Tuesday, 17 May 2016

Komunikasikan Sebelum Terlambat


Kuakui itu kesalahan saya karena tidak langsung menemui orang tuanya si Niar ini padahal tujuan utamaku adalah menyampaikan berita dan amanah pada orang tuanya. Waktu itu, karena saya bermaksud menghemat waktu dan bermaksud memberi kejutan pada si Niar maka langsung saja kutemui dia disuatu tempat. Karena kesalahan itu akhirnya saya tidak punya lagi kesempatan untuk menemui orang tua si Niar untuk menyampaikan suatu berita yang entah membuatnya bahagia atau justru kecewa.

Saat kutemui si Niar di suatu tempat, awalnya ia terlihat manis dan berseri-seri karena saya sebagai orang yang sudah lama selalu bersamanya kemudian sekitar setahun  tidak  bertemu dan komunikasi lalu pada suatu momen saya menemuinya ditempat kerjanya. Awal ketemu semuanya Nampak baik lalu ketika ia bertanya hal apa yang membuat saya ingin menemuinya dan ketika kujawab lalu memperlihatkan undangan nikah yang kubawa membuat suasana jadi berubah. Suasana jadi kaku dan lebih beku ketika si Niar berkata “kupikir dia yang akan datang kerumah dan kudampingi nantinya.
Suatu yang pasti bahwa keinginan yang tidak dikomunikasikan tidak akan menghasilkan sesuatu mulus. Seperti pengalaman yang telah diungkap tadi bahwa ketika si Niar hanya memndam rasa yang tidak dikomunikasikan dan akhirnya ia harus menerima kenyataan pahit.
Perasaan yang tidak mampu diungkapkan dan hanya mampu dipendam, tapi pada akhirnya diungkapkan disaat yang tidak mungkin mengubah keadaan karena perasaan itu tidak dikomunikasikan lebih cepat.

No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم