Friday, 17 November 2017

Mari Menghargai Proses Dengan Tekad dan Kesetiaan

Bagi pribadi saya, mendidik adalah mencoba mengajak seseorang menjadi lebih baik dari kondisi sebelumnya. Bentuk ajakannya antara lain seperti memberi contoh, menginspirasi, mengajak berpikir, memotivasi, melatih, dan lain-lain.
Mendidik berarti mengubak keadaan seseorang menjadi lebih baik. Agar seseorang terdidik maka ia harus sungguh-sungguh dan setia pada proses. Dua kata kunci itulah yang akan menjadi modal utama pada seseorang agar bisa menggapai sukses. Sungguh-sungguh dan Setia pada proses juga dapat dijadikan tips untuk berbagai urusan, dengan kata lain bukan hanya untuk meraih sukses dalam dunia pendidikan tapi juga dalam menempuh bahtera rumah tangga, pertemanan, membangun organisasi dan dan urusan lainnya. Intinya sungguh-sungguh dalam kebaikan dan tertib adalah kunci sukses dunia akhirat.

Teori kesuksesan dalam dunia pendidikan sebagaimana disebutkan di atas terlihat cukup mudah dan sederhana. Hanya saja banyak diantara kita yang mengabaikan 2 poin tips tersebut.
Belakangan ini orang lebih berorientasi pada hasil dimana mereka membutuhkan nilai yang baik, uang yang banyak dan penampilan terbaik. Semua itu merupakan hasil akhir. Tentang bagaimana mendapatkannya sudah mulai diabaikan. Bisajadi orang tuanya kaya sehingga ia juga menjadi kaya atau bisajadi dekat dengan guru sehingga mendapatkan penialaian hasil final test yang baik. Apapun itu yang penting hasilnya baik tanpa memperhatikan bagaimana prosesnya.
Sebagai seorang pendidik, pribadi pernah mencoba menguji mahasiswa dan memang mental mahasiswa sudah banyak yang berorientasi pada hasil tanpa mempedulikan prosesnya. Pernah kami menguji untuk kepentingan evaluasi. Sebetulnya ujian ini diperuntukkan hanya dapa 50% mahasiswa yang aktif belajar karena materi yang diujikan adalah berdasarkan pelajaran yang pernah diberikan dan dalam bentuk narasi deduktif. Kenyataannya hampir 100% mahasiswa mengikuti ujian seolah-olah pernah mengikuti materi untuk di evaluasi.
Apa yang mau di evaluasi jika tidak ada hal yang pernah dilakukan? Berhentihal copy-paste tanpa alasan dan sebab yang pasti. Cobalah menghargai proses. Setialah pada proses dan sungguh-sungguh menuju suatu kesuksesan.

Meskipun kita berada pada zaman yang serba instan, semoga belajar tidak ikut-ikutan instan untuk pembinaan mental dan amal jariah. Terkecuali pengetahuan dasar yang boleh didapatkan secara instan pada berbagai media informasi dan komunikasi. (ahm)

1 comment:

  1. KISAH NYATA: IBU DARYUTI DARI TANJUNG PINANG

    Assalamu'Alaikum" Wr'Wb...
    Perkenalkan Nama saya Ibu Daryuti, asal Desa Teluk Bintan,Tanjung Pinang,
    saya menjadi tulang punggung Keluarga sejak suami saya meninggal,
    saya bekerja tanpa lelah untuk menghidupi 4 orang anak sejak di tinggal
    mati sang suami 5 thn yg lalu, sejak itu keputusasaan menghampiri sy,
    dan hampir meninggalkan ke 4 anak saya krn sy sdh tidak sanggup dengan
    kemiskinan yang sy alami dulu. Namun stelah menjelang beberapa hari datanglah
    tetangga sy dan menceritakan perubahan hidup yang dia alami,
    dia mempunyai banyak uang tanpa harus bekerja keras..
    dan dia bercerita tentang orang yang membantunya bernama KH.Fhatulla Harun,
    konon beliu bisa memberikan solusi masalah kemiskinan sperti yg sy alami ini..
    dan dengan tekat yang bulat sy minta nomor KH.Fhatulla Harun,
    ketika sy telpon pak haji, dan menceritakan permasalahan hidup saya.
    dan beliu brsedia membantu sy untuk kluar dari lumbung kemiskinan,
    sy sangat snang skali mendengarnya,, kemudian sy langsung mengiyakan
    segala syarat2 yg di pak haji sampaikan, 2 hari kemudian saya sudah merasakan keajaiban nyata
    terjadi di rumah saya, lemari tua yang ada di pojok kamar saya sudah
    penuh dengan lembaran uang pecahan ratusan ribu sy kaget terus pingsan,
    saat saya sadar uang itu betul2 nyata masih ada dalam lemari,
    syukur allhamdulillah saya ucapkan..Berkat campur tangan pak haji
    saya sudah punya banyak uang dan tidak akan perna habis sampai
    7 keturunan, Semua ini berkat UANG GAIB, PESUGIHAN PUTIH NABI SULAEMAN.
    Yang diberikan KH.Fhatulla Harun benar2 nyataSemua ini berkat UANG GAIB, PESUGIHAN PUTIH NABI SULAEMAN. dan ISLAMI serta tidak musyrik,
    Saya sangat berterima kasih kepada KH.Fhatulla Harun yg sudah bantu saya dan
    jadi member pak haji hingga kini, saya juga berjanji tidak lupa dgn kewajiban
    saya untuk slalu shalat dan menyubang di masjid dan panti asuhan.

    Untuk sanak saudara seiman dan setanah air yang ingin cepat kaya..
    jangan ragu untuk mengikuti ajaran KH.Fhatulla Harun krn ini pesugihan putih
    yang islami. dan persugian KH.Fhatulla Harun bisa di ikuti semua agama..
    dan anda pasti akan dibantu apapun yang ingin anda minta.
    Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.untuk lebih jelasnya Hubungi Nomor Beliau.085-217-085-317
    ATau Kunjungi Situs Beliau Klik=>> Pesugihan Tanpa Tumbal Asli Tahun 2017 | Uang Gaib | Dana Gaib | Uang Balik Nabi Sulaeman Terima Kasih Dan Semogah JADI Pemenang Berikutnya, Amin . Wassalam. Kesaksian Kisah Nyata 2017

    ReplyDelete

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم