Skip to main content

Kehilangan HP tidak harus kehilangan Nomor, cp dan data

Sebelum sampai dikampung halaman, Ponsel kesayanganku hilang. Karenanya saya merasa sangat sedih harus kehilangan kontak person orang-orang penting dalam hidupku. :-( meskipun ini terjadi, saya tetap harus bersabar karena semua hal yang telah hilang bersamaan hilangnya HP tetap bisa kembali.

Paling tidak ketika kita kehilangan Hp berarti kehilangan catatan penting, kontak person orang-orang penting, nomor yang digunakan, data-data lain dan bahkan Hp yang harganya lumayan. Untungnya saat ini teknologi sudah semakin dekat sehingga kehilanhan ponsel bukan lagi masalah yang terlalu serius. Penjual HP dan pilihan merek sudah sangat banyak. Teknologi pun mampu mengembalikan data yang hilanh.
Seperti yang saya alami. Meski kehilangan ponsel tapi hari itu juga saya mendapatkan ponsel baru sebagai gantinya. Nomor hp yang selama ini saya pakai juga kembali aktif kurang dari 3 hari. Begitupun nomor kontak dan data-data sebagian sudah ada.



Comments

Popular posts from this blog

Kedudukan Ar-ra'yu sebagai Landasan Hukum Islam

Referensi Pada dasarnya umat Islam yang beriman Kepada Allah swt. Meyakini bahwa Sumber utama Ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis sudah sempurna. Firman Allah dalam Alquran sudah sempurna membahas aturan-aturan, hukum, ilmu pengetahuan (filsafat), kisah, ushul fiqh dan lain-lain. Begitu juga Hadis Rasulullah yang salah satu sifatnya menjadi penjelasan ayat-ayat dalam Alquran. Posisi Hadis adalah penjelas dan sumber kedua setelah Alquran.

Saya Memilih Domisili di Kab. Gowa

Setelah memilih salah satu dari kandidat calon pemimpin baru Sulawesi Selatan pada selasa kemarin. Kali ini saya dihadapkan pada pilihan menetap di Bulukumba atau Kabupaten Gowa. Pilihan ini sebetulnya agak ribet bagi saya. Jika saya memilih tinggal di Bulukumba, berarti saya harus menyiapkan waktu dan tenaga ke Makassar setiap hari jum’at untuk kuliah dan balik lagi kekampung pada hari minggu untuk rutinitas pertanian.

Belajar dari Kekecewaan

Sambil ngopi dan ngobrol di kamar kost seorang diri (maksudnya mikirin nasib dimasa mendatang) tiba-tiba perhatian saya tertuju pada sebuah status yang ditulis oleh Ustadz Sukardi yang popuer disapa ustads muda di kampung kami.