Friday, 8 September 2017

Zaman yang Seolah-olah

Seolah-olah eksis. 
Belakangan ini aksi “seolah-olah” semakin menjadi-jadi, seakan-akan hal tersebut menjadi saksi bahwa seseorang telah melakukan sesuatu yang berharga yang patut diketahui oleh dunia.
Bentuk aksi seolah-olah antara lain; kuliah/belajar yang seolah-olah, bekerja/berjuang yang seolah-olah, cantik/tampan yang seolah-olah, bersih/alim/sholeh atau pribadi positif lainnya yang seolah-olah. Media massa memang gampang saja membohongi masyarakat karena setiap publikasi selalu menyertakan data yang meyakinkan.
Seolah-olah merupakan pembohongan publik yang hari ini diakui sebagai aksi eksis di dunia maya. Meski telah dihiasi oleh berbagai editan, penyempurnaan gaya, mengangkat ketokohan pribadi dan bentuk penyempurnaan lainnya tapi ini tetap bentuk rekayasa.
Aksi “seolah-olah” adalah pergeseran dari prinsip “apa adanya” yang hari ini merupakan prinsip yang sudah cukup langka. Prinsip apa adanya juga merupakan pergeseran dari tawadhu bahwa “siapalah diri ini” yang tiada lain hanyalah abdi yang tidak perlu diketahui orang lain cerita perjuangan dan keberhasilannya.
Pergeseran Eksistensi Diri
.......... >> Tawadhu >> Apa adanya >> Seolah
Olah >> ..........
Kalau ini terus mengalami pergeseran ke arah negatif berarti alangkah hancurnya generasi bangsa di masa yang akan datang. Semoga aksi seolah-olah tidak lagi menjadi gaya generasi bangsa ini untuk selanjutnya.

No comments:

Post a Comment

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم