Kepiawaiannya menaklukkan hati para gadis diperkuat dengan pandangan baru yang didapatnya dari Rudi. Rizal justru berkeinginan mengoleksi banyak cewek. Ia mulai berniat menduakan pacarnya yang sekampus dengannya.
Pada kesempatan berikutnya, Rudi dan Rizal kembali bercakap.
“Bagaimana niatmu mendekati Andine?”, tanya Rizal setelah berbasa-basi bicara.
“Kamu saja yang coba dekati!” Seru Rudi.
“Bagaimana denganmu?” tanya Rizal.
“Aku menganggap cinta sejatiku ada pada pacarku dikampung” tegas Rudi.
“Lalu bagaimana dengan konsepmu yang membebaskan orang untuk memilih yang terbaik?” Rizal kembali bertanya.
“Kan saya sudah merasa cocok dengan yang pacar saya sekarang” kata Rudi.
Senanglah Rizal mendengar keteguhan Rudi. Justru kesempatan ini yang dijadikan Rizal sebagai kesempatan untuk mendekati Andine karena merasa tidak ada lagi saingan. Disusunlah rencana serapi mungkin untuk melancarkan niatnya.
Keesokan harinya, Rizal mulai mencari tau tentang gadis cantik yang menarik perhatian banyak orang itu. Pertama dia tanya pada seorang Bocah tentang keluarga Andine. Ia pun mendapatkan keterangan bahwa Andine adalah gadis dari keluarga terpandang dikampungnya. Lalu ia berusaha berkenalan dengan gadis tetangga Andine, tujuanya agar mendapat lebih banyak informasi tentang dia. Dari sekian banyak informasi ternyata yang didapatnya, ternyata dugaan Rizal sangat tepat bahwa Andine belum mendapatkan seorang lelaki yang benar-benar pas dihatinya. Yang banyak mendekatinya justru orang-orang yang terpandang dan rupawan tapi tidak mampu menyentuh hati Andine.
Kesempata Emas bagi Rizal. Ia berpikir bahwa gampang saja untuk mendekati Andine. Itu karena dia telah mengetahui bahwa keluarga Andine tidak menuntut banyak hal, hanya sifat dan sikap yang dinilainya. Iapun tau bahwa Andine juga hanya butuh sesosok pria yang pengertian dan perhatian. Tidak seperti dugaan pemuda-pemuda lain yang merasa minder ketika bertemu dengan Andine atau keluarganya.
-.-0-.-
Pada salah satu program KKN, Rizal berusaha agar rumah Andine yang jadi tempat sosialisasi program PHBS (Sosialisasi Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), Ia sendiri yang mengurus rencana sosialisasi tersebut, segera ia meminta kesediaan keluarga Andine agar rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuan warga untuk mendapatkan informasi PHBS dari para penyuluh kesehatan masyarakat.
Ketika Rizal berada di rumah Andinee, ia sempat grogi karena justru ia disambut oleh gadis cantik itu.
“Silahkan masuk kang!” Andine mempersilahkan dan menyambut Rizal.
“Makasih! Oya, Bapak kamu ada?” tanya Rizal.
“Tunggu yah kang, aku akan coba panggil!” seru Andine santun.
“Boleh, terima kasih!” kata Rizal.
Rizal menunggu orang tua Andine untuk menyampaikan maksudnya. Nampak kekaguman Rizal pada Andinee yang mempesona. Ia semakin takluk tak berdaya dibuatnya. “Ternyata Andine orangnya sangat sopan dan baik hati”, kata Rizal dalam benaknya. Ia duduk gugup menanti orang tua Andine segera datang menemuinya di ruang tamu.
“Maaf kang, sebentar lagi ayah saya akan ke sini” kata Andine pada Rizal.
“Iya Dinda, gak masalah. Aku akan menunggu!” seru Rizal.
“Memangnya ada urusan apa kang, kalau boleh tau?” tanya Andine penasaran.
“Kami dari mahasiswa KKN ingin melakukan sosialisasi PHBS, kebetulan teman-teman kami ingin acara itu dilakukan di rumah kamu”. Jawab Rizal.
“Asyik yah kang! Aku senang kalau ada kegiatan mulia yang dilaksanakan di rumah ini”. Tutur Andine meluluhkan hati Rizal.
Rizal mulai bangga dan merasa peluang untuk lebih dekat pada Andine semakin terbuka lebar.
“iya dinda! Ini juga harapan teman-temanku” Rizal berbasa-basi lalu menanyakan nama gadis cantik yang sedang berbicara dengannya. “Nama kamu siapa?” tanya Rizal pura-pura tidak tau.
“Andine kang” jawab Andine.
Percakapan mereka terhenti ketika Ayah Andine datang keruang tamu menemui Rizal. “ada apa nak?” tanya ayah Andine.
Disampaikanlah maksud kedatangan Rizal pada keluarga Andine. Keluarga Andinee yang suka bermasyarakat itu merespon keinginan Rizal dan teman-temannya.
Rizal segera pamit setelah selesai menyampaikan maksudnya dan direspon baik oleh keluarga Andine. Ia segera pulang ke posko KKN dengan perasaan puas! Hatinya berbunga-bunga oleh pesona Andine. Selanjutnya Rizal membuat cara agar Andine tertarik padanya. Program yang di unggulkannya adalah ceramah Islam seusai sholat magrib. Andine menyaksikan program itu. Andine puas dan menyampaikan kekagumannya pada Rizal yang piawai berbicara di mimbar.
“Aku senang dengar ceramah kamu kak” Gombal Andine.
“Trima kasih dinda, itu biasa saja bagiku” kata Rizal merendah.
“Tapi betul lho kang” Andine meyakinkan membuat hati Rizal semakin berbunga-bunga.
-.-0-.-
Program penyuluhan berlangsung. Saat itu, Rizal yang jadi penyuluh. Ia sungguh pandai bercara di hadapan masyarakat yang hadir pada sosialisasi PHBS di rumah Andine. Semua orang paham dan mengangguk kagum pada pembicaraannya termasuk sosoknya. Sementara itu, Andine membantu pelaksana program KKN untuk mempersiapkan makanan para tamu.
Andine dan Rizal sudah semakin akrab. Terpetik dihati Rizal “Sudah saatnya menyatakan cinta”.
Saat acara usai, Rizal ingin mengucapkan terima kasih pada keluarga Andine termasuk Andine. Pada kesempatan itu, Rizal dan Andine sempat berduaan setelah tamu pada pulang, ia jadikan ini kesempatan untuk merayu Andine.
“Andine sudah punya pacar yah?” tanya Rizal.
“Belum kang!”, jawab Andine santai.
Terdiam sejenak. Suasana jadi hening.
“Tidak mau berpacaran yah?” tanya Rizal penasaran.
“Bukan begitu kang!” seru Andinee. “hanya saja belum ada yang mengerti aku, belum ada yang pas denganku”.
Dengan perasaan yang percaya diri dan penuh keseriusan Rizal menyatakan “Maukah kamu Andinee menjadi pacarnya Rizal?, “aku yang akan selalu ada Andine”. Pernyataan dan Gombal Rizal membuat suasana hening.
Andine menarik nafas yang dalam pertanda ia merasakan susuatu yang sangat berat untuk diungkapkan.
“Kenapa diam Andine?” tanya Rizal.
“Bagaimana yah kang?” Andine kembali bertanya.
“Apapun keputusan kamu, aku terima” kata Rizal.
“Baiklah kang” Terdiam sejenak lalu Andine kembali bertanya, “punya pengalaman pacaran yah kang?” kata Andine
“Iya Andine” jawab Rizal.
“Bagaimana hubungannya sekarang?” Andine menguji Rizal.
“Sidia membenci aku, padahal itu Cuma salah paham. Karenanya kami putus hubungan” kata Rizal menjelaskan.
“Sebelum saya juga membeci kamu atau kamu membenci saya karena aku perhatian dan dekat dengan lelaki lain, lebih baik saya tidak menerima kamu jadi pacarku” kata Andine dengan suara yang pelan dan sopan. Ia kemudian melanjutkan “Lebih baik kita berteman saja”
-.-0-.-

No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم