Saturday, 12 January 2013

Kasihan ia harus nikah muda



Bagi sebagian orang, nikah muda adalah hal yang biasa, tapi bagi pribadi penulis sejatinya itu tidak terjadi. Demi mencari dan mengincar sesuatu pada pasangan (cantik, kaya, bangsawan, kehormatan dll.).

Sebagai contoh, cukup mengangkat kisah tetangga saya. Ia masih berusia sangat muda. Kata ponakan saya “umurnya baru 14 tahun” dan duduk pada kelas sembilan (SMP kls 3) tapi jodoh udah terbuka.
Mengapa harus secepat itu? Karena wanita tetanggaku itu cantik, ini diakui oleh teman saya (Munawwir Petta Duppa, S.Pd., M.Pd. dan Suardi, S.Ip., MH) saat berkunjung ke rumah di Bulukumba. Pengakuan orang-orang memang ia banyak menarik perhatian karena cantiknya, putri tunggal dan material harta yang terbilang mapan. (Siapa yang tidak tergoda?). Dengan demikian, jika kita sepakat bahwa nikah muda itu sejatinya dihindari berarti kita juga sepakat bahwa menjadi wanita cantik, kaya, bangsawan dan dari keluarga terhormat justu memiliki tangantan yang cukup berat. Terlalu banyak orang yang harus bersaing memperebutkannya yang mungkin terjadi persaingan secara tidak sehat. Karunia itu harus dijaga.
Lewat tulisan ini ingin kukatakan bahwa “menjadi wanita cantik memiliki tantangan yang begitu besar. Terlebih jika kecantikan itu disertai dengan materi yang mapan dan dari keluarga yang baik-baik”.

10 comments:

  1. Apakah sahabat - sahabatnya itu tertarik juga dengan sosok kecantikan tetangga yang sudah mau menikah itu Bang...???

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm, pertarungan seru banget sampe-sampe orang tua si mempelai wanita kalah. harus segera menikahkan anaknya.

      yaaa, termasuk beberapa orang tetangganya.

      Delete
  2. Susah juga ya klu jadi wanita cantik...cabaran nya besar apalagi klu terdiri dr kalangan keluarga terhormat..pasti menjadi rebutan..semoga aja org yg bakal menikahi nya benar2 mencintai, bukan sekadar memandang hartanya.. moga di jauhkan.:)
    Haris bila lagi nikahnya?? hehe;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haris dapat pesan dari orang tua untuk memilih 3 hal :
      dalam bahasa bugis (suku di Indonesia - bagian tengah, Sulawesi selatan) beliau berkata carilah wanita yang memiliki "teppe', siri' na pa'dissengngeng", pesan itu saya terjemahkan "carilah wanita untuk jadi pendampingmu yang beriman, memiliki budi yang baik serta cerdas (kecerdasannya digunakan untuk hal-hal baik).

      Delete
  3. Saya rasa ini tanggung jawab orang tua, bahwa seharusnya diya harus mampu melihat Masa depan dan kebutuhan anaknya...

    Apakah anaknya yang umur belia itu butuh suami atau diya justru butuh Pendidikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. perjuangan orang tua untuk putri semata wayangnya itu sangat besar, perhatian dan kasih sayang. tapi tantangan sulit dihindari jika yang datang adalah raja gombal dari eksternal keluarga.

      inilah takdir

      Delete
  4. saya rasa ini takdir orang tua,

    dan musibah buat gadis kecil yang akan di nikahkan...

    sebab gadis kecil hanyalah bermodalkan Kecantikan,,,
    dan masih butuh pengalaman hidup, seperti halnya butuh pendidikan.

    ReplyDelete
  5. satu lagi yang kasihan.
    teman kita di lingkaran tim eksekusi "anu" yang kasihan karena baru mau di odo' na adami yang ambilki.
    hehehe

    ReplyDelete
  6. Replies
    1. Sepupunya Bang Sulfan Cantik kan? yang nikah muda itu kebanyakan karena punya daya tarik, atau pandai menarik perhatian laki

      Delete

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم