Skip to main content

1 Peluang yang tidak berhasil kuraih


Setelah mengikuti seleksi mentor di Madrasah Development Center (MDC) Kementerian Agama Sulawesi Selatan pada tanggal 7 Juni 2013 lalu. Kali ini jawaban lulus semakin kabur karena belum ada informasi pasti soal diterima atau tidak. Kepastian tersebut diterima karena paling tidak, pengumuman diterima paling lambat tanggal 17 Juni 2013 dan itu berarti kelulusan milik peserta seleksi yang lain.

Sebetulnya ada sedikit harapan untuk lulus disana karena secara kuantitas, peserta seleksi hanya 17 orang dan yang lulus seleksi sekitar 12 orang. Itu berarti paling tidak hanya 5 orang diantara kami yang dinyatakan tidak lolos seleksi. 3 kabupaten yang mendapatkan jatah seksi adalah Gowa, Jeneponto dan Bulukumba. Disanalah peserta yang lolos akan bertugas nantinya.
Jika diukur secara kapasitas individu maka yang memiliki jenjang pendidikan yang terendah adalah saya, yaitu baru menyusun tesis untuk penyelesaian jenjang s2 namun yang lainnya sudah ada yang menuju tahap penyelesaian s3. Pertimbangan lain adalah ukuran pengalaman peserta seleksi yang sudah terbiasa dengan pekerjaan pendampingan dan menjadi mentor. Peserta seleksi terdiri dari Pegawai Kementerian Agama di Sulawesi Selatan, Dosen dan Guru.
Akhirnya kusadari bahwa tidak ada tempat untukku menjadi pendamping dan mentor untuk program yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI yang disponsori oleh Pemerintah Australia. Saya masih diberi waktu luang untuk membangun kebun sebelum bekerja pada instansi maupun perusahaan.

Comments

Popular posts from this blog

Kedudukan Ar-ra'yu sebagai Landasan Hukum Islam

Referensi Pada dasarnya umat Islam yang beriman Kepada Allah swt. Meyakini bahwa Sumber utama Ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis sudah sempurna. Firman Allah dalam Alquran sudah sempurna membahas aturan-aturan, hukum, ilmu pengetahuan (filsafat), kisah, ushul fiqh dan lain-lain. Begitu juga Hadis Rasulullah yang salah satu sifatnya menjadi penjelasan ayat-ayat dalam Alquran. Posisi Hadis adalah penjelas dan sumber kedua setelah Alquran.

Saya Memilih Domisili di Kab. Gowa

Setelah memilih salah satu dari kandidat calon pemimpin baru Sulawesi Selatan pada selasa kemarin. Kali ini saya dihadapkan pada pilihan menetap di Bulukumba atau Kabupaten Gowa. Pilihan ini sebetulnya agak ribet bagi saya. Jika saya memilih tinggal di Bulukumba, berarti saya harus menyiapkan waktu dan tenaga ke Makassar setiap hari jum’at untuk kuliah dan balik lagi kekampung pada hari minggu untuk rutinitas pertanian.

Belajar dari Kekecewaan

Sambil ngopi dan ngobrol di kamar kost seorang diri (maksudnya mikirin nasib dimasa mendatang) tiba-tiba perhatian saya tertuju pada sebuah status yang ditulis oleh Ustadz Sukardi yang popuer disapa ustads muda di kampung kami.