Saturday, 16 September 2017

Pegaulan Bebas dan Pengaruh Syaitan

-   Karena Rijal neneknya menemui ajalnya di Kampung Gadde, Bulukumba
--------------
Kabar pembunuhan nenek Napisa oleh cucunya sendiri di Kampung Gadde Kabupaten Bulukumba (Jum’at, 15 September 2017) sangat miris dan menyita perhatian publik. Berbagai komentar dan tanggapan dari masyarakat tentang akibat, ganjaran dan sebab bagi tersangka pembunuhan yang didakwakan terhadap rijal.

Berdasarkan informasi dari berita online, seperti yang dilansir di RAKYATKU.COM bahwa “sebelum membunuh neneknya, Rijal yang tinggal di Pampang Makassar mendatangi neneknya untuk meminta uang .............” edisi 16 September 2017 Pukul 17.21. sementara informasi lain mengabarkan bahwa kronologisnya adalah Rijal menikam neneknya karena ia tidak memberikan batu cincin yang diminta.
Rijal adalah seorang pemuda yang suka mengoleksi badik dan batu cincin. Di akun FBnya banyak mempublikasikan senjata tajam tradisional sulawesi selatan berupa badik. Ia juga gemar mengoleksi batu cincin serta gemar memarkan tubuhnya yang penuh dengan tatto. Silahkan klik link ini untuk melihat Akunnya di Facebook atau search di FB dengan kata kunci pencarian “Andi Syahril”.
Ada dua hal yang penulis ingin komentari dari peristiwa ini. Yang pertama adalah soal pergaulan dan hobby dan kedua adalah pengaruh syaitan yang menyesatkan.
Pergaulan memang menggiring seseorang pada suatu kondisi dimana mereka bergaul. Kalau seseorang bergaul dengan pemabuk, mungkin pada awalnya dia merasa jijik terhadap minuman keras, lalu merasa biasa saja, kemudian berubah jadi wajar, hingga berani mencoba lalu tergantung (ketagihan). Begitu juga jika seseorang bergaul dengan ahli ibadah maka ia pun akan turut menjadi ahli ibadah.
Tentang hobby dan pergaulan ini, berdasarkan analisis penulis dengan sumber referensi berita online, status FB dari teman-teman serta akun FB Rijal yang memang hobby mengoleksi senjata tajam dan batu cincin, memamerkan tubuh yang penuh tatto, penampakan sangar dan bahasa yang tidak wajar.
Kalau mengamati statusnya di FB, awalnya ia merupakan sosok yang baik. Mari kita lihat gambar berikut ini.



Foto rijal yang dilaknat oleh pengguna sosial media.


Awalnya Rijal adalah sosok yang baik, jika mengamati pesan status di FBnya maka dapat disimpulkan bahwa dulunya dia adalah sosok yang baik.


Rijal tidak membenci neneknya, ia bahkan pernah memasang foto neneknya di dinding FB miliknya. Hanya karena kesal yang tidak terkontrol sehingga ia tega menghabisi nyawa neneknya.


Salah satu hobby sekaligus pekerjaan rijal adalah koleksi dan jual beli senjata tajam.


Akun milik rizal hari ini adalah “andi syahril” yang sebelumnya adalah “ardiyanto rizal”.


Ini adalah gambar saat diringkus oleh pihak keamanan.

Jadi admin yakin bahwa pola pergaulanlah yang membentuk kepribadian seseorang. Lalu poin ke dua adalah pengaruh syaitan yang menyesatkan. Menurut seorang guru bahwa syaitan itu adalah sifat buruk yang melekat pada jin dan manusia sehingga ketika ada orang yang berbuat kejahatan maka dialah syaitan itu[1].
Dengan demikian, menjauhi langkah-langkah syaitan berarti memilih kawan yang terbaik untuk bergaul. Tentu saja sesuai dengan tuntunan al quran.



[1] http://harismubarak.blogspot.co.id/2012/08/syaitan.html

No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم