Friday, 18 January 2013

AHM for Indonesia 2014-2019


Saat saya terbangun dari Mimpi
Langsung disuguhi oleh berita Tentang Capres Indonesia periode 2014-2019. Lantaran info yang kuterima ketika aku baru bangun (masih setengah mimpi mungkin), tiba-tiba saja Imajinasiku tertuju pada AHM for Indonesia 2014-2019
Berikut Pandangan Politikku
INDONESIA sedang menghadapi tantangan yang maha dahsyat oleh tekanan ekonomi politik luar negeri. Kondisi itu mengharuskan bangsa ini untuk turut mengambil peran dengan baik pada penguasaan teritorial minimal dalam negeri sendiri atau paling tidak mereka mampu bersaing secara ketat lewat kancah geostrategi yang dibangun lewat wacana dan stretegi oleh pemegang kuasa tingkat global. Pemerannya tentu negara Adidaya. Pertanyaannya adalah mampukah Indonesia bertahan ditengah himpitan persaingan tingkat global? Ada beberapa pilihan yang harus dilakukan untuk memposisikan Indonesia sebagai negara yang tidak diremehkan oleh Elit Politik Internasional. Salah satunya adalah memahami Misi Intelejen Dunia, ikut berperan pada tataran geostrategi, memainkan gerakan dan wacana ekonomi, politik, lingkungan hidupa dll. Jika yang demikian tidak direalisasikan maka bangsa ini akan menjadi konyol dan semakin tak berdaya oleh tekanan Negara-neraga lain.
Selain itu, pada tingkatan nasional dan lokal juga turut menjadi bagian terpenting dalam upaya penegakan keutuhan NKRI. Tokoh-tokoh nasional maupun lokal seharusnya mengelolah kekayaan alam negerinya sendiri, juga harus memegang teguh prinsip-prinsip dasar Bhineka Tunggal Ika demi keeutuhan berbangsa. Pancasila sebaga Ideologi NKRI harus berjalan sesuai dengan cita-cita pembangunan negeri ini, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, berdaulat adil dan Makmur. Itulah cita-cita bangsa Indonesia yang dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945. Tentu kita semua telah mengetahui itu, kitapun telah mengetahui bahwa saat ini telah terjadi penyelewengan amanat undang-undang yang telah diditipkan oleh para Perintis Kemerdekaan Negara kesatuan Republik Indonesia. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, mampukah para politisi saat ini mewujudka cita-cita NKRI milik kita? Sebetulnya itu bisa saja jika mereka memahami secara total permasalahan yang ada, selanjutnya para politisi membangun dari jiwa yang bersih, harapan yang sama yaitu rakyat harus mendukung program pemerintah tersebut. Dengan demikian, urusan dalam negeri akan aman.
Terkait urusan luar negeri, menerapkan sistem ekonomi preteksi atau tidak bukanlah menjadi masalah, yang terpenting saling menguntungkan atau tidak ada hegemoni dari luar soal kontrak ekonomi bilateral.
Berangkat dari pergeseran multi dimensi yang menimpa Negeri ini, pribadi merasa bahwa negeri ini sudah saatnya dipimpin oleh sosok yang ahli dalam pemerintahan, berpengetahuan luas dan paham permasalahan kenegaraan, menguasai teritorial,  memiliki jaringan lokal hingga jaringan internasional, memiliki dan mampu mengendalikan sistem perekonomian dari skala micro hingga skala macro. Sifat yang telah disebutkan di atas selanjutnya disikapi dengan kerja ekstra keras dan kesungguhan yang kuat, dimulai dari jiwa yang bersih demi nurani membebaskan negeri dari kemiskinan serta mengupayakan pendidikan yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang maksimal serta menciptakan ketentraman dan keamanan berbangsa. Itulah yang seharusnya dilakukan oleh pemenang dalam perebutan kursi kekuasaan lewat jalur politik.
Kenyataanya, jalan yang ditempuh oleh pemerintah seolah-olah enggan mengupayakan terciptanya kesejahteraan rakyat sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945. Karena itu, sebagai generasi bangsa yang sadar akan hal itu. Pribadi bermaksud ikut berperan memberantas kemiskinan, mengupayakan pendidikan yang lebih baik hingga tingkat mancanegara, mengupayakan kesehatan secara maksimal dan menyeluruh. Selain itu menciptakan ketentraman, ketertiban dan keamanan berbangsa dan bernegara, menciptakan keadilan, bebas korupsi, kebersihan serta kesehatan lingkungan dll. Dengan dasar itulah pribadi bermaksud mencalonkan diri sebagai presiden Republik Indonesia yang didukung oleh Partai Tak Ada. Semoga cita-cita ini bisa mengankat nama baik indonesia di mata Internasional.
-“Tulisan ini sekedar Imajinasi dan Ekspresi belaka” kepentingan pribadi hanya melatih diri menulis berdadarkan fenomena sosial, alam dll. atau sekedar belajar menuliskan kalimat yang lahir dari imajinasi.
AHM for Indonesia 2014-2019

6 comments:

  1. mau nyaingin farhat abbas ya? atau fadjroel? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. ingin tanding karya tulis yang diproduksi dari imajinasi tapi cari yang selevel aja. hehehe,

      aku menantang nih. biar aku bisa lebih semangat sich nulisnya

      Delete
  2. Saya Siap jadi juru kampanye...
    tetapi sayang cuma 10 partai yang lolos untuk bertarung pada pemilihan presiden 2014 nanti Bang...
    hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaa, makasih sudah atas niat.nya! tapi setidaknya bisalah dipake salah satu partai atau kalau tidak diterima, nyapres di republike mimpi saja. hehehe

      Delete
  3. Republik Mimpi, saya yakin bisa saja di terima... saya yakin..

    ReplyDelete
  4. tapi bangunkan aku dari mimpi bisa kan? soalnya aku kelamaan tidurnya dan hanya bisa bermimpi. hehehe

    ReplyDelete

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم