Wednesday, 16 September 2015

Harapan Bunda Demi Hidupku


Ibuku, apa yang engkau khawatirkan dan harapkan pada saya belum sepenuhnya saya bisa laksanakan. Seperti yang engkau bahasakan berkali-kali bahwa kerja untuk kesejahteraan anakmu sudah semestinya didapatkan, begitupula agar saya segera beristri untuk generasi penerusmu supaya dipersiapkan segera.

Saya juga merenungkan itu karena saya sadar bahwa waktu yang digunakan di dunia ini sangat singkat. Kekhawatiran dan harapanmu juga saya rasakan dan berusaha untuk menepisnya dengan baik. Pekerjaan itu memang sangat penting saat ini karena pengaruh globalisasi yang membuat kebutuhan manusia meningkat tajam sehingga uang menjadi kebutuhan yang tertinggi manusia. Saya telah mencari pekerjaan yang terbaik untuk saya, perkerjaan yang tidak menghalangi saya untuk dekat dengan sang pencipta, tidak menyita kesempatan bergaul pada masyarakat luas, tidak menghambat kesempatan berorganisasi dan tidak mengabaikan aspek kekeluargaan dalam pekerjaan itu. Hari ini dan sejak beberapa waktu yang telah berlalu saya telah mencarinya karena saya memiliki sedikit pemahaman tentang manajemen, terutama bagaimana memanfaatkan waktu. Usaha dan harapan ini saya yakin akan terkabul suatu saat nanti tapi kita butuh bersabar sebelum sampai kesana.

Jodoh sebagaimana kalian harapkan juga sementara saya persiapkan. Sebagaimana pesan anda (ibu) bahwa “carilah kriteria engkae paddisengenna, engkae teppeqna sibawa engkae ppatuo sumangeq pada wanitamu. Berarti itu saya mesti wujudkan untuk ridho dari yang Maha Kuasa dan restu sang bunda. Secara pribadi, saya berharap ada sosok wanita sebagaimana kriteria diatas yang juga paham soal adat dan budaya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tapi lebih jauh, mungkin Kriteria inilah yang mungkin menghambat saya menemukan jodoh, karena saya yakin jodoh yang baik itu tanpa kriteriapun bisa didapatkan karena sesungguhnya feelinglah sumber penilain terbaik. Insya Allah.

Inilah sedikit celoteh yang kurang sopan dari saya, maafkan saya ibu jika selama ini saya tidak patuh dan mengenal setiap harapan yang tersirat sebagaimana telah engkau bahasakan. Saya telah berusaha melakukan itu, berdoa dan bersabar menanti keajaiban dari yang Maha kuasa tentang hidup (dalam pandangan duniawi) yang lebih baik.

 

No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم