Skip to main content

Sarasehan dan Bimbingan Keterampilan Praktis Untuk Penyandang Cacat Bulukumba


Hari ini Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kegiatan Sarasehan dan Kegiatan Bimbingan Keterampilan Praktis dalam rangka pelayanan sosial keliling melalui program sehabilitasi sosial penyandang disabilitas yang dilaksanakan di Dinas Sosial Kabupaten Bulukumba pada hari rabu, 9 Mei 2018.

Program ini patut diapresiasi karena memberikan kesempatan dan ruang bagi penyandang disabilitas untuk turut menikmati fasilitas dari pemerintah. Pada kesempatan kali ini, Penyandang disabilitas yang hadir diberi kesempatan untuk curhat dan pengaduan untuk keperluan pekerjaan. Bagi penyandang disabilitas bisa menyampaikan potensi dirinya pada Dinas Sosial untuk diteliti agar suatu saat bisa mendapatkan program pemerintah berupa bantuan usaha. Sampai hari ini, Dinas sosial telah memberikan beberapa fasilitas pada penyandang cacat antara lain kursi roda dan beberapa bantuan lainnya.

Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan semoga penyandang disabilitas lainnya yang belum berksempatan mendapatkan bantuan pemerintah juga bisa tersentuh program. Hari ini kami bersama penerima manfaat (penyandang disabilitas) dari Desa Anrang Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba. Agus dan Memma adalah 2 orang penyandang yang sama-sama dari dari kampung Batangbatang.  

Comments

Popular posts from this blog

Kedudukan Ar-ra'yu sebagai Landasan Hukum Islam

Referensi Pada dasarnya umat Islam yang beriman Kepada Allah swt. Meyakini bahwa Sumber utama Ajaran Islam yaitu Alquran dan Hadis sudah sempurna. Firman Allah dalam Alquran sudah sempurna membahas aturan-aturan, hukum, ilmu pengetahuan (filsafat), kisah, ushul fiqh dan lain-lain. Begitu juga Hadis Rasulullah yang salah satu sifatnya menjadi penjelasan ayat-ayat dalam Alquran. Posisi Hadis adalah penjelas dan sumber kedua setelah Alquran.

Saya Memilih Domisili di Kab. Gowa

Setelah memilih salah satu dari kandidat calon pemimpin baru Sulawesi Selatan pada selasa kemarin. Kali ini saya dihadapkan pada pilihan menetap di Bulukumba atau Kabupaten Gowa. Pilihan ini sebetulnya agak ribet bagi saya. Jika saya memilih tinggal di Bulukumba, berarti saya harus menyiapkan waktu dan tenaga ke Makassar setiap hari jum’at untuk kuliah dan balik lagi kekampung pada hari minggu untuk rutinitas pertanian.

Belajar dari Kekecewaan

Sambil ngopi dan ngobrol di kamar kost seorang diri (maksudnya mikirin nasib dimasa mendatang) tiba-tiba perhatian saya tertuju pada sebuah status yang ditulis oleh Ustadz Sukardi yang popuer disapa ustads muda di kampung kami.