Friday, 6 October 2017

Petani Mendidik


Bertani merupakan suatu pekerjaan mulia karena mengajarkan manusia untuk lebih pandai Bersyukur. Bertani juga Mengajarkan kita bahwa untuk meraih sesuatu (sukses) harus dengan perjuangan keras dan melalui proses yang tidak gampang. Setiap orang yang memilih kerja sebagai petani harus memiliki kemampuan fisik dan wawasan tetang ilmu alam dan pertanian. Ilmu itu adalah untuk memahami dan mempelajari hukum alam, membaca tanda-tanda alam, memilih perlakuan terhadap pekerjaan dan memilih waktu yang tepat untuk bercocok tanam

Sebelum munculnya paham ekonomi merkantalis, kapitalis, sosialis dan saat kebutuhan pokok manusia masih sebatas untuk sekedar makan dan tempat berteduh, penghasilan petani sudah cukup meskipun hanya bekerja sebagai sebagai petani sawah. Perkembangan teknologi dan pengaruh globalisasi memaksa manusia berkerja lebih keras dan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak lagi terbatas pada makanan dan tempat tinggal tetapi sudah merambah pada kebutuhan akses dan gaya.

Petani tidak ketinggalan merasakan efek Globalisasi. Saat ini petani membutuhkan produk dengan sentuhan teknologi tinggi mulai dari tahap persiapan awal, pembenihan, pemeliharaan/perawatan, panen, hingga produksi hasil pertanian. Tentu saja pengelolaan sektor pertanian juga membutuhkan biaya yang tinggi, belum lagi kebuhan pribadi dan keluarga terhadap akses, gaya hidup dan eksistensi diri yang makin menjadi-jadi.

Andi Radiah adalah seorang petani sederhana yang mencoba bertahan secara tradisional dan melawan beratnya gilasan arus globalisasi. Ia memahami bahwa pengaruh globalisasi dan doktrin ekonomi menjadikan yang tidak penting menjadi penting dan ada juga yang penting menjadi tidak penting. Contohnya adalah penggunaan HP sebagai alat komunikasi, meskipun secara fungsional sudah cukup dengan telp/sms/intertet namun seseorang tidak akan merasa puas jika hanya terdapat 3 fungsi dalam 1 genggaman tersebut. Ada pula yang dulunya penting pada akhirnya menjadi kurang penting seperti silaturrahim karena munculnya media komunikasi yang menghubungkan informasi (kabar/berita/perintah) tanpa harus ketemu.

Nama           : Andi Radiah
Gender         : Perempuan
Pekerjaan      : Tani/Kepala Keluarga
Pendidikan    : Tidak taman SLTP
Jumlah anak  : 6


Andi Radiah mendidik anak-anaknya dengan baik. Meskipun dia seorang petani, tapi ia memahami arti pendidikan bahwa anak yang terdidik adalah mereka yang mampu berbuat yang terbaik untuk diri, keluarga, keyakinan dan bangsanya. Ia mendidik anaknya melalui pendidikan keluarga berbasis agama dan pesan-pesan kearifan lokal. Untuk pendidikan formalnya diserahkan pada Madrasah terbaik.

Kehidupan postmodern yang membuat kebutuhan manusia semakin meningkat tidak mengubah pekerjaannya. Andi Radiah tetap setia bertani dan memasarkan hasil pertaniannya di pasar tradisional hingga pedagang daerah.

Pada umumnya petani menggunakan pupuk kimia untuk peningkatan produksi dan pestisida untuk membasmi rumput dan hama namun bagi Andi Radiah yang pendidkannya tidak tamat SLTP itu tidak sepakat dengan penggunaan pupuk kimia dan pestisida pada lahan pertanian. Baginya ada solusi lain untuk pupuk yang tidak membuat ketergantungan dan itu sangat alami. Untuk rumput tidak perlu dibasmi menggunakan pestisida, tapi cukup mencabut rumput dengan alat sederhana dan tidak perlu terlalu bersih. Ketika ditanya kenapa begitu, ia menjawab didalam tanah terdapat ekosistem dan rumput adalah salah satu dari ekosistem tersebut yang kehadirannya dibutuhkan oleh bagian dari ekosistem lain.

No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم