Skip to main content

Semalam di Desa Kahaya Program Pemda Bulukumba


Program Semalam di Desa merupakan program Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba yang dilaksanakan setiap bulan. Program ini merupakan upaya pemerintah membuka pelayanan pada rakyat sehingga pemerintah bisa lebih dekat dengan rakyat.

Hari ini, kamis s/d jum’at, 20 – 21 April 2017 Pemda Bulukumba kembali melaksanakan program semalam di Desa ke-3 yang dilaksanakan di Desa Kahaya Kecamatan Kindang setelah sebelumnya telah dilaksanakan diKecamatan Rilau Ale untuk bulan maret dan Kecamtan Kindang untuk bulan februari tahun 2017.

Mewakili Program Keluarga Harapan PKH, kami turut mendukung kegiatan Semalam di Desa. Kami turut berpartisipasi dalam kegiatan malam dan siang harinya. Pada malam hari difokuskan pada hiburan dan menjalin keakraban dengan masyarakat desa, selanjutnya untuk siang harinya difokuskan pada pelayanan masyarakat. Seluruh kebutuhan informasi, administrasi dan pelayanan daerah bisa dilakukan di Desa sehingga masyarakat bisa lebih dekat dan mudah dalam pengurusan berkas.

Program Keluarga Harapan kabupaten Bulukumba yang turut berpartisipasi membentuk posko pengaduan masyarakat sebagai tempat informasi dan komunikasi seputar PKH. Selain itu juga dilakukan kegiatan simulasi dan pemberian cendramata pada keluarga penerima manfaat PKH.

Semoga kegiatan-kegiatan serupa bisa terus berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat. (AHM)

Comments

Popular posts from this blog

Kedudukan Ar-ra'yu sebagai Landasan Hukum Islam

Referensi Pada dasarnya umat Islam yang beriman Kepada Allah swt. Meyakini bahwa Sumber utama Ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis sudah sempurna. Firman Allah dalam Alquran sudah sempurna membahas aturan-aturan, hukum, ilmu pengetahuan (filsafat), kisah, ushul fiqh dan lain-lain. Begitu juga Hadis Rasulullah yang salah satu sifatnya menjadi penjelasan ayat-ayat dalam Alquran. Posisi Hadis adalah penjelas dan sumber kedua setelah Alquran.

Saya Memilih Domisili di Kab. Gowa

Setelah memilih salah satu dari kandidat calon pemimpin baru Sulawesi Selatan pada selasa kemarin. Kali ini saya dihadapkan pada pilihan menetap di Bulukumba atau Kabupaten Gowa. Pilihan ini sebetulnya agak ribet bagi saya. Jika saya memilih tinggal di Bulukumba, berarti saya harus menyiapkan waktu dan tenaga ke Makassar setiap hari jum’at untuk kuliah dan balik lagi kekampung pada hari minggu untuk rutinitas pertanian.

Belajar dari Kekecewaan

Sambil ngopi dan ngobrol di kamar kost seorang diri (maksudnya mikirin nasib dimasa mendatang) tiba-tiba perhatian saya tertuju pada sebuah status yang ditulis oleh Ustadz Sukardi yang popuer disapa ustads muda di kampung kami.