Skip to main content

Pemantapan dan Pembahasan Agenda Kuliah al Amanah

Hari ini, Edisi Sabtu 23 September 2017  STAI AL AMANAH JENEPONTO kembali mengadakan rapat pimpinan bersama jajaran dosen dengan agenda pembahasan “Persiapan dan pemantapan perkualiahan untuk semester ganjil tahun 2017”.

Sebagai bagian dari keluarga besar STAI Al Amanah Jeneponto, penulis mengapresiasi kegiatan ini karena untuk menempuh suatu agenda perkuliahan memang sebaiknya dilakukan persiapan yang matang sehingga saat pelaksanaan bisa berjalan lancar.
Dengan memperbaiki manajemen serta mengaktifkan dan melibatkan seluruh steak holder maka STAI Al Amanah akan menggapai kejayaan sebagai perguruan tinggi terdepan di Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan.
Saat ini STAI Al Amanah memiliki popularitas yang cukup baik dan terus mengalami peningkatan. Salah satu issue yang segera diwujudkan adalah perubahan status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut. tentu perbahan status tersebut harus melewati proses dan kinerja yang lebih keras lagi.



Comments

Popular posts from this blog

Kedudukan Ar-ra'yu sebagai Landasan Hukum Islam

Referensi Pada dasarnya umat Islam yang beriman Kepada Allah swt. Meyakini bahwa Sumber utama Ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis sudah sempurna. Firman Allah dalam Alquran sudah sempurna membahas aturan-aturan, hukum, ilmu pengetahuan (filsafat), kisah, ushul fiqh dan lain-lain. Begitu juga Hadis Rasulullah yang salah satu sifatnya menjadi penjelasan ayat-ayat dalam Alquran. Posisi Hadis adalah penjelas dan sumber kedua setelah Alquran.

Saya Memilih Domisili di Kab. Gowa

Setelah memilih salah satu dari kandidat calon pemimpin baru Sulawesi Selatan pada selasa kemarin. Kali ini saya dihadapkan pada pilihan menetap di Bulukumba atau Kabupaten Gowa. Pilihan ini sebetulnya agak ribet bagi saya. Jika saya memilih tinggal di Bulukumba, berarti saya harus menyiapkan waktu dan tenaga ke Makassar setiap hari jum’at untuk kuliah dan balik lagi kekampung pada hari minggu untuk rutinitas pertanian.

Belajar dari Kekecewaan

Sambil ngopi dan ngobrol di kamar kost seorang diri (maksudnya mikirin nasib dimasa mendatang) tiba-tiba perhatian saya tertuju pada sebuah status yang ditulis oleh Ustadz Sukardi yang popuer disapa ustads muda di kampung kami.