Skip to main content

Persiapan Mengikuti LDK IPPM di Desa Anrang


Ikatan Pemuda dan Pelajar Mattoangin (IPPM) akan melakukan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dengan tema “Menjadi Pemuda yang Haus Akan Ilmu Pengetahuan dan Lemah tanpa iman” yang dijadwalkan berlangsung pada hari Jum’at s/d Minggu, 4 – 6 September 2015 di Mattoangin Desa Anrang Kecamatan Rilau Ale Bulukumba. Kegiatan tersebut merupakan program perdana setelah deklarasi dan pemilihan ketua umum untuk pengurus angkatan pertama.

IPPM yang dipimpin (ketua sekaligus deklarator) oleh Ilham mempersiapkan kegiatan LDK dengan beberapa materi kegiatan antara lain: 1) Pemuda dan Tanggung Jawab Sosial, 2) Kepemimpinan, 3) Keorganisasian, 4) Persidangan, 5) Retorika, 7) Cara Berpikir Ilmiah, 8) Identitas Pemuda dan Pelajar dan 9) Manajemen Konflik. Materi tersebut dijadwalkan akan berlansung selama 3 hari dengan dipadatkan pada penguatan keilmuan.
Oleh Penulis (Abdul Haris Mubarak) yang dipercayakan jadi Pembina IPPM juga diminta membawakan materi Pemuda dan Tanggung Jawab Sosial. Materi yang diangkat adalah posisi pemuda di tengah masyarakat. Pembahasan dipadatkan pada potensi atau posisi tawar pemuda dalam mengawal perubahan di Masyarakat.
Konsep Kegiatan yang dirancang ini adalah langkah awal dalam mewujudkan perubahan dalam masyarakat menjadi insan muda dan pelajar yang lebih cerdas. Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar. Amin yaa Rabbal alamin!


Comments

Popular posts from this blog

Kedudukan Ar-ra'yu sebagai Landasan Hukum Islam

Referensi Pada dasarnya umat Islam yang beriman Kepada Allah swt. Meyakini bahwa Sumber utama Ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis sudah sempurna. Firman Allah dalam Alquran sudah sempurna membahas aturan-aturan, hukum, ilmu pengetahuan (filsafat), kisah, ushul fiqh dan lain-lain. Begitu juga Hadis Rasulullah yang salah satu sifatnya menjadi penjelasan ayat-ayat dalam Alquran. Posisi Hadis adalah penjelas dan sumber kedua setelah Alquran.

Saya Memilih Domisili di Kab. Gowa

Setelah memilih salah satu dari kandidat calon pemimpin baru Sulawesi Selatan pada selasa kemarin. Kali ini saya dihadapkan pada pilihan menetap di Bulukumba atau Kabupaten Gowa. Pilihan ini sebetulnya agak ribet bagi saya. Jika saya memilih tinggal di Bulukumba, berarti saya harus menyiapkan waktu dan tenaga ke Makassar setiap hari jum’at untuk kuliah dan balik lagi kekampung pada hari minggu untuk rutinitas pertanian.

Belajar dari Kekecewaan

Sambil ngopi dan ngobrol di kamar kost seorang diri (maksudnya mikirin nasib dimasa mendatang) tiba-tiba perhatian saya tertuju pada sebuah status yang ditulis oleh Ustadz Sukardi yang popuer disapa ustads muda di kampung kami.