Monday, 27 October 2014

Pemenangnya adalah Siapa yang mampu bersabar



Teringat jelas pesan spiritual yang disampaikan oleh kakak saya bahwa “siapa yang sabar, maka dia pemenangnya”. Pesan tersebut lalu di gambarkan bahwa segala sesuatu telah diatur oleh sang pencipta. Dia menciptakan siang dan juga malam, menjadikan pergantian musim, menciptakan makhluknya berpasang-pasangan (QS. 36:36) untuk keseimbangan. Segala sesuatu telah diciptakaan tuhan dengan sebaik-baiknya penciptaan dan manusia dijadikan makhluk yang paling sempurna diantara ciptaan-ciptaan-Nya.

Manusia harus sabar karena Allah telah menjanjikan tempat yang terbaik bagi orang-orang yang sabar. Penggambaran berikutnya tentang pentingnya sabar ialah diciptakannya musim kemarau yang nyaris mematikan tumbuh-tumbuhan dan binatang ternak karena kekeringan dan panas, begitupun diciptakannya musim hujan sebagai penutup musim kemarau. Musim hujanpun tidak lantas membuat manusia merasa puas karena banyak aktivitas yang terhambat. Disinilah manusia akan diuji sejauh mana ia mampu bersabar menghadapi cobaan yang datang sili berganti. Bukankah pergantian malam menjadi siang diciptakan juga untuk keseimbangan (QS. 28 : 71-72). Jika sekiranya tuhan hanya menciptakan siang saja maka betapa bumi ini akan meledak karena panas yang teramat terik, begitu juga jika sekiranya tuhan hanya menciptakan malam saja maka bumi ini akan membeku dan tiada kehidupan karenanya. Itulah tujuan diciptakannya keseimbangan.
Hikamah diciptakannya musim kemarau adalah untuk menjadikan tumbuh-tumbuhan mengeluarkan buah yang melimpah dan unggul karena tanpa musim kemarau, tumbuh-tumbuhan tidak akan menghasilkan buah yang produktif, begitupun musim hujan diciptakan untuk menumbuhkan batang dan fisik tumbuhan, melebatkan dedaunan dan menguatkan akar sehingga tidak ada alasan untuk tidak sabar menjalani skenario yang diciptakan tuhan. Yang terjadi pada sebagian manusia ialah tidak mampu bersabar atas cobaan yang diciptakan oleh sang pencipta. Banyak diantaranya yang tidak sabar akan datangnya hujan ketika musim kemarau dan juga mereka yang tidak sabar menanti datangnya musim kemarau ketika musim hujan berlangsung. Indikator penilaiannya adalah siapa yang mampu bersabar.
Hikmahnya adalah untuk saling melengkapi (menutupi kekurangan), juga ada yang diciptakan untuk keindahan dari pasangan-pasangan. Semua itu dicipta untuk mengukur tingkat kesabaran manusia.
Semoga kita semua menjadi orang-orang yang bersahabar dalam mengharapi cobaan. Semoga Allah swt. Memberikan risky yang berkah untuk hambah-hambahnya yang sabar. Amin yaa rabbal alamin. 32212

1 comment:

  1. emang benar sih orabg yang sabar pasti akan menjadi pemenang.ada juga pepatah yang mengatakan "mengalah untuk menang"

    ReplyDelete

شُكْرًا كَثِرًا
Mohon titip Komentarnya yah!!
وَالسَّلامُ عَليْكُم