Monday, 4 September 2017

Mengobati Rasa Penasaran di Kampung Pembuatan Kapal Pinisi

Pada postingan kali ini penulis akan berbagi informasi tentang tempat pembuatan kapal pinisi yang merupakan warisan budaya Lokal (karya) Kabupaten Bulukumba. Informasi jelajah ini sebagai pelengkap edisi touring anda maupun sebagai referensi untuk rencana jalan-jalan anda.
Sebagai warisan budaya, tidak semuanya diwariskan dalam rupa maupun teknologi yang sama. Hari ini pembuatan kapal sudah menggunakan teknologi mesin pertukangan sehingga hasil kerjanya sudah lebih halus dan waktu penyelesaiannya sudah bisa selesai hingga 8 bulan.
Kapal pinisi merupakan renovasi dari perahu pinisi. Perahu pinisi yang sebelumnya menggunakan layar untuk bergerak mengarungi samudra telah berinovasi menjadi kapal pinisi yang digerakkan oleh mesin yang menggunakan bahan bakar minyak.

Kemarin sore (8 Agustus 2017), penulis kedatangan tamu dari Medan (Aisyah) dan Kabupaten Wajo (Inhu Alika) yang penasaran ingin menyaksikan secara langsung potret pembuatan kapal/perahu pinisi di Bulukumba. Karena mereka penasaran maka penulis antar mereka ke Kecamatan Bontobahari yaitu di Pesisir Desa Tanaberu dan Kelurahan Bira yang paling populer dan dikenal masyarakat luar sebagai tempat pembuatan kapal pinisi.

Meskipun tujuannya hanya sekedar menyaksikan potret kampung (tempat pembuatan) namun keterangan lain seperti budaya juga Aisyah dan Inhu dapatkan di tempat ini. Mereka sudah lebih mengenal budaya masyarakat, tradisi pembuatan kapal hingga miniatur perahu pinisi yang bisa menjadi oleh-oleh khas dari Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba.


No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم