Friday, 2 June 2017

Cengkeh dan Berkah Bulan Ramadhan

Berkah bulan ramadhan bagi keluarga petani Bulukumba kembali dirasakan oleh petani cengkeh. Momentum panen cengkeh bertepatan dengan bulan puasa (tahun 2017). Seperti tahun-tahun sebelumnya, penulis telah mempublikasikan kegiatan pertanian untuk edisi panen cengkeh antara lain: tahun 2012 menulis tentang “Datangnya musim cengkeh”, tahun 2013 menulis tentang “Kembali Berkebun”, tahun 2014 menulis tentang “Perjuangan dan tantangan petani cengkeh hingga menuai hasil (catatan petani cengkeh)” dan tahun 2016 menulis tentang “berkah cengkeh di Bulan Ramadhan”.

Tahun ini penulis kembali berbagi tentang dunia tani untuk komoditi cengkeh. Panen cengkeh adalah hasil dari perjuangan selama 1 tahun perawatan kebun dan tumbuhan. Kalau masa tanam hingga berbuah berkisar 5 tahunan untuk mendapatkan buah pertama.
Penulis akhirnya kembali panen cengkeh tahun ini yang dimulai pada hari selasa, 29 Mei 2017 atau bertepatan dengan bulan ramadhan. Meskipun produktivitas cengkeh menurun tapi semangat bertani tetap antusias. Biasanya ketika produksi buah berkurang, harga jual cengkeh yang meningkat jadi petani tetap bisa menikmati hasil kebunnya.
Untuk Pemeliharaan dan panen tetap dilaksanakan meskpun harus bekerja di bulan puasa.

Perbedaan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah tahun ini sudah tidak ada (Hj. A. Radiah) ibunda penulis yang mengerjakan (melepas cengkeh dari gagangnya) di rumah. Sebelumnya kami hanya memetik cengkeh di kebun dan urusan selanjutnya dikerjakan oleh Hj. A. Radiah dan beberapa anak yang sedang belajar mengaji di dumah.
 

0 komentar:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم