Skip to main content

Hari ini meminang untuk Sahabat


Untuk Komandan KOSDAP Kanreapia Tn. Jamaluddin Dg. Abu, S.Pd., MM. salah seorang sahabat seperguruan dan seperjuanganku.
Selamat atas rencana pernikahan anda pada wanita pujaan hati anda pada Dina Syam.
Sebagai dukungan dan do’a restu dari kami, saya akan menyempatkan waktu ditengah padatnya agenda yang telah ku programkan maupun rutinitas keseharian demi keikutsertaan dalam melamar pujaan hatimu. Semoga seluruh rangkaian acara dan ritual pernikahanmu berjalan lancar dan kamu bisa membangun keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah. Tanggal 27 adalah pilihanmu yang tepat sebagai angka keberuntungan untuk memulai urusan dalam menempuh hidup baru untuk membina mahligai rumah tangga.

Pesan saya bahwa memilih nikah itu berarti
1.            Siap Lahir dan Batin
Siap secara lahiriah berarti mampu menyiapkan dan mengolah kebutuhan sandang, pangan dan papan serta beberapa kebutuhan sekunder lainnya (lihat hirarki kebutuhan manusia). Untuk anda, saya tidak ragukan lagi karena usaha anda selama ini sudah terbukti. Anda sudah sangat matang fisik dan dewasa secara psikologis.
Siap secara batiniah berarti mengetahui dan mampu menciptakan suasana keluarga yang Sakinah, Mawaddah wa rahmah.
2.       Mempunyai planning yang tepat dalam mengurus rumah tangga baru. Kamu juga sudah mampu membuktikan, hanya saja selama ini hanya bangunan hubungan pacaran.
-   - -
J
-   - -
Do’akan juga sahabat-sahabatmu untuk menyusul rencanamu yang sangat mulia.

Comments

Popular posts from this blog

Kedudukan Ar-ra'yu sebagai Landasan Hukum Islam

Referensi Pada dasarnya umat Islam yang beriman Kepada Allah swt. Meyakini bahwa Sumber utama Ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis sudah sempurna. Firman Allah dalam Alquran sudah sempurna membahas aturan-aturan, hukum, ilmu pengetahuan (filsafat), kisah, ushul fiqh dan lain-lain. Begitu juga Hadis Rasulullah yang salah satu sifatnya menjadi penjelasan ayat-ayat dalam Alquran. Posisi Hadis adalah penjelas dan sumber kedua setelah Alquran.

Saya Memilih Domisili di Kab. Gowa

Setelah memilih salah satu dari kandidat calon pemimpin baru Sulawesi Selatan pada selasa kemarin. Kali ini saya dihadapkan pada pilihan menetap di Bulukumba atau Kabupaten Gowa. Pilihan ini sebetulnya agak ribet bagi saya. Jika saya memilih tinggal di Bulukumba, berarti saya harus menyiapkan waktu dan tenaga ke Makassar setiap hari jum’at untuk kuliah dan balik lagi kekampung pada hari minggu untuk rutinitas pertanian.

Belajar dari Kekecewaan

Sambil ngopi dan ngobrol di kamar kost seorang diri (maksudnya mikirin nasib dimasa mendatang) tiba-tiba perhatian saya tertuju pada sebuah status yang ditulis oleh Ustadz Sukardi yang popuer disapa ustads muda di kampung kami.