Sunday, 25 August 2013

Safari Cinta


 Perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain dalam kurun waktu 1 minggu akhirnya selesai kulakukan. Meski banyak agenda selingan yang saya lakukan seperti kunjungan ke rumah keluarga pada beberapa tempat di kampung, resepsi pernikahan yang padat, dll. tapi catatan untuk minggu secara garis besar saya beri judul safari cinta. Bersama teman-teman berbeda saya melakukan perjalanan ke berbagai tempat, antara lain ke Kanreapia atau lebih dikenal sebagai Malino Timur, Kahaya Kecamatan Kindang dan Tanjung Bira.

Perjalanan terakhir saya adalah di Tanjung Bira, yaitu tanggal 24 – 25 Agustus 2013. Kegiatan ini dihadiri oleh Perintis Perjuangan Kemerdekaan dan Penerus Perjuangan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia. Pesertanya ada yang sudah berusia hingga ratusan tahun. Dari kampung, saya dan Ibundaku menghadiri acara yang penuh muatan spiritual atau semangat untuk selalu berbuat kebaikan dan membela Negara, bangsa dan agama.
“I Love Tanjung Bira”, susunan kata yang banyak di temui di sana, meski terlihat bahwa di seputaran tempat kami melakukan kegiatan, ada saja anak usia sekolah yang pacaran hingga berani memperlihatkan dirinya meneguk minuman beralkohol dan ciuman. Itulah generasi saat ini yang terpengaruh oleh materialism dan indidualisme. Semoga kedepan, biarlah budaya seperti ini tidak lagi Nampak di Negeri kita.
Dua hari sebelumnya, saya ke Desa Kahaya, yaitu tanggal 20 – 21 Agustus 2013 kami berada di Desa Kahaya Kecamatan Kindang. Rombongan yang kutemani adalah sahabat-sahabat pemerhati pendidikan dan kebudayaan lokal yang tergabung dalam LSM The Phinisi Center. 11 orang tergabung dalam kegiatan ini, terdiri dari 8 orang pengurus TPC dan 3 orang simpatisan. Kegiatannya adalah sosialisasi program pendidikan partisipatif, komunikasi dan diskusi tentang pengembangan desa, penelitian dan dokumentasi tentan masalah dan potensi budaya dan objek wisata.
Kegiatan lainnya adalah safari ke Kanreapia – kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Kalau tujuan utamanya adalah menghadiri pernikahan sahabat karib Kami (Jamaluddin Dg. Abu dan Diana Putri Syam). Rombongan ke kanreapia adalah terdiri dari Pak Munawir, Pak Suardi, Pak Rusdi, Pak Culli, Pak Sahid, Ibu Nafsa, Pak Juru dan saya sendiri. Meskin tujuan utama kami adalah menghadiri resepsi pernikahan pada 18 Agustus 2013 namun karena keberangkatan kami sehari sebelumnya (17 Agustuss 2013) adalah hari ulang tahun kemerdekaan NKRI jadi semangat kami pun menggunakan kostum merah putih. Yang menggunakan motor merah, setidaknya juga menggunakan helm putih biar yang mendominasi warna kami adalah merah dan putih.
Di desa Kanreapia, kami menemukan kesejukan alam. Bahkan kami sudah harus bertahan sekuat tenaga menahan dinginnya tekanan udara pada daerah tersebut. Hanya 4 orang diantara kami yang bisa mandi pada pagi hari, termasuk saya. Sementara yang lainnya lebih memilih tidak mandi karena tidak bisa menahan dinginnya air. Salah satu komentar temanku bahwa “lebih baik saya bau daripada harus mati membeku di sini”.
Tiga safari yang telah kami lakukan ini membangkitkan semangat untuk selalu bersilaturrahmi dan mempererat persaudaraan.  
Kedepannya kemana lagi yah? Semoga keberkahan dan keselamatan selalu menyertai kita semua. Wassalam.

No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم