Saturday, 21 October 2017

Trip to Puncak Muntea "Negeri di atas awan"

Mengisi hari libur untuk edisi Ahad, 15 Oktober 2015 kami memilih piknik ke Puncak Muntea Kecamatan Uluere Kabupaten Bantaeng. Awalnya ide piknik ini diserukan oleh rekan kami Nafsawati Munawir dan suaminya Munawir Petta Duppa ketika berkunjung ke rumah di Desa Anrang Kecamatan Rilau Ale Bulukumba.

Kita yang nyaris bekerja 24 jam juga butuh hiburan atau refreshing sehingga untuk keperluan tersebut Nafsawati, menyebut salah satu destinasi yang keren. Namapopulernya adalah “Negeri di atas awan” versi bantaeng. Ditanya untuk apa kesana? Paling tidak bisa kita jawab “Karena suasana alam yang sejuk yang juga bakal jadi penyejuk”.
Tentang Negeri di atas Awan, masih ada tempat yang lebih populer dari Bantaeng, tepatnya adalah di Kabupaten Toraja Utara atau bagian utara provinsi Sulawesi Selatan. Antara Bantaeng dan Toraja, jelas Toraja yang jauh lebih populer soal wisata, hanya saja untuk kemudahan akses sekaligus mengirit biaya untuk penikmat wisata alam di bagian selatan sulsel bisa memilih Kecamatan Uluere yang didalamnya juga terdapat destinasi Agrowisata.
Rencana tour ini sedianya juga melibatkan rekan lain seperti Suardi S.IP., MH. (Dosen Universitas Indonesia Timur), Abdul Rahman, S.Pd., M.Pd. (yang akan segeran menjadi Dosen Structure Bahasa Inggris) dan beberapa rekan akademisi yang nyaris bekerja 24 jam. Orang-orang yang berpendidikan tinggi ini karena kesibukan lain sehingga memilih menunda kegiatan refreshing di Puncak Muntea Kecamatan Uluere.
Haerul Dg. Gassing (Ustas Petualang)


Tiga hari sebelum piknik, saya justru hanya akan menjadi pelengkap untuk kegiatan di sana. Tapi karena terlanjur sudah siap dan seluruh perlengkapan sudah dikemas jadinya harus berangkat dengan mengajak rombongan lain. Jelajah di Puncak Muntea kali ini kami realisasikan bertiga yaitu Mursal, S.Pd., M.Pd. dan Haerul Daeng Gassing. Sementara para pekerja purnawaktu yang nyaris bekerja 24 jam tidak ada seorang pun yang ikut. Munawir Petta Duppa, S.Pd.I., M.Pd.I, Nafsawati Munawir, ST., M.Pd., Suardi, S.Ip., MH., Abdul Rahman, S.Pd., M.Pd tidak ada yang berangkat.



Catatan refleksi perjalanan kami di Muntea yang lebih dikenal “Negeri di atas awan” ini antara lain:
1.   Diskusi ringan sambil ngopi
2.  Refleksi perjalanan dan membuat rencana
3.  Membuat video inspirasi “Warga Konjo”
4.  Berkenalan dengan pengunjung, penduduk setempat dan rombongan camp.
5.  Membaca sepenggal halaman buku
6.  Membuat catatan/menulis, dan
7.  Selfie (mengikuti trend kekinian).

Itulah sedikit catatan perjalanan di puncak muntea yang hanya berlangsung sekitar 3 jam di sana. Kita berusaha kesana meskipun waktu perjalanan lebih lama daripada waktu berkegiatan di puncak muntea.




1 comment:

  1. KISAH NYATA: IBU DARYUTI DARI TANJUNG PINANG

    Assalamu'Alaikum" Wr'Wb...
    Perkenalkan Nama saya Ibu Daryuti, asal Desa Teluk Bintan,Tanjung Pinang,
    saya menjadi tulang punggung Keluarga sejak suami saya meninggal,
    saya bekerja tanpa lelah untuk menghidupi 4 orang anak sejak di tinggal
    mati sang suami 5 thn yg lalu, sejak itu keputusasaan menghampiri sy,
    dan hampir meninggalkan ke 4 anak saya krn sy sdh tidak sanggup dengan
    kemiskinan yang sy alami dulu. Namun stelah menjelang beberapa hari datanglah
    tetangga sy dan menceritakan perubahan hidup yang dia alami,
    dia mempunyai banyak uang tanpa harus bekerja keras..
    dan dia bercerita tentang orang yang membantunya bernama KH.Fhatulla Harun,
    konon beliu bisa memberikan solusi masalah kemiskinan sperti yg sy alami ini..
    dan dengan tekat yang bulat sy minta nomor KH.Fhatulla Harun,
    ketika sy telpon pak haji, dan menceritakan permasalahan hidup saya.
    dan beliu brsedia membantu sy untuk kluar dari lumbung kemiskinan,
    sy sangat snang skali mendengarnya,, kemudian sy langsung mengiyakan
    segala syarat2 yg di pak haji sampaikan, 2 hari kemudian saya sudah merasakan keajaiban nyata
    terjadi di rumah saya, lemari tua yang ada di pojok kamar saya sudah
    penuh dengan lembaran uang pecahan ratusan ribu sy kaget terus pingsan,
    saat saya sadar uang itu betul2 nyata masih ada dalam lemari,
    syukur allhamdulillah saya ucapkan..Berkat campur tangan pak haji
    saya sudah punya banyak uang dan tidak akan perna habis sampai
    7 keturunan, Semua ini berkat UANG GAIB, PESUGIHAN PUTIH NABI SULAEMAN.
    Yang diberikan KH.Fhatulla Harun benar2 nyataSemua ini berkat UANG GAIB, PESUGIHAN PUTIH NABI SULAEMAN. dan ISLAMI serta tidak musyrik,
    Saya sangat berterima kasih kepada KH.Fhatulla Harun yg sudah bantu saya dan
    jadi member pak haji hingga kini, saya juga berjanji tidak lupa dgn kewajiban
    saya untuk slalu shalat dan menyubang di masjid dan panti asuhan.

    Untuk sanak saudara seiman dan setanah air yang ingin cepat kaya..
    jangan ragu untuk mengikuti ajaran KH.Fhatulla Harun krn ini pesugihan putih
    yang islami. dan persugian KH.Fhatulla Harun bisa di ikuti semua agama..
    dan anda pasti akan dibantu apapun yang ingin anda minta.
    Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.untuk lebih jelasnya Hubungi Nomor Beliau.085-217-085-317
    ATau Kunjungi Situs Beliau Klik=>> Pesugihan Tanpa Tumbal Asli Tahun 2017 | Uang Gaib | Dana Gaib | Uang Balik Nabi Sulaeman Terima Kasih Dan Semogah JADI Pemenang Berikutnya, Amin . Wassalam. Kesaksian Kisah Nyata 2017

    ReplyDelete

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم