Wednesday, 26 April 2017

Ibu yang Sedang Jengkel


Pagi tadi (Rabu, 26 April 2016)  penulis menyaksikan kecelakaan lalu lintas di Jalan Poros Bulukumba Bantaeng. Seorang  pemuda dan ibunya jatuh dari motor ditikungan sekitar perbatasan kabupaten. Untung saja korban kecelakaan tidak mengalami luka parah. Hanya kendaraan bermotor yang digunakan lecet, selain itu terdapat 10 liter minyak goreng dan 3 rak telur pecah dan beberapa barang bawaan lainnya ikut rusak.


Terdapat petikan dialog antara pengendara dan ibunya yang menjadi korban kecelakaan tersebut. “Angngu’rangiko naq, kupauang memangko nu pelang-pelang” kata ibu yang menjadi korban kepada semua orang yang berkumpul bahwa “mengingat itu penting nak, saya sudah memberitahumu untuk pelan-pelan berkendara”. Pesan ibu ini benar adanya namun ia menyampaikan ini dalam keadaan emosi. Mendengar pernyataan ibunya, anak lalu menjawab “kupauang memangko nu ddongko otomo, nasaba attinroa. Nakke to taddo’do” kata pemuda itu membela diri dari amarah ibunya.

Penting untuk menjadi pelajarang bahwa ketika kita khendak berkendara maka mengingat Allah rabbul ‘alamin adalah yang utama. Sebagaimana pesan seorang ibu pada anaknya yang menjadi korban kecelakaan hari ini. Setiap berkendara sebaiknya dalam keadaan tenang dan mampu berkonsentrasi penuh. Kesalahan ibunya adalah karena ia tidak memahami anak yang merasa terpaksa dan tidak ikhlas serta dalam keadaan mengantuk untuk mengantarnya ke suatu tempat.

Agar perjalanan menjadi lancar, penting juga untuk selalu ber’doa setiap ingin keluar rumah dan menggunakan kendaraan. Semoga perjalanan kita semua bisa dilancarkan dan tanpa halangan dan musibah. Amin yaa rabbal ‘alamin

No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم